Elektrokardiogram

Prosedur elektrokardiogram (EKG) dilakukan dengan menempelkan elektroda pada dada pasien
Elektrokardiogram akan mengukur aktivitas elektrik jantung melalui elektroda

Apa itu elektrokardiogram?

Electrocardiogram (ECG) atau elektrokardiogram (EKG) adalah pemeriksaan sederhana untuk mengukur irama dan aktivitas listrik jantung. Karena itu, prosedur ini juga sering disebut rekam jantung.

Tiap kali jantung berdetak, aliran listrik akan mengalir dan memicu kontraksi otot jantung. Kontraksi otot ini menyebabkan jantung mampu memompa darah ke seluruh tubuh.

Pada pemeriksaan EKG, aliran listrik jantung direkam oleh mesin dan hasilnya akan diperiksa untuk melihat ada tidaknya gangguan atau kerusakan jantung.

Berapa biaya elektrokardiogram?

Biaya elektrokardiogram bisa berbeda-beda pada tiap klinik maupun fasilitas kesehatan. Namun secara umum, biaya pemeriksaan ini di rumah sakit swasta dimulai dari Rp 500.000.

Kenapa elektrokardiogram diperlukan? 

Pemeriksaan rekam jantung diperlukan untuk:

  • Mendeteksi adanya ritme jantung tidak normal yang dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan darah di pembuluh darah.
  • Mendeteksi adanya kelainan jantung, seperti serangan jantung, aritmia, sumbatan arteri koroner, kerusakan otot jantung, pembesaran jantung, dan peradangan pada lapisan pelindung jantung (perikarditis).
  • Mendeteksi kondisi medis lain, misalnya gangguan keseimbangan elektrolit dan penyakit paru.
  • Memantau proses penyembuhan setelah serangan jantung, perkembangan penyakit jantung, dan mengevaluasi efektivitas obat jantung atau alat pacu jantung.
  • Menyingkirkan kemungkinan penyakit jantung pada pasien yang akan melakukan operasi.

Siapa yang membutuhkan elektrokardiogram?

Pemeriksaan elektrokardiogram direkomendasikan bagi pasien yang memiliki gejala gangguan jantung. Gejala tersebut bisa berupa:

  • Nyeri dada
  • Jantung berdebar
  • Gangguan irama jantung (aritmia)
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Badan lemas
  • Cepat lelah

Selain itu, rekam jantung juga direkomendasikan bagi pasien dengan kondisi tertentu berikut:

  • Pernah mengalami serangan jantung atau masalah jantung lainnya
  • Memiliki riwayat penyakit jantung dalam keluarga
  • Sudah direncanakan akan menjalani operasi karena kondisi jantung perlu dinilai sebelum prosedur
  • Pengguna alat pacu jantung karena EKG dapat mengevaluasi efektivitas dari alat pacu jantung
  • Sedang mengonsumsi obat untuk menangani penyakit jantung karena evaluasi efektivitas obat dapat dinilai melalui elektrokardiogram
  • Mengalami gangguan keseimbangan elektrolit

Seberapa sering Anda harus menjalani elektrokardiogram?

Apabila hasil elektrokardiogram menunjukkan hasil yang normal, pemeriksaan cukup dilakukan satu kali dan tanpa tes lanjutan. 

Namun lain halnya bila hasil tes memperlihatkan adanya gangguan pada jantung. Pasien mungkin membutuhkan pemeriksaan EKG ulang atau tes penunjang lainnya, misalnya USG jantung (ekokardiogram).

Apa saja persiapan untuk menjalani elektrokardiogram?

Tidak ada persiapan khusus sebelum pemeriksaan elektrokardiogram. Pasien dapat makan dan minum seperti biasa.

Namun agar berjaga-jaga agar hasil rekam jantung tidak terganggu, Anda dianjurkan untuk menerapkan aktivitas di bawah ini sebelum pemeriksaan:

  • Tidak merokok sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Tidak minum air es dan berolahraga.
  • Menghindari pemakaian krim atau lotion berminyak karena elektroda bisa sulit menempel di kulit.
  • Sebisa mungkin tidak mengenakan celana panjang karena elekroda juga perlu ditempelkan pada kaki.
  • Mengenakan pakaian yang mudah dilepas agar elektroda mudah dipasang pada kulit dada.
  • Cukur bulu dada jika Anda memilikinya.

Bagaimana prosedur elektrokardiogram dilakukan?

Pemeriksaan elektrokardiogram dapat dilakukan di klinik ataupun rumah sakit. Prosedurnya adalah sebagai berikut:

  • Pasien diminta berbaring di meja pemeriksaan.
  • Pasien akan diminta membuka pakaian atas.
  • Melepas aksesoris seperti kalung, gelang, ikat pinggang, handphone yang mungkin dapat mempengaruhi hasil.
  • Petugas medis akan meletakkan beberapa elektroda pada lengan, kaki, dan dada pasien.
  • Elektroda yang terhubung ke komputer tersebut akan merekam aktivitas listrik jantung.
  • Aktivitas listrik jantung akan ditampilkan di layar komputer dan hasilnya dicetak pada lembaran kertas.

Prosedur rekam jantung biasanya hanya berlangsung selama beberapa menit. Selama proses ini, jangan menggerakan anggota tubuh dan jangan berbicara.

Seperti apa hasil tes elektrokardiogram?

Dokter akan memeriksa adanya irama dan denyut jantung yang tidak normal. Kondisi-kondisi ini dapat menjadi pertanda adanya masalah pada jantung Anda. Berikut penjelasannya:

  • Denyut jantung

Denyut jantung normal berkisar antara 60-100 denyut per menit. Biasanya, denyut ini dapat diukur dari nadi.

Pemeriksaan elektrokardiogram dibutuhkan apabila jantung Anda berdetak terlalu cepat, terlau lambat, tidak teratur, atau detaknya sulit dihitung.

  • Irama jantung

Rekam jantung bisa menunjukkan adanya gangguan irama jantung (aritmia). Aritmia terjadi ketika terdapat gangguan pada sistem aliran listrik jantung. Konsumsi obat-obatan tertentu seperti beta-blocker juga dapat menyebabkan masalah ini.

  • Serangan jantung

Serangan jantung, baik yang sedang atau yang pernah terjadi dapat terdeteksi dari pemeriksaan elektrokardiogram. EKG juga bisa menunjukkan bagian jantung mana yang mengalami kerusakan akibat serangan jantung.

  • Kurangnya suplai oksigen dan darah ke jantung

Pemeriksaan EKG dapat mendeteksi apakah nyeri dada disebabkan oleh kurangnya aliran darah dan oksigen ke otot jantung.

  • Kelainan struktur jantung

Adanya kelainan struktur jantung seperti pembesaran pada ruang-ruang jantung, juga dapat dideteksi dari pemeriksaan ini.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah elektrokardiogram?

Setelah pemeriksaan rekam jantung, pasien dapat melanjutkan aktivitas seperti biasa. Dokter akan memberi tahu hasilnya segera setelah tes dilakukan. Perlu atau tidaknya penanganan lebih lanjut akan tergantung dari hasil pemeriksaan ini.

Apa saja risiko elektrokardiogram?

Elektrokardiogram secara umum bersifat aman, cepat, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Namun rasa tidak nyaman mungkin saja timbul ketika elektroda dilepas dari kulit, atau muncul ruam kulit di lokasi penempelan elektroda.

American Heart Association. https://www.heart.org/en/health-topics/heart-attack/diagnosing-a-heart-attack/electrocardiogram-ecg-or-ekg
Diakses pada 11 Februari 2020

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/electrocardiogram/
Diakses pada 11 Februari 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/lab-tests/electrocardiogram/
Diakses pada 11 Februari 2020

Heart and Stroke. https://www.heartandstroke.ca/heart/tests/electrocardiogram
Diakses pada 11 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/ekg/about/pac-20384983
Diakses pada 11 Februari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/electrocardiogram
Diakses pada 11 Februari 2020

WebMD. https://www.webmd.com/heart-disease/electrocardiogram-ekgs#1
Diakses pada 11 Februari 2020

Artikel Terkait

Diabetes dan tekanan darah tinggi menjadi beberapa penyebab serangan jantung di usia muda. (Foto: Instagram/ashrafsinclair)

Ashraf Sinclair Meninggal, Kenali Penyebab Serangan Jantung di Usia Muda

Suami Bunga Citra Lestari (BCL), Ashraf Sinclair, meninggal dunia pada Selasa (18/12/2020) pagi. Menurut manajer BCL, Ashraf meninggal dunia akibat serangan jantung. Sebenarnya, apa penyebab serangan jantung di usia muda?