Elektrokardiogram (EKG/ECG) adalah pemeriksaan sederhana untuk mengukur irama dan aktivitas listrik jantung. Prosedur ini dikenal juga dengan rekam jantung.
Tiap kali jantung berdetak, aliran listrik akan mengalir dan memicu kontraksi otot jantung. Kontraksi otot inilah yang membuat jantung mampu memompa darah ke seluruh tubuh. Saat terdapat masalah pada jantung, aktivitas listrik jantung pun akan ikut terganggu.
Pemeriksaan EKG bertujuan untuk mengetahui kesehatan jantung sekaligus gangguan yang mungkin dialami oleh jantung.
EKG dilakukan dengan menggunakan sensor yang ditempelkan pada kulit. Gunanya untuk merekam sinyal listrik yang dihasilkan oleh jantung. Adanya aliran listrik yang terdeteksi tidak normal dapat menandakan gangguan atau kerusakan pada jantung.
Selain itu, fungsi EKG, antara lain:
Biaya EKG bisa berbeda-beda pada tiap klinik maupun fasilitas kesehatan. Namun secara umum, biaya EKG di rumah sakit swasta dimulai dari Rp500.000.
Pemeriksaan elektrokardiogram direkomendasikan bagi pasien yang memiliki gejala gangguan jantung. Gejala penyakit jantung yang membutuhkan pemeriksaan ECG, antara lain:
Selain itu, elektrokardiogram juga direkomendasikan bagi pasien dengan kondisi tertentu berikut:
Apabila hasil EKG menunjukkan hasil yang normal, pemeriksaan cukup dilakukan satu kali dan tanpa tes lanjutan. Namun, bila hasil tes memperlihatkan adanya gangguan pada jantung, pasien mungkin membutuhkan pemeriksaan EKG ulang atau tes penunjang lainnya, misalnya USG jantung (ekokardiogram).
Tidak ada persiapan khusus sebelum pemeriksaan elektrokardiogram. Pasien dapat makan dan minum seperti biasa.
Namun, untuk berjaga-jaga agar hasil rekam jantung tidak terganggu, Anda dianjurkan untuk melakukan beberapa hal di bawah ini sebelum pemeriksaan:
Pemeriksaan elektrokardiogram dapat dilakukan di klinik ataupun rumah sakit. Prosedur elektrokardiogram yang standar adalah resting 12-lead EKG, dengan 12 elektroda.
Kemudian, proses pemeriksaan elektrokardiograf (ECG) adalah sebagai berikut:
Prosedur rekam jantung biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit. Selama proses ini, pasien dilarang menggerakan anggota tubuh dan jangan berbicara.
Umumnya, jenis EKG yang digunakan dalam pemeriksaan ini adalah resting 12-lead EKG. Akan tetapi ada pula beberapa jenis ECG lainnya. Dokter mungkin saja merekomendasikan jenis elektrokardiogram lainnya. Pasalnya, pada beberapa kasus, gangguan jantung terkadang hilang muncul sehingga tidak dapat terdeteksi dengan EKG biasa.
Beberapa jenis tes EKG mencakup:
Pemeriksaan elektrokardiografi ini menggunakan alat EKG portabel yang disebut Holter monitor. Alat ini akan memeriksa aktivitas listrik jantung selama 24 jam dengan durasi 1-2 hari.
Dokter biasanya menyarankannya tes ini pada pasien yang dicurigai memiliki irama jantung tidak normal, palpitasi (detak jantung berdebar kencang), atau aliran darah ke otot jantung menurun.
Cara EKG dengan Holter monitor kurang lebih sama seperti EKG standar, yakni dengan menempelkan elektroda di dada pasien. Hanya saja alat EKG ini akan dikalungkan di leher dan dibawa beraktivitas sehari-hari seperti biasa.
Anda sebaiknya menjaga alat tetap kering. Jadi, Anda perlu berhati-hati ketika akan mandi. Dokter akan meminta pasien untuk menulis semua kegiatan yang dilakukan dan gejala-gejala yang dialami.
Event monitor adalah alat EKG portabel yang dapat digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung saat terjadi gejala gangguan jantung. Alat ini menyimpan informasi yang sama seperti elektrokardiogram biasa, tetapi dapat merekam dalam jangka waktu yang lebih lama, hingga berminggu-minggu sampai berbulan-bulan.
Begitu gejala terasa, perangkat ini akan langsung mengirimkan informasi yang direkam ke penyedia kesehatan yang ditugaskan memantau kondisi pasien.
Stress test adalah pemeriksaan EKG yang dilakukan dengan bantuan treadmill atau sepeda statis. Alat EKG akan merekam aktivitas listrik jantung sembari pasien berjalan atau berlari di atas treadmill atau saat mengayuh sepeda statis.
Itu sebabnya, pemeriksaan ini disebut juga dengan pemeriksaan treadmill.
Signal-averaged electrocardiogram adalah jenis tes EKG yang dapat menghimpun informasi lebih rinci mengenai aktivitas jantung. Pemeriksaan ini dijalankan selama 20 menit untuk menangkap detak jantung abnormal yang biasanya muncul dalam durasi singkat.
Dokter akan memeriksa adanya irama dan denyut jantung yang tidak normal. Berikut parameter hasil yang didapatkan dari EKG.
Hasil EKG yang normal memiliki denyut atau detak jantung yang berkisar antara 60-100 kali per menit. Denyut ini dapat diukur dari nadi.
Detak jantung di luar kisaran tersebut, misalnya berdetak terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), tidak teratur, atau detaknya sulit dihitung menandakan adanya gangguan jantung.
Rekam jantung bisa menunjukkan adanya gangguan irama jantung (aritmia). Aritmia terjadi ketika terdapat gangguan pada sistem aliran listrik jantung. Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti beta-blocker juga dapat menyebabkan masalah ini.
Serangan jantung, baik yang sedang atau yang pernah terjadi dapat terdeteksi dari pemeriksaan elektrokardiogram. EKG juga bisa menunjukkan bagian jantung mana yang mengalami kerusakan akibat serangan jantung.
Pemeriksaan EKG dapat mendeteksi apakah nyeri dada disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otot jantung.
Adanya kelainan struktur jantung seperti pembesaran pada ruang-ruang jantung, juga dapat dideteksi dari pemeriksaan ini.
Setelah pemeriksaan rekam jantung, pasien dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa. Dokter akan memberi tahu hasilnya segera setelah tes dilakukan. Perlu atau tidaknya penanganan lebih lanjut akan tergantung dari hasil pemeriksaan ini.
Elektrokardiogram secara umum bersifat aman, cepat, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun rasa tidak nyaman mungkin saja timbul ketika elektroda dilepas dari kulit, atau muncul ruam kulit di lokasi penempelan elektroda.
American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/diagnosing-a-heart-attack/electrocardiogram-ecg-or-ekg
Diakses pada 1 November 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/electrocardiogram/
Diakses pada 1 November 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/electrocardiogram/
Diakses pada 11 Februari 2020
Heart and Stroke. https://www.heartandstroke.ca/heart/tests/electrocardiogram
Diakses pada 1 November 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/ekg/about/pac-20384983
Diakses pada 1 November 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/electrocardiogram
Diakses pada 1 November 2021
WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/electrocardiogram-ekgs#1
Diakses pada 1 November 2021
Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/event-monitor
Diakses pada 1 November 2021
Stanford Healthcare. https://stanfordhealthcare.org/medical-tests/e/ekg/types.html
Diakses pada 1 November 2021