Elektrokardiogram

17 Jan 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Prosedur elektrokardiogram (EKG) dilakukan dengan menempelkan elektroda pada dada pasienProsedur pemeriksaan Elektrokardiogram (EKG) akan mengukur aktivitas elektrik jantung melalui elektroda

Apa itu EKG (elektrokardiogram)?

Elektrokardiogram (EKG/ECG) adalah pemeriksaan sederhana untuk mengukur irama dan aktivitas listrik jantung. Prosedur ini dikenal juga dengan rekam jantung.

Tiap kali jantung berdetak, aliran listrik akan mengalir dan memicu kontraksi otot jantung. Kontraksi otot inilah yang membuat jantung mampu memompa darah ke seluruh tubuh. Saat terdapat masalah pada jantung, aktivitas listrik jantung pun akan ikut terganggu. 

Pemeriksaan EKG bertujuan untuk mengetahui kesehatan jantung sekaligus gangguan yang mungkin dialami oleh jantung. 

EKG dilakukan dengan menggunakan sensor yang ditempelkan pada kulit. Gunanya untuk merekam sinyal listrik yang dihasilkan oleh jantung. Adanya aliran listrik yang terdeteksi tidak normal dapat menandakan gangguan atau kerusakan pada jantung.

Selain itu, fungsi EKG, antara lain: 

  • Memeriksa ritme jantung yang tidak normal, seperti terlalu cepat, terlalu lambat, atau tidak beraturan
  • Mendeteksi adanya kelainan jantung, seperti serangan jantung, aritmia, sumbatan arteri koroner, kerusakan otot jantung, pembesaran jantung, dan peradangan pada lapisan pelindung jantung (perikarditis).
  • Mendeteksi kondisi medis lain, misalnya gangguan keseimbangan elektrolit dan penyakit paru.
  • Memantau proses penyembuhan setelah serangan jantung, perkembangan penyakit jantung, dan mengevaluasi efektivitas obat jantung atau alat pacu jantung.
  • Menyingkirkan kemungkinan penyakit jantung pada pasien yang akan melakukan operasi.

Berapa biaya elektrokardiogram?

Biaya EKG bisa berbeda-beda pada tiap klinik maupun fasilitas kesehatan. Namun secara umum, biaya EKG di rumah sakit swasta dimulai dari Rp500.000.

Siapa yang membutuhkan elektrokardiogram?

Pemeriksaan elektrokardiogram direkomendasikan bagi pasien yang memiliki gejala gangguan jantung. Gejala penyakit jantung yang membutuhkan pemeriksaan ECG, antara lain:

  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Badan lemas
  • Cepat lelah

Selain itu, elektrokardiogram juga direkomendasikan bagi pasien dengan kondisi tertentu berikut:

  • Pernah mengalami serangan jantung atau masalah jantung lainnya
  • Memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga
  • Sudah direncanakan akan menjalani operasi karena kondisi jantung perlu dinilai sebelum prosedur
  • Pengguna alat pacu jantung karena EKG dapat mengevaluasi efektivitas dari alat pacu jantung
  • Sedang mengonsumsi obat untuk menangani penyakit jantung karena evaluasi efektivitas obat dapat dinilai melalui elektrokardiogram
  • Mengalami gangguan keseimbangan elektrolit

Seberapa sering Anda harus menjalani elektrokardiogram?

Apabila hasil EKG menunjukkan hasil yang normal, pemeriksaan cukup dilakukan satu kali dan tanpa tes lanjutan. Namun, bila hasil tes memperlihatkan adanya gangguan pada jantung, pasien mungkin membutuhkan pemeriksaan EKG ulang atau tes penunjang lainnya, misalnya USG jantung (ekokardiogram).

Apa saja persiapan sebelum menjalani elektrokardiogram?

Tidak ada persiapan khusus sebelum pemeriksaan elektrokardiogram. Pasien dapat makan dan minum seperti biasa.

Namun, untuk berjaga-jaga agar hasil rekam jantung tidak terganggu, Anda dianjurkan untuk melakukan beberapa hal di bawah ini sebelum pemeriksaan:

  • Tidak merokok sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Tidak minum air es dan berolahraga.
  • Menghindari pemakaian krim atau lotion berminyak karena elektroda bisa sulit menempel di kulit.
  • Sebisa mungkin tidak mengenakan celana panjang karena elektroda juga perlu ditempelkan pada kaki.
  • Mengenakan pakaian yang mudah dilepas agar elektroda mudah dipasang pada kulit dada.
  • Cukur bulu dada jika Anda memilikinya.

Bagaimana prosedur elektrokardiogram dilakukan?

Pemeriksaan elektrokardiogram dapat dilakukan di klinik ataupun rumah sakit. Prosedur elektrokardiogram yang standar adalah resting 12-lead EKG, dengan 12 elektroda.

Kemudian, proses pemeriksaan elektrokardiograf (ECG) adalah sebagai berikut:

  • Pasien akan diminta membuka pakaian atas dan melepas aksesori, seperti kalung, gelang, ikat pinggang, dan ponsel yang mungkin dapat memengaruhi hasil.
  • Pasien kemudian akan diminta berbaring di tempat tidur sembari petugas medis menempelkan elektroda pada lengan, kaki, dan dada pasien.
  • Elektroda yang terhubung ke komputer akan merekam aktivitas listrik jantung.
  • Aktivitas listrik jantung akan ditampilkan di layar komputer dan hasilnya dicetak pada lembaran kertas.

Prosedur rekam jantung biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit. Selama proses ini, pasien dilarang menggerakan anggota tubuh dan jangan berbicara.

Jenis-jenis elektrokardiogram 

Umumnya, jenis EKG yang digunakan dalam pemeriksaan ini adalah resting 12-lead EKG. Akan tetapi ada pula beberapa jenis ECG lainnya. Dokter mungkin saja merekomendasikan jenis elektrokardiogram lainnya. Pasalnya,  pada beberapa kasus, gangguan jantung terkadang hilang muncul sehingga tidak dapat terdeteksi dengan EKG biasa. 

Beberapa jenis tes EKG mencakup:

1. Holter monitor

Pemeriksaan elektrokardiografi ini menggunakan alat EKG portabel yang disebut Holter monitor. Alat ini akan memeriksa aktivitas listrik jantung selama 24 jam dengan durasi 1-2 hari. 

Dokter biasanya menyarankannya tes ini pada pasien yang dicurigai memiliki irama jantung tidak normal, palpitasi (detak jantung berdebar kencang), atau aliran darah ke otot jantung menurun.

Cara EKG dengan Holter monitor kurang lebih sama seperti EKG standar, yakni dengan menempelkan elektroda di dada pasien. Hanya saja alat EKG ini akan dikalungkan di leher dan dibawa beraktivitas sehari-hari seperti biasa. 

Anda sebaiknya menjaga alat tetap kering. Jadi, Anda perlu berhati-hati ketika akan mandi.  Dokter akan meminta pasien untuk menulis semua kegiatan yang dilakukan dan gejala-gejala yang dialami. 

2. Event monitor

Event monitor adalah alat EKG portabel yang dapat digunakan untuk merekam aktivitas listrik jantung saat terjadi gejala gangguan jantung. Alat ini menyimpan informasi yang sama seperti elektrokardiogram biasa, tetapi dapat merekam dalam jangka waktu yang lebih lama, hingga berminggu-minggu sampai berbulan-bulan.

Begitu gejala terasa, perangkat ini akan langsung mengirimkan informasi yang direkam ke penyedia kesehatan yang ditugaskan memantau kondisi pasien.

3. Stress test

Stress test adalah pemeriksaan EKG yang dilakukan dengan bantuan treadmill atau sepeda statis.  Alat EKG akan merekam aktivitas listrik jantung sembari pasien berjalan atau berlari di atas treadmill atau saat mengayuh sepeda statis.

Itu sebabnya, pemeriksaan ini disebut juga dengan pemeriksaan treadmill.

4. Signal-averaged electrocardiogram

Signal-averaged electrocardiogram adalah jenis tes EKG yang dapat menghimpun informasi lebih rinci mengenai aktivitas jantung. Pemeriksaan ini dijalankan selama 20 menit untuk menangkap detak jantung abnormal yang biasanya muncul dalam durasi singkat. 

Seperti apa hasil tes elektrokardiogram?

Dokter akan memeriksa adanya irama dan denyut jantung yang tidak normal. Berikut parameter hasil yang didapatkan dari EKG.

1. Denyut jantung

Hasil EKG yang normal memiliki denyut atau detak jantung yang berkisar antara 60-100 kali per menit. Denyut ini dapat diukur dari nadi.

Detak jantung di luar kisaran tersebut, misalnya berdetak terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), tidak teratur, atau detaknya sulit dihitung menandakan adanya gangguan jantung. 

2. Irama jantung

Rekam jantung bisa menunjukkan adanya gangguan irama jantung (aritmia). Aritmia terjadi ketika terdapat gangguan pada sistem aliran listrik jantung. Konsumsi obat-obatan tertentu, seperti beta-blocker juga dapat menyebabkan masalah ini.

3. Serangan jantung

Serangan jantung, baik yang sedang atau yang pernah terjadi dapat terdeteksi dari pemeriksaan elektrokardiogram. EKG juga bisa menunjukkan bagian jantung mana yang mengalami kerusakan akibat serangan jantung.

4. Kurangnya suplai oksigen dan darah ke jantung

Pemeriksaan EKG dapat mendeteksi apakah nyeri dada disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otot jantung.

5. Kelainan struktur jantung

Adanya kelainan struktur jantung seperti pembesaran pada ruang-ruang jantung, juga dapat dideteksi dari pemeriksaan ini.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah elektrokardiogram?

Setelah pemeriksaan rekam jantung, pasien dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa. Dokter akan memberi tahu hasilnya segera setelah tes dilakukan. Perlu atau tidaknya penanganan lebih lanjut akan tergantung dari hasil pemeriksaan ini.

Apa saja risiko elektrokardiogram?

Elektrokardiogram secara umum bersifat aman, cepat, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun rasa tidak nyaman mungkin saja timbul ketika elektroda dilepas dari kulit, atau muncul ruam kulit di lokasi penempelan elektroda.

penyakit jantungsakit jantungserangan jantung

American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/diagnosing-a-heart-attack/electrocardiogram-ecg-or-ekg
Diakses pada 1 November 2021

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/electrocardiogram/
Diakses pada 1 November 2021

Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/electrocardiogram/
Diakses pada 11 Februari 2020

Heart and Stroke. https://www.heartandstroke.ca/heart/tests/electrocardiogram
Diakses pada 1 November 2021

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/ekg/about/pac-20384983
Diakses pada 1 November 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/electrocardiogram
Diakses pada 1 November 2021

WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/electrocardiogram-ekgs#1
Diakses pada 1 November 2021

Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/event-monitor
Diakses pada 1 November 2021

Stanford Healthcare. https://stanfordhealthcare.org/medical-tests/e/ekg/types.html
Diakses pada 1 November 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email