CT Scan

14 Jan 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
CT Scan adalah alat yang digunakan untuk melihat gambaran organ dalam tubuhCT Scan adalah prosedur untuk memeriksa organ dalam tubuh secara rinci

Apa itu prosedur pemeriksaan CT scan?

Computed tomography scan atau CT scan adalah prosedur pemeriksaan yang menggunakan komputer dan sinar X untuk melihat struktur dan jaringan dalam tubuh dari berbagai sudut.

Gambar yang dihasilkan CT scan akan lebih detail daripada rontgen biasa. Kondisi jaringan lunak, pembuluh darah, dan tulang pada berbagai bagian tubuh dapat ikut terlihat lewat prosedur ini.

CT scan memiliki banyak tipe sesuai dengan area tubuh yang perlu diperiksa, antara lain:

  • CT scan abdomen (area perut)
  • CT angiografi (area jantung)
  • CT scan artrografi (area bahu atau lutut dan sendi yang berkaitan)
  • CT scan tulang 
  • CT scan kepala untuk melihat otak
  • CT scan dada untuk melihat kondisi paru-paru
  • CT scan leher
  • CT scan pelvis (area tulang panggul)
  • CT scan batu ginjal
  • CT scan sinus
  • CT scan tulang belakang untuk melihat adanya kelainan pada tulang belakang

Fungsi utama CT scan adalah memberikan hasil pemindaian dalam potongan yang lebih kecil dan detail untuk mendiagnosis penyakit atau cedera. 

Selain kecelakaan, tindakan medis ini sering kali menjadi pemeriksaan pilihan untuk mendiagnosis penyakit kanker, seperti kanker hati, kanker paru, dan kanker pankreas.

Melalui gambaran CT scan, dokter pun dapat merencanakan perawatan medis yang cocok untuk pasien. Contohnya, operasi atau radioterapi.

Kapan prosedur pemeriksaan CT scan perlu dilakukan?

Dokter akan merekomendasikan CT scan bagi pasien untuk beberapa tujuan medis di bawah ini:

  • Mendiagnosis gangguan tulang dan otot, seperti tumor atau patah tulang.
  • Menentukan lokasi tumor, infeksi, atau gumpalan darah.
  • Untuk memandu prosedur medis lain, misalnya bedah, biopsi, dan terapi radiasi.
  • Mendeteksi dan memantau penyakit tertentu, contohnya kanker, penyakit jantung, benjolan pada paru, dan tumor hati.
  • Memantau efektivitas pengobatan tertentu, seperti obat-obatan kanker.
  • Mendeteksi cedera atau perdarahan di bagian dalam tubuh.

Berapa biaya CT scan?

Besarnya biaya yang diperlukan untuk melakukan CT scan bervariasi, tergantung dari rumah sakit, kelas perawatan, dan bagian tubuh mana yang akan diperiksa. 

Berdasarkan standar pemerintah seperti tercantum dalam Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 178/PMK.05/2020, standar biaya CT scan di rumah sakit milik negara dihargai mulai dari Rp1.100.000

Sementara itu, biaya CT scan secara umum di rumah sakit swasta dimulai dari Rp1.600.000.

CT scan juga ditanggung oleh asuransi kesehatan (BPJS Kesehatan), selama memenuhi ketentuan dan indikasi medis yang telah ditentukan dokter.

Siapa yang membutuhkan CT scan?

CT scan termasuk salah satu pemeriksaan penunjang paling cepat dan akurat. Pasalnya, prosedur ini dapat menghasilkan gambar mendetail dari potongan lintang tiap bagian tubuh.

Pemeriksaan CT scan umumnya dianjurkan untuk memeriksa orang dengan kondisi-kondisi berikut:

  • Mengalami cedera, seperti kecelakaan kendaraan bermotor.
  • Mengalami gejala akut, misalnya nyeri perut, sakit dada, atau sesak napas.
  • Berpotensi memiliki tumor atau kanker. CT scan merupakan metode terbaik untuk memastikan keberadaan, mengukur ukuran, mengidentifikasi lokasi, serta penyebaran tumor secara pasti.
  • Membutuhkan pemeriksaan untuk mendeteksi, mendiagnosis, dan menangani penyakit pembuluh darah, seperti emboli paru atau aneurisma aorta.

CT scan juga digunakan pada pasien anak-anak untuk mengevaluasi penyakit-penyakit di bawah ini:

  • Limfoma
  • Neuroblastoma
  • Tumor ginjal
  • Malformasi kongenital jantung, ginjal, dan pembuluh darah
  • Cystic fibrosis
  • Komplikasi radang usus buntu
  • Komplikasi pneumonia
  • Inflammatory bowel disease (IBD)
  • Cedera berat

Seberapa sering Anda harus menjalani CT scan?

Umumnya CT scan dilakukan sekali. Begitu hasilnya keluar dan dapat dibaca, Anda tidak perlu melakukan pemeriksaan ini lagi.

Namun, terkadang, CT scan ulang dapat dilakukan pada beberapa kondisi tertentu. Misalnya, ketika ada kelainan yang ditemukan pada hasil pemindaian sebelumnya dan membutuhkan evaluasi lebih lanjut.

CT scan ulang juga dapat dilakukan untuk melihat perubahan dari kelainan yang ditemukan pada pemeriksaan sebelumnya. Dengan ini, dokter dapat menentukan keberhasilan pengobatan dan perkembangan kondisi pasien. 

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani CT scan?

Sebelum menjalani prosedur CT scan, terdapat beberapa persiapan yang perlu Anda lakukan, di antaranya:

  • Anda akan diminta untuk berpuasa (tidak makan maupun minum), umumnya 4 jam sebelum melakukan prosedur.
  • Untuk penderita claustrophobia atau fobia terhadap ruangan tertutup, dokter mungkin akan memberikan obat penenang sebelum menjalani CT scan.
  • Informasikan kepada petugas kesehatan mengenai obat-obatan biasa Anda minum secara rutin. Beberapa jenis obat mungkin perlu dihentikan untuk sementara sebelum CT scan dimulai. 
  • Bagi pasien anak-anak, dokter akan merekomendasikan obat bius untuk menjaga anak tetap diam dan tidak bergerak selama pemeriksaan. Pasalnya, gerakan dapat mengganggu proses pemindaian sehingga hasilnya kurang akurat.
  • Pasien diabetes harus menghentikan semua pengobatan pada hari CT scan akan dilakukan, termasuk metformin dan suntikan insulin.

Beberapa persiapan khusus biasanya tergantung pada jenis CT ccan yang akan dijalani. Misalnya pada CT scan perut, pasien disarankan untuk mengonsumsi obat pencahar. Oleh karena itu, pastikan untuk menanyakan terkait persiapan khusus yang harus Anda lakukan pada petugas kesehatan terkait sebelum melakukan prosedur ini. 

Persiapan menerima cairan kontras 

Pada beberapa kasus, cairan pewarna khusus bernama kontras mungkin digunakan dalam pemeriksaan CT scan. Cairan kontras berfungsi memblokir sinar X agar pembuluh darah, usus, dan struktur lainnya terlihat berwarna putih pada hasil pemindaian sehingga dapat diamati dengan lebih jelas.

Cairan kontras dapat diberikan pada pasien melalui tiga cara, mencakup:

  • Lewat mulut
    Apabila bagian tubuh yang akan diperiksa adalah lambung atau kerongkongan, cairan kontras akan diminum oleh pasien.
  • Lewat suntikan
    Cairan kontras juga dapat dimasukkan dengan cara disuntik ke dalam pembuluh darah vena di tangan. Cairan ini akan membantu dokter untuk melihat kantung empedu, saluran kemih, hati, atau pembuluh darah dengan lebih jelas.
  • Lewat dubur (enema)
    Untuk memeriksa bagian usus, dokter akan memasukkan cairan kontras ke dalam dubur (rektum) pasien. 

Sejumlah persiapan yang perlu dilakukan sebelum pasien menerima cairan kontras meliputi:

  • Tes darah. Anda mungkin memerlukan tes darah sebelum menjalani CT scan yang sudah dijadwalkan. Tes darah dapat menentukan pilihan pewarna contrast yang tepat untuk kondisi Anda.
  • Minum obat alergi, jika Anda alergi terhadap CT scan kontras yang mengandung yodium. Biasanya Anda perlu minum obat steroid pada pagi hari pemeriksaan berlangsung dan semalam sebelumnya. Dokter juga akan meresepkan obat antihistamin untuk diminum bersamaan. 
  • Informasikan riwayat penggunaan obat-obatan Anda pada dokter karena beberapa jenis obat dapat memicu reaksi alergi terhadap cairan ini.

Bagaimana prosedur pemeriksaan CT scan?

CT scan dapat dilakukan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain yang menyediakannya. Prosedur ini tidak menyakitkan dan tidak butuh waktu lama.

Umumnya, keseluruhan proses CT scan memakan waktu sekitar 30 menit dengan prosedur sebagai berikut:

  • Pasien diminta melepas pakaian dan menggantinya dengan gaun khusus rumah sakit.
  • Pasien diminta melepas barang-barang yang terbuat dari logam, seperti ikat pinggang, perhiasan, tindik, gigi palsu, bra kawat, dan kacamata. Benda-benda ini dapat memengaruhi hasil pemeriksaan.
  • Pasien berbaring di atas meja pemeriksaan yang akan bergerak masuk ke dalam mesin CT scan yang berbentuk seperti terowongan atau donat.
  • Bantal dan tali pengikat dapat digunakan untuk memastikan pasien berbaring pada posisi yang tepat. Bagi pasien yang melakukan prosedur CT scan kepala, meja akan dipasangi cekungan khusus yang dapat menahan kepala agar posisinya pas. 
  • Selama pemeriksaan, pasien harus tetap berbaring tanpa membuat gerakan. Bahkan, pasien mungkin diminta untuk menahan napas pada saat-saat tertentu guna menghindari buramnya gambar hasil pemeriksaan.
  • Ketika meja bergerak masuk ke dalam mesin CT scan, detektor dan tabung X-ray akan bergerak memutari tubuh pasien. Tiap rotasi dari alat ini akan menghasilkan beberapa gambar irisan tipis dari tubuh. Pasien juga mungkin akan mendengar suara berdengung dari mesin. 

Teknisi medis (radiolog) dapat melihat dan memantau pasien dari ruang terpisah. Pasien bisa berkomunikasi dengan radiolog melalui interkom.

Pada pasien anak, orangtua bisa diizinkan untuk berdiri atau duduk di dekat anak dengan mengenakan baju pelindung khusus guna menghindari paparan radiasi.

Hasil apa yang didapatkan dari prosedur pemeriksaan CT Scan?

Hasil CT scan akan disimpan sebagai data elektronik dan biasanya dapat dilihat di layar komputer. Dokter spesialis radiologi akan menganalisis gambar pemindaian lalu mengirimkan laporannya ke dokter Anda.

Gambar CT scan terbilang normal apabila dokter spesialis radiologi tidak menemukan adanya tumor, gumpalan darah, patah tulang, atau kelainan lain. Jika ditemukan kelainan tertentu pada hasil CT scan, pasien mungkin memerlukan pemeriksaan lanjutan, tergantung kondisi medisnya.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah CT scan?

Setelah CT scan dilakukan, Anda umumnya dapat kembali beraktivitas seperti biasa. Pada beberapa kasus, Anda bisa diminta untuk menunggu beberapa saat sebelum meninggalkan rumah sakit. Langkah ini bertujuan memastikan kondisi Anda baik-baik saja setelah pemeriksaan.

Pada pasien yang menjalani CT scan dengan cairan kontras, dokter akan meminta Anda untuk banyak minum air putih. Langkah ini dilakukan supaya membantu ginjal dalam mengeluarkan cairan tersebut dari tubuh Anda.

Bagi pasien yang sedang menyusui dan mendapatkan suntikan cairan kontras, Anda baru bisa menyusui kembali setelah 24 jam pasca prosedur. Pasalnya, cairan ini bisa masuk ke dalam air susu ibu (ASI).

Adakah risiko dari pemeriksaan CT scan?

Secara umum, CT scan merupakan prosedur yang relatif aman dan jarang menimbulkan risiko. Meski begitu, ada beberapa risiko dan efek samping yang mungkin saja terjadi:

1. Paparan radiasi

Selama prosedur CT scan dilakukan, pasien akan terpapar radiasi dalam waktu singkat. Kadar radiasi pada pemindaian ini lebih besar dibandingkan rontgen karena gambar yang dihasilkan juga lebih detail. 

Akan tetapi, kadar radiasi pada CT scan cenderung rendah dan tidak berbahaya. 

2. Gangguan pada bayi dalam kandungan

Bagi pasien wanita yang sedang hamil, sebaiknya informasikan kehamilan Anda pada dokter menjalani CT scan. 

Walaupun radiasinya tidak berbahaya bagi janin, dokter bisa menganjurkan jenis pemeriksaan lain yang lebih aman, seperti USG atau MRI (magnetic resonance imaging). Hal ini bertujuan untuk meminimalisir paparan radiasi pada janin.

3. Alergi cairan kontras

Meski sangat jarang, cairan kontras dapat menimbulkan masalah medis atau reaksi alergi. Gejala Anda mengalami alergi kontras antara lain munculnya ruam dan rasa gatal pada kulit

Sementara itu, cairan kontras yang mengalami kebocoran di bawah kulit akan menyebabkan rasa nyeri, bengkak, dan merah pada kulit. 

Pada kondisi yang lebih jarang lagi, alergi serius dan mengancam nyawa (anafilaksis) juga dapat terjadi. Pasien dengan anafilaksis akan mengalami kesulitan bernapas, gatal-gatal, ruam kulit, serta pembengkakan pada tubuh.

Gejala alergi terhadap cairan kontras biasanya terjadi sesaat setelah prosedur dilakukan. Sedangkan keluhan alergi yang terjadi setelah pasien pulang dari rumah sakit sangatlah jarang.

Namun, apabila tetap mengalami gejala alergi terkait cairan kontras setelah pulang ke rumah, segera kembali menghubungi fasilitas kesehatan tempat Anda menjalani CT scan.

masalah tulangpenyakit dalampenyakit jantung

MyClevelandClinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diagnostics/4808-ct-computed-tomography-scan
Diakses pada 15 Oktober 2021

University of California. https://www.ucsfhealth.org/medical-tests/ct-scan
Diakses pada 15 Oktober 2021

Atlantic Medical Imaging. https://www.atlanticmedicalimaging.com/radiology-services/ct/types-of-ct-scans/
Diakses pada 15 Oktober 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/ct-scan
Diakses pada 18 Februari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/ct-scan/about/pac-20393675
Diakses pada 15 Oktober 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/153201.php
Diakses pada 18 Februari 2020

Radiology Info. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=bodyct
Diakses pada 15 Oktober 2021

Medicine Net. https://www.medicinenet.com/cat_scan/article.htm
Diakses pada 18 Februari 2020
Nuh. https://www.nuh.com.sg/our-services/Specialties/Diagnostic-Imaging/Documents/Pages/Department-of-Diagnostic-Imaging/Computed%20Tomography.pdf
Diakses pada 15 Oktober 2021

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/ct-scan/
Diakses pada 15 Oktober 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email