Elektroensefalografi (EEG)

18 Mar 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Elektroda elektroensefalografi akan dipasang pada kepala pasienElektroda akan dipasang pada kepala pasien

Apa itu elektroensefalografi (EEG)?

Elektroensefalografi (EEG) adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi gelombang otak atau aktivitas listrik dalam otak yang tidak normal.
Pada kondisi normal, sel-sel otak berkomunikasi satu sama lain melalui sinyal listrik. Pemeriksaan EEG dapat membantu dokter dalam mendeteksi ada tidaknya kelainan pada aktivitas listrik otak.Pada EEG, elektroda yang berbentuk seperti piringan logam kecil akan dipasang pada kulit kepala pasien. Elektroda ini akan menganalisis sinyal listrik pada otak dan mengirimkannya ke layar komputer.Hasil pemeriksaan EEG akan berupa garis bergelombang dengan puncak dan lembah. Dokter dapat menilai apabila terdapat pola gelombang listrik yang tidak normal.Pada beberapa pasien, dokter akan memberikan stimulus berupa cahaya, suara, atau sentuhan sambil merekam gelombang otak. Tujuannya adalah mengukur aktivitas listrik pada otak selama stimulus diberikan.

Kenapa elektroensefalografi diperlukan dan siapa yang membutuhkannya?

EEG dilakukan untuk mendeteksi kelainan pada aktivitas listrik otak, yang dapat disebabkan oleh penyakit otak. Elektroensefalografi dapat membantu dokter dalam memastikan atau menyingkirkan kemungkinan beberapa kondisi medis pada pasien. Berikut contohnya:
EEG juga mungkin dilakukan pada pasien dalam kondisi koma untuk memeriksa aktivitas otaknya. Pemeriksaan ini dapat pula dianjurkan guna memantau aktivitas listrik selama operasi otak.

Apa saja persiapan untuk menjalani elektroensefalografi?

Sebelum pemeriksaan EEG dilakukan, beberapa hal di bawah ini perlu diperhatikan:
  • Pasien akan diminta untuk keramas pada malam sebelum pemeriksaan.
  • Pasien tidak boleh memakai produk rambut, seperti gel atau spray, pada hari pemeriksaan.
  • Beritahukan pada dokter terkait obat-obatan yang sedang dikonsumsi oleh
  • Hindari mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein setidaknya delapan jam sebelum EEG.
  • Pada beberapa kasus, pasien akan diberi obat bius agar pasien tetap tenang dan tertidur selama

Bagaimana prosedur elektroensefalografi dilakukan?

Elektroensefalografi dilakukan dengan menggunakan beberapa elektroda yang dipasang pada kulit kepala. Elektroda adalah penghantar aliran listrik yang dapat mengirimkan informasi dari otak ke mesin, sehingga data aliran listrik otak dapat direkam dan diukur.Pemeriksaan EEG biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 60 menit. Prosedurnya meliputi:
  • Pasien diminta berbaring di tempat tidur atau kursi khusus.
  • Teknisi medis akan mengukur ukuran kepala dan menandai lokasi pemasangan
  • Lokasi pemasangan elektroda akan diolesi dengan krim khusus.
  • Selama pemeriksaan dilakukan, elektroda akan bekerja dengan mengirimkan data aktivitas listrik dari otak ke mesin perekam.
  • Mesin tersebut akan mengubah aktivitas listrik menjadi gambar gelombang berpola yang ditampilkan pada layar komputer.
  • Teknisi medis bisa meminta pasien untuk melakukan beberapa hal selama pemeriksaan, seperti menutup mata, menarik napas dalam, atau melihat stimulus cahaya.
  • Setelah tes selesai, teknisi medis akan melepas elektroda-elektroda dari kulit kepala pasien.

Seperti apa hasil tes elektroensefalografi (EEG)?

Dokter spesialis saraf (neurolog) akan menginterpretasikan hasil pemeriksaan EEG. Dokter mungkin akan mengatur jadwal konsultasi untuk membahas hasilnya dengan pasien.Aktivitas listrik dalam otak pasien akan tampak sebagai pola gelombang. Pada hasil EEG yang normal, pola gelombang tanpa adanya kelainan pada otak pasien.

Apa yang harus dilakukan bila hasil elektroensefalografi tidak normal?

Hasil EEG yang tidak normal dapat terjadi karena beberapa kondisi di bawah ini:
  • Epilepsi atau penyakit kejang lainnya
  • Pendarahan pada otak
  • Gangguan tidur
  • Pembengkakan otak (ensefalitis)
  • Tumor
  • Kematian jaringan karena sumbatan pembuluh darah otak
  • Migrain
  • Konsumsi alkohol atau obat-obatan terlarang berlebih
  • Cedera kepala
Dokter akan mendiskusikan hasil pemeriksaan EEG bersama pasien.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah elektroensefalografi?

Tidak ada hal khusus yang perlu dilakukan setelah pemeriksaan elektroensefalografi. Pasien dapat kembali beraktivitas normal.Namun pasien yang diberi obat bius sebelum EEG perlu beristirahat dan tidak berkendara selama beberapa waktu hingga efek obat benar-benar hilang.

Apa saja risiko elektroensefalografi?

Elektroensefalografi tergolong aman dan tidak menimbulkan rasa sakit. Pasien mungkin akan hanya merasa sedikit lelah setelah pemeriksaan.Selain itu, pasien bisa merasa sedikit pusing atau kesemutan selama beberapa menit ketika diminta untuk menarik napas dalam selama pemeriksaan. Beberapa pasien juga mengalami ruam ringan di lokasi pemasangan elektroda.Pasien dengan epilepsi mungkin mengalami kejang selama pemeriksaan. Tapi kondisi pasien akan diawasi dengan ketat sehingga penanganan dapat segera dilakukan.
kejangepilepsicedera kepalatumor otak
Johns Hopskins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/electroencephalogram-eeg
Diakses pada 18 Maret 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/eeg
Diakses pada 18 Maret 2020
Healthline. https://www.nhs.uk/conditions/electroencephalogram/
Diakses pada 18 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email