Donor Ginjal

08 Apr 2021|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Donor ginjal bisa diperoleh dari pendonor yang masih hidup maupun yang telah meninggal.Donor ginjal diperlukan untuk menggantikan ginjal yang tidak lagi bisa menyaring sisa metabolisme dalam darah.

Apa itu prosedur donor ginjal?

Prosedur donor ginjal adalah prosedur pemberian ginjal dari satu orang ke orang lain melalui operasi transplantasi organ. Donor ginjal bisa didapatkan dari dua cara, yaitu living donor dimana ginjal diambil dari pendonor yang masih hidup dan deceased donor dimana ginjal diambil dari orang yang sudah meninggal. Prosedur ini biasanya dilakukan saat ada pasien yang menderita gagal ginjal. 
Seseorang dinyatakan mengalami gagal ginjal apabila ginjalnya tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Akibatnya, ginjal tidak bisa menyaring sisa metabolisme yang berada di darah maupun menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.Pasien gagal ginjal biasanya menjalani perawatan yang disebut cuci darah. Perawatan ini secara mekanis dapat menyaring limbah yang menumpuk di aliran darah ketika ginjal tidak berfungsi. Cuci darah merupakan proses yang panjang dan harus dilakukan secara berkala demi mempertahankan keberlangsungan hidup pasien gagal ginjal.

Dengan adanya donor ginjal, pasien dapat menjalani transplantasi ginjal dan terbebas dari proses cuci darah. Transplantasi ini ini memungkinkan pasien untuk hidup aktif dengan ginjal yang sehat.

Apa saja jenis donor ginjal?

Terdapat dua jenis kategori donor yaitu:

1. Living-donor kidney transplant:

Ginjal yang didonorkan dapat berasal dari ginjal pendonor yang masih hidup. Orang yang menjadi donor ginjal hidup, dapat memberikan salah satu ginjalnya atau sebagian dari organ tersebut, tergantung dari kebutuhan medis dan kondisi pendonor maupun penerima donor.

2. Deceased-donor kidney transplant:

Ginjal yang didonorkan diambil dari orang yang sudah meninggal.Pendonor biasanya berasal dari anggota keluarga pasien. Sebab, kemiripan genetik yang dimiliki dalam keluarga biasanya membuat ginjal donor cocok dengan pasien. Namun tidak menutup kemungkinan pendonor berasal dari luar garis keluarga selama memiliki kecocokan dengan pasien.

Apa saja syarat untuk donor ginjal?

Proses donor ginjal dapat dilakukan saat ada pendonor yang bersedia memberikan salah satu atau sebagian ginjalnya kepada orang lain yang membutuhkan. Di Indonesia, ada peraturan khusus yang perlu diikuti agar seseorang bisa menjadi pendonor organ termasuk ginjal.Untuk bisa menjadi pendonor ginjal, ada syarat yang harus dipenuhi, baik secara medis maupun administratif, seperti berikut ini.

Syarat medis untuk menjadi donor ginjal

Beberapa kriteria medis yang perlu dipenuhi calon pendonor ginjal adalah:
  • Bersedia mengikuti seluruh pemeriksaan dan evaluasi medis sebelum operasi donor dilakukan dan menerima risiko operasi
  • Sehat secara fisik dan mental
  • Memiliki kecocokan golongan darah dengan penerima donor
  • Memiliki ginjal yang berfungsi normal
  • Secara antibodi, ginjal pendonor cocok dengan penerima donor
  • Memiliki indeks massa tubuh di bawah 30 (hanya untuk pendonor dan penerima donor dengan kondisi tertentu)
  • Tidak memiliki riwayat darah tinggi (hanya untuk pendonor dan penerima donor dengan kondisi tertentu)
  • Tidak memiliki riwayat batu ginjal (hanya untuk pendonor dan penerima donor dengan kondisi tertentu)
  • Tidak memiliki riwayat diabetes, penyakit jantung, dan kanker
  • Tidak sedang menderita penyakit ginjal kronis
  • Tidak memiliki kondisi yang membahayakan apabila menjalani operasi donor ginjal seperti kehamilan, berat badan di bawah normal, dan lain-lain.
Syarat medis tambahan mungkin perlu dipenuhi pendonor ginjal, tergantung dari kondisi penyakit yang diderita penerima donor. Dokter akan memberikan daftar syarat berdasarkan kondisi penerima donor.

Syarat administratif untuk menjadi donor ginjal

Berikut syarat administratif yang perlu dipenuhi untuk menjadi pendonor ginjal berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.38 Tahun 2016:
  • Surat keterangan sehat dari dokter yang memiliki Surat Izin Praktek (SIP) yang masih berlaku
  • Telah berusia setidaknya 18 (delapan belas) tahun, dibuktikan dengan KTP, kartu keluarga, dan/atau akta kelahiran
  • Membuat pernyataan tertulis tentang kesediaan pendonor menyumbangkan organ tubuhnya secara sukarela tanpa meminta imbalan
  • Memiliki alasan menyumbangkan organ tubuhnya kepada penerima donor secara sukarela
  • Mendapat persetujuan suami atau istri, anak yang sudah dewasa, orang tua kandung, atau saudara kandung pendonor
  • Membuat pernyataan memahami indikasi, kontra indikasi, risiko, prosedur transplantasi organ, panduan hidup pascatransplantasi organ, serta pernyataan persetujuannya
  • Membuat pernyataan tidak melakukan penjualan organ ataupun perjanjian khusus lain dengan pihak penerima donor.

Apa yang membuat seseorang perlu menerima donor ginjal?

Dibandingkan dari cuci darah yang harus dilakukan seumur hidup, transplantasi ginjal dapat mengobati penyakit ginjal kronis atau penyakit ginjal tahap akhir, untuk membantu Anda merasa lebih baik dan hidup lebih lama.Gejala-gejala penurunan fungsi ginjal adalah:
  • Pembengkakan pada tubuh
  • Tidak bisa buang air kecil
  • Penurunan kesadaran
  • Tubuh terasa gatal
  • Lemas
  • Pucat
Pasien gagal ginjal yang telah menjalani donor ginjal akan mendapat manfaat berikut ini dari donor ginjal:
  • Kualitas hidup yang lebih baik
  • Risiko kematian yang lebih rendah
  • Pengurangan pantangan makan maupun minum
  • Biaya perawatan lebih rendah

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani prosedur donor ginjal?

Sebelum prosedur dilakukan, tim medis akan memastikan kondisi pendonor maupun penerima donor memenuhi syarat kelayakan untuk prosedur ini.Evaluasi dilakukan melalui serangkaian tes yang terdiri dari:
  • Tes golongan darah. Tes ini dilakukan untuk memastikan kecocokan golongan darah pendonor dan penerima donor.
  • Tes crossmatch. Pada tes ini, dokter akan mencampur sampel darah pendonor dan penerima untuk melihat reaksi darah keduanya. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada antibodi yang akan menyebabkan kegagalan pada transplantasi ginjal.
  • HLA typing. Pemeriksaan ini dilakukan untuk melihat kecocokan penanda genetik tertentu antara pendonor dan penerima.
  • Pemeriksaan darah lainnya, untuk memeriksa kesehatan ginjal dan hati.
  • Pemeriksaan urine sebagai penanda kondisi ginjal
  • Rontgen dada
  • Pemeriksaan ginjal
  • EKG
  • Pemeriksaan fisik menyeluruh seperti pemeriksaan tekanan darah, diabetes, penyakit ginjal, hati, kanker, HIV atau hepatitis
Setiap pusat donor ginjal memiliki kriteria kelayakannya sendiri. Jika Anda tidak diterima di satu pusat transplantasi, Anda dapat mendaftar ke tempat yang lain.

Apa yang dilakukan dokter pada prosedur donor ginjal?

Operasi donor ginjal bisa juga disebut sebagai donor nephrectomy. Operasi ini dilakukan di bawah pengaruh bius total, sehingga orang yang menjalaninya akan tidak sadarkan diri selama proses pengambilan ginjal berlangsung. Operasi umumnya akan berlangsung selama dua hingga tiga jam.Operasi donor ginjal dilakukan dengan menggunakan teknik invasif minimal. Artinya, tim dokter tidak akan melakukan pembukaan jaringan yang terlalu besar. Operasi dilakukan menggunakan teknik laparoskopi nefrektomi, dengan tahapan sebagai berikut:
  • Dokter membuat dua hingga tiga sayatan kecil di sekitar pusar. 
  • Sayatan tersebut akan digunakan sebagai tempat masuk alat laparoskop yang berbentuk seperti selang kecil yang dilengkapi dengan pisau dan kamera, sehingga dokter dapat melihat kondisi organ di dalam tanpa harus membuka jaringan terlalu besar.
  • Setelah ginjal berhasil diambil, dokter akan mengeluarkannya lewat sayatan yang sedikit lebih besar di bawah pusar.

Apa yang harus dilakukan setelah menjalani operasi donor ginjal?

Setelah operasi donor ginjal selesai, pendonor biasanya diinstruksikan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit selama dua sampai tiga hari. Setelah itu, pendonor akan diinstruksikan untuk melakukan kontrol secara rutin, terutama saat 6 bulan, 12 bulan, dan 24 bulan setelah operasi.Selama masa pemulihan, dokter juga dapat memberikan beberapa pantangan dan instruksi lainnya, seperti:
  • Jangan duduk atau tiduran dalam jangka waktu yang terlalu lama
  • Tidak menyetir kendaraan selama satu atau dua minggu setelah operasi
  • Tidak mengangkat benda berat (> 4,5 kg) selama satu bulan
  • Rutin merawat luka operasi sesuai instruksi yang diberikan
  • Mengonsumsi obat-obatan yang diberikan
  • Mengonsumsi makanan yang sehat
  • Tidak melakukan olahraga yang terlalu berat atau menyebabkan banyak benturan
Orang yang menjalani operasi donor ginjal biasanya dapat kembali beraktivitas seperti biasa setelah dua hingga empat minggu. 

Apa risiko dari prosedur donor ginjal?

Prosedur donor ginjal secara umum aman untuk dilalui. Dengan teknologi kedokteran yang semakin maju, risiko terjadinya komplikasi pascaoperasi semakin lama semakin sedikit. Meski begitu, risiko tersebut tetap perlu diwaspadai kemunculannya. Berikut ini beberapa hal yang bisa terjadi setelah operasi donor ginjal:
  • Nyeri di area operasi
  • Infeksi 
  • Kehilangan banyak darah
  • Terbentuknya gumpalan darah
  • Alergi terhadap obat bius yang digunakan
  • Pneumonia
  • Kerusakan jaringan di organ sekitar ginjal
Sementara itu, dalam jangka panjang, beberapa risiko yang dapat muncul antara lain:
  • Tekanan darah tinggi
  • Meningkatnya kadar protein di urine
  • Hernia
  • Gagal ginjal
donor ginjalproses donor ginjaltransplantasi ginjal
Healthline. https://www.healthline.com/health/kidney-transplant#risks
Diakses pada 17 Mei 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/kidney-transplant/about/pac-20384777
Diakses pada 17 Mei 2020
WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/kidney-donor-selection#1
Diakses pada 17 Mei 2020
Kidney. https://www.kidney.org/transplantation/livingdonors/general-information-living-donation
Diakses pada 17 Mei 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5255989/
Diakses pada 17 Mei
Lahey Hospital and Medical Center. https://www.lahey.org/lhmc/department/transplantation/live-donor-kidney-transplant/requirements/
Diakses pada 30 Maret 2021
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 38 tahun 2016.American Transplantation Foundation. https://www.americantransplantfoundation.org/about-transplant/living-donation/about-living-donation/
Diakses pada 8 April 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/donor-nephrectomy/about/pac-20384867
Diakses pada 8 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email