Dermabrasi

Ditinjau olehdr. Reni Utari
Dermabrasi dilakukan dengan menempelkan alat khusus berujung sikat pada kulitDermabrasi dilakukan menggunakan alat khusus dengan sikat di ujungnya pada kulit Anda

Apa itu dermabrasi?

Dermabrasi adalah prosedur pengelupasan kulit menggunakan alat khusus yang berputar untuk mengangkat lapisan kulit terluar. Dengan ini, sel-sel kulit baru yang lebih sehat dapat muncul dan kulit akan tampak lebih halus. Prosedur ini populer dilakukan untuk mengatasi kerutan, kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari, bekas jerawat, dan tekstur kulit yang tidak rata.
Karena alat yang digunakan sedikit tajam akibat kristal-kristal yang ada di lapisannya, maka dokter biasanya akan memberikan anestesi atau bius lokal di area kulit yang akan dirawat agar Anda tidak merasa sakit selama dermabrasi berlangsung.

Siapa yang boleh dan tidak boleh menjalani dermabrasi? 

Dermabrasi dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai masalah kulit yang meliputi:
  • Bekas jerawat, operasi, atau lesi lainnya
  • Kerutan halus, terutama di sekitar bibir
  • Kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari berlebihan, contohnya bintik-bintik hitam (freckles)
  • Tato
  • Warna kulit yang belang
  • Pembengkakan dan kemerahan pada hidung (rinophyma)
  • Bercak kulit yang mungkin berpotensi menjadi kanker (actinic keratosis)
Dermabrasi sebenarnya bukan prosedur yang wajib dilakukan dan hanya bersifat opsional. Bila Anda mengalami kondisi kulit seperti yang tertera di atas dan ingin memperbaikinya, prosedur ini mungkin menjadi pilihan yang tepat bagi Anda. Namun tidak semua orang bisa menjadi kandidat yang cocok untuk menjalani dermabrasi. Dermabrasi terutama ditujukan bagi orang yang:
  • Belum pernah mengonsumsi obat jerawat isotretinoin dalam setahun terakhir
  • Tidak memiliki riwayat keluarga yang mengalami kulit tidak rata akibat keloid 
  • Tidak sedang jerawatan atau mengalami infeksi kulit lain yang menyebabkan kulit bernanah
  • Tidak mengalami infeksi herpes simpleks kambuhan
  • Tidak memiliki bekas luka akibat luka bakar atau karena terapi radiasi.

Seberapa sering Anda harus menjalani dermabrasi?

Perlu Anda ingat bahwa hasil dermabrasi tidak permanen. Anda mungkin membutuhkan prosedur ini lebih dari sekali untuk menghilangkan kerutan halus akibat penuaan atau kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari di kemudian hari.Bila Anda memiliki bekas luka yang dalam pada kulit Anda atau bila kulit yang ingin diterapi cukup luas, Anda mungkin harus menjalani dermabrasi beberapa kali guna mencapai hasil yang diinginkan. 

Apa saja persiapan untuk menjalani dermabrasi?

Sebelum memutuskan melakukan dermabrasi, konsultasikanlah dengan dokter terlebih dahulu. Pada saat berkonsultasi, dokter akan mengevaluasi riwayat penyakit Anda, melakukan pemeriksaan fisik, dan memberikan Anda waktu untuk mendiskusikan harapan Anda dari prosedur ini. Hal yang perlu Anda siapkan sebelum menjalani dermabrasi meliputi:
  • Berhenti menggunakan beberapa macam obat, seperti obat pengencer darah atau obat-obatan lain yang dapat menyebabkan kulit Anda menjadi lebih gelap.
  • Berhenti merokok. Bila Anda merokok, dokter akan menyarankan Anda untuk berhenti merokok selama 1-2 minggu sebelum dan setelah prosedur. Pasalnya, merokok dapat mengurangi aliran darah di kulit dan memperlambat proses penyembuhan.
  • Dokter terkadang memberikan suntikan botoks setidaknya tiga hari sebelum prosedur agar hasil setelah dermabrasi bisa lebih baik
  • Dokter mungkin merekomendasikan Anda untuk menggunakan krim retinoid seperti tretinoin, selama beberapa minggu sebelum prosedur. Langkah ini bertujuan membantu dalam mempercepat pemulihan kulit setelah dermabrasi.
  • Menghindari paparan sinar matahari langsung sebelum prosedur dengan menggunakan tabir surya atau pelindung (seperti topi, kacamata hitam, serta baju lengan panjang) bila berada di luar ruangan.

Bagaimana prosedur dermabrasi dilakukan?

Prosedur dermabrasi dapat dilakukan sebagai layanan rawat jalan, tapI terkadang membutuhkan rawat inap. Garis besar langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  • Dokter akan membersihkan area kulit yang ditargetkan dengan cairan antiseptik.
  • Tergantung luasnya area kulit Anda, pembiusan dapat dilakukan berupa bius umum atau lokal. Sebagian besar prosedur dermabrasi menggunakan bius lokal dengan obat bius yang dioleskan pada bagian kulit yang ditargetkan.
  • Dokter kemudian menutup mata Anda dan menandai area kulit mana yang menjadi target terapi.
  • Dokter akan menggunakan alat khusus dengan ujung seperti sikat (dermabrader) untuk mengikis permukaan kulit Anda. Langkah ini dilakukan dengan memberikan tekanan yang konstan dan lembut melalui alat ini. 
Proses dermabrasi dapat berlangsung selama beberapa menit sampai lebih dari satu jam. Durasi ini tergantung pada seberapa luas kulit yang menjalani perawatan. 

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah dermabrasi?

Setelah menjalani dermabrasi, kulit Anda mungkin saja menjadi merah, bengkak, dan sedikit nyeri. Jika muncul sensasi kesemutan dan rasa seperti terbakar, Anda bisa menggunakan kompres atau perban khusus dari dokter untuk menguranginya. Kompres juga dapat digunakan untuk mempercepat penyembuhan luka. Kulit Anda mungkin akan sering terasa gatal bersamaan dengan tumbuhnya kulit baru. Kulit yang baru ini bisa lebih sensitif dan berwarna kemerahan dibandingkan biasanya , Tapi kondisi ini hanya akan berlangsung selama beberapa minggu setelah prosedur. Berikut langkah yang bisa Anda lakukan untuk mempercepat proses pemulihan kulit sekaligus mencegah komplikasi akibat dermabrasi:
  • Melakukan kontrol rutin ke dokter setelah menjalani dermabrasi. Dokter bisa memantau efek samping seperti kulit yang semakin memerah, bengkak, atau terus gatal meski proses penyembuhan sudah berlangsung. 
  • Mengganti perban dan membersihkan kulit sesuai petunjuk dokter.
  • Jangan mengkonsumsi minuman atau makanan beralkohol dalam 48 jam setelah tindakan.
  • Tidak mengonsumsi obat aspirin atau ibuprofen dalam seminggu pascaprosedur.
  • Berhenti merokok.
  • Sebisa mungkin menghindari paparan sinar matahari langsung selama 3-6 bulan. Misalnya, selalu menggunakan tabir surya dan pelindung kulit (seperti topi dan kacamata hitam).
  • Mengonsumsi obat penghilang nyeri yang diresepkan oleh dokter bila Anda tidak dapat menahan nyeri setelah prosedur.
Proses pemulihan kulit setelah dermabrasi dapat memakan waktu selama beberapa bulan. Pembengkakan akan berkurang dalam beberapa hari sampai beberapa minggu, sementara kemerahan akan hilang dalam waktu kira-kira tiga bulan.Sesudah area kulit Anda pulih, Anda akan merasakan bahwa tekstur kulit Anda lebih halus dibandingkan sebelumnya. 

Apa saja risiko dermabrasi?

Risiko dermabrasi serupa seperti risiko prosedur pembedahan lainnya. Mulai dari perdarahan, infeksi, serta reaksi alergi terhadap obat bius.Sedangkan risiko dan efek samping dermabrasi lainnya yang lebih spesifik meliputi:
  • Timbul jerawat
  • Perubahan warna kulit 
  • Pembesaran pori-pori kulit yang biasanya hanya berlangsung sementara
  • Kemerahan dan pembengkakan pada kulit 
  • Efek samping yang jarang, namun masih mungkin terjadi setelah prosedur ini antara lain bekas luka yang besar dan timbulnya keloid.
Meski begitu, kemungkinan risiko-risiko dermabrasi tersebut dapat dikurangi bila Anda rutin kontrol ke dokter dan mengikuti instruksi dokter.
kulit sehatperawatan kulitkesehatan kulit
Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/dermabrasi/about/pac-20393764
Diakses pada 5 Februari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/dermabrasi
Diakses pada 5 Februari 2020
Dermnet NZ. https://dermnetnz.org/topics/dermabrasi/
Diakses pada 5 Februari 2020
WebMd. https://www.webmd.com/beauty/cosmetic-procedures-dermabrasi#1
Diakses pada 5 Februari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email