Donor Mata (Kornea)

Donor kornea umumnya berasal dari pendonor yang sudah meninggalDonor kornea bisa berasal dari pendonor yang sudah meninggal atau masih hidup

Apa itu donor mata (kornea)?

Donor mata adalah pengambilan mata (khususnya kornea) untuk disumbangkan pada orang yang membutuhkan. Organ mata yang didonorkan ini umumnya berasal dari orang yang sudah meninggal, tapi tidak menutup kemungkinan berasal dari pendonor masih hidup.
Donor mata bisa dilakukan untuk berbagai bagian. Mulai dari sklera (bagian putih bola mata) dan kornea. Namun bagian mata yang paling sering disumbangkan adalah kornea.Donor sklera diperlukan bagi orang yang mengalami glaukoma. Sedangkan donor kornea dibutuhkan untuk transplantasi kornea.Donor kornea biasanya diambil dari orang yang sudah meninggal dan telah mendaftarkan diri sebagai pendonor organ saat ia masih hidupnya.Meski begitu, donor kornea juga bisa dilakukan oleh orang yang masih hidup. Misalnya, orang yang mengalami tumor di bagian belakang bola mata dan menjalani pengangkatan bola mata. Bila bagian kornea pasien pengangkatan bola mata tersebut masih sehat, ia dapat mendonorkan korneanya untuk orang lain.Karena donor kornea adalah bagian dari donor mata yang paling sering dilakukan, artikel ini akan membahas donor kornea dengan lebih detail.

Kenapa donor mata (kornea) dilakukan?

Donor kornea bukanlah prosedur medis yang wajib dilakukan. Hanya orang yang bersedia menjadi pendonorlah yang sebaiknya menyumbangkan korneanya.Tujuan donor kornea adalah membantu orang lain yang mengalami gangguan, jaringan parut, atau infeksi pada kornea, sehingga mengalami kebutaan.Kornea mata yang telah disumbangkan dapat digunakan untuk transplantasi kornea pada orang yang mengalami kondisi-kondisi berikut:
  • Keratopati bulosa, yakni pembengkakan kornea yang permanen.
  • Keratokonus, yakni pengecilan ukuran kornea, terutama di bagian tengah. Pada kondisi ini, kornea penderita juga menipis dan permukaannya menjadi tidak rata.
  • Cedera mata yang merusak kornea.
  • Terbentuk jaringan parut pada kornea akibat cedera mata.
  • Kelainan bawaan yang menyebabkan kornea menjadi keruh.
  • Infeksi bakteri berat pada kornea.
Transplantasi kornea sebaiknya tidak dilakukan pada orang yang mengalami kebutaan total dan sama sekali tidak dapat melihat cahaya. Pasalnya, angka keberhasilan prosedur ini termasuk rendah.

Siapa yang tidak boleh menjadi pendonor kornea?

Semua orang sejatinya bisa menjadi pendonor kornea. Namun ada kelompok orang tertentu yang tidak boleh menyumbangkan mata maupun korneanya untuk orang lain.Kalangan yang tidak boleh menjadi pendonor tersebut adalah orang yang:
  • Mengalami penyakit infeksi, misalnya hepatitis dan AIDS
  • Menderita gangguan fungsi kornea
  • Telah menjalani prosedur LASIK

Apa saja persiapan sebelum menjadi donor mata (kornea)?

Bagi orang yang berminat menjadi pendonor kornea setelah meninggal, ia harus mendiskusikan keputusannya dengan matang bersama keluarga serta orang terdekatnya. Setelah itu, ia perlu melakukan pendaftaran sebagai pendonor organ.Di beberapa negara, orang yang telah mendaftarkan diri sebagai pendonor organ akan mendapatkan kartu khusus. Kartu ini menerangkan kesedian orangg tersebut untuk menjadi pendonor organ setelah ia meninggal.Kartu khusus tersebut akan membantu petugas medis untuk melakukan identifikasi bahwa orang yang bersangkutan adalah pendonor, contohnya ketika ia tewas karena kecelakaan.Apabila ada korban kecelakaan yang tewas dan memiliki kartu pendonor, kebijakan di sebagian negara menuntut petugas medis untuk mencari keluarga atau walinya sebelum mengambil organ donor. Langkah ini bertujuan meminta persetujuan penyumbangan organ, termasuk donor kornea, dari keluarga korban.Bila pendonor belum pernah mendaftarkan diri sebagai pendonor, namun telah memberitahukan niatnya pada keluarga maupun wali, keluarga atau wali yang bersangkutan dapat menandatangani formulir persetujuan penyumbangan organ dari pendonor.

Bagaimana donor mata (kornea) dilakukan?

Setelah pendonor siap dan persetujuan keluarga telah didapatkan, dokter akan mengangkat mata dan kornea. Prosedur pengangkatan ini harus dilakukan secepat mungkin untuk menjaga fungsi kornea.Bila donor kornea tidak memenuhi persyaratan (misalnya, berisiko menularkan infeksi pada penerima donor atau fungsi kornea yang kurang baik), donor kornea tetap dilakukan untuk tujuan penelitian. Hal ini pun tentu dilakukan sesudah pihak rumah sakit mendapatkan izin dari keluarga atau wali pendonor.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah donor mata (kornea)?

Pada kasus donor kornea yang diambil bersamaan dengan pengangkatan bola mata pada pasien yang masih hidup, dokter akan memberikan penanganan lebih lanjut yang diperlukan. Petunjuk dokter ini harus dipatuhi dengan saksama agar proses pengobatan berjalan lancar.Dokter juga bisa menawarkan pasien untuk menggunakan protesa mata bila dirasa perlu. Mata buatan ini adalah protesa yang menutupi struktur dalam rongga mata.

Apa saja komplikasi donor mata (kornea)?

Untuk pendonor yang sudah meninggal, tidak ada komplikasi yang bisa terjadi. Namun bagi orang yang mendonorkan matanya ketika masih hidup, komplikasi donor mata atau kornea berkaitan dengan risiko operasi pengangkatan bola mata.Komplikasi tersebut umumnya meliputi infeksi dan perdarahan dari lokasi operasi, yakni pada lubang mata bekas bola mata yang diangkat.
penyakit mata
UI Hospital and Clinic. https://uihc.org/health-topics/eye-donor-awareness-frequently-asked-questions
Diakses pada 14 Juli 2020
Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/corneal-transplantation-and-donation
Diakses pada 14 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email