Covid-19 antibody serology test atau tes deteksi Covid-19 butuh sampel darah pasien
Covid-19 antibody serology test dilakukan dengan mengambil sampel darah pasien

Apa itu Covid-19 antibody serology test?

Tes serologi antibodi Covid-19 atau Covid-19 antibody serology test adalah pemeriksaan deteksi virus corona terbaru. Tes ini dikeluarkan oleh perusahaan kesehatan Roche dari Swiss.

Pemeriksaan yang juga dikenal dengan nama Roche Elecsys Anti-SARS-CoV-2 serology test ini dapat mendeteksi antibodi pada pasien yang telah terpapar virus Corona, dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

Namun Covid-19 antibody serology test tidak bisa menjadi satu-satunya tes deteksi corona. Tetap dibutuhkan diagnosis berupa swab test (PCR) untuk memastikan diagnosisnya.

SARS-CoV-2 atau Covid-19 merupakan virus yang menyebabkan pandemi corona. Virus ini bisa menular melalui percikan air dari ingus dan air liur penderita. Selain itu, penyebaran juga bisa terjadi bila Anda menyentuh permukaan benda yang telah terkontaminasi virus, lalu memegang mata, mulut, hidung.

Covid-19 butuh waktu 2-14 hari dari paparan hingga menimbulkan gejala. Jeda waktu ini disebut masa inkubasi.

Gejala yang ditimbulkan bisa ringan (seperti demam, batuk, pilek, lemas, indra penciuman yang menurun, dan sesak napas) hingga gejala yang lebih berat (misalnya kesulitan napas). Kondisi yang berat dapat dialami oleh pasien lanjut usia (lansia) atau yang memiliki penyakit penyerta.

Kenapa Covid-19 antibody serology test diperlukan?

Sebelum muncul tes serologi antibodi Covid-19, rapid test dan swab test sudah diterapkan di Indonesia sebagai tes deteksi virus Corona. Sama seperti rapid test, tes Elecsys juga mendeteksi antibodi bernama imunoglobulin yang muncul sebagai reaksi sistem imun tubuh terhadap virus Corona.

Antibodi merupakan protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh manusia untuk melawan bakteri, virus, dan benda asing lainnya. Terdapat dua jenis antibodi yang dideteksi pada tes serologi ini, yaitu imunoglobulin M (IgM) dan imunoglobulin G (IgG).

  • Imunoglobulin G (IgG)

Imunoglobulin IgG merupakan jenis antibodi yang paling umum ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Jadi antibodi ini terbentuk pada awal masa infeksi.

IgG akan menyimpan memori terkait bakteri atau virus yang pernah masuk ke dalam tubuh, sehingga dapat memberi perlindungan terhadap infeksi selanjutnya.

  • Imunoglobulin M (IgM)

Tubuh menghasilkan IgM setelah beberapa hari terpapar bakteri atau virus untuk pertama kalinya. Oleh karena itu, antibodi ini termasuk perlindungan pertama terhadap infeksi.

Apa kelebihan Covid-19 antibody serology test?

Keunggulan Covid-19 antibody serology test dibandingkan rapid test Corona adalah sensitivitas dan tingkat spesifiknya yang tinggi. Tes ini memiliki sensitivitas yang mencapai hingga 100 persen dan tingkat spesifik sebesar 99,8 persen.

Sensitivitas mengukur hasil positif pada pasien yang benar-benar memiliki antibodi virus Covid-19 dalam darah. Sementara tingkat spesifik mengukur hasil negatif pada pasien yang benar-benar negatif (tidak memiliki kandungan antibodi virus dalam darah).

Hasil yang lebih akurat tersebut dapat dicapai karena pemeriksaan Roche Elecsys dilakukan dengan instrumen yang dikendalikan oleh teknologi robotik. Karena itu, kemungkinan terjadinya kesalahan sangatlah kecil.

Berapa biaya Covid-19 antibody serology test?

Terdapat beberapa fasilitas kesehatan yang menawarkan pemeriksaan ini. Harga Covid-19 antibody serology test dimulai dari Rp. 99.000 dan dapat bervariasi tergantung pada paket yang ditawarkan oleh faskes yang bersangkutan.

Bagaimana Covid-19 antibody serology test dilakukan?

Pada tes serologi antibodi Covid-19, pemeriksaan membutuhkan sampel darah dari pasien. Prosedur pengambilan darah ini meliputi:

  • Tenaga medis akan membersihkan lokasi pengambilan darah (biasanya di di siku bagian dalam) dengan cairan antiseptik. Langkah ini akan membunuh kuman di permukaan kulit.
  • Lengan atas pasien akan diikat dengan tali elastis agar aliran darah di lengan dapat terkumpul dan pembuluh darah vena mudah ditemukan.
  • Setelah vena ditemukan, darah kemudian akan diambil dengan cara menyuntikkan jarum steril ke pembuluh darah.
  • Tabung khusus lalu dipasang di belakang jarum untuk menampung darah pasien.
  • Ketika jumlah darah sudah cukup, jarum akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban steril.

Proses pengambilan darah umumnya hanya berlangsung singkat, yakni sekitar lima menit. Pasien mungkin akan merasakan nyeri ketika jarum dimasukkan atau dicabut dari pembuluh darah.

Seperti apa hasil Covid-19 antibody serology test?

Secara umum, hasil tes serologi antibodi Covid-19 akan keluar dalam waktu 18 menit. Hasilnya dapat berupa hasil reaktif atau non-reaktif.

  • Antibodi reaktif (positif)

Deteksi antibodi dikatakan reaktif apabila terdeteksi keberadaan salah satu atau kedua antibodi (IgM atau IgG).

  • Antibodi non-reaktif (negatif)

Deteksi antibodi disebut non-reaktif jika tidak terdeteksi keberadaan IgG dan IgM. Namun pasien tetap perlu mengulangi tes serologi antibodi dalam 7-10 hari.

Tes Elecsys diklaim memiliki tingkat akurasi 99,8 persen dalam mendeteksi infeksi virus corona. Ini berarti, kemungkinan hasil negatif atau positif palsu tergolong sangat rendah.

Apa yang harus dilakukan bila hasil Covid-19 antibody serology test positif?

Penanganan untuk pasien dengan hasil tes serologi antibodi Covid-19 yang positif umumnya sama dengan rapid test Corona. Jika hasil tes menunjukkan hasil reaktif atau positif, penanganan lebih lanjut tergantung pada kondisi pasien.

  • OTG dan ODP

Pasien yang tergolong orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP), harus melakukan karantina mandiri di rumah dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta physical distancing. Pasien dapat menghubungi layanan kesehatan digital untuk konsultasi dengan dokter.

  • PDP dengan gejala ringan

Untuk orang dengan kategori pasien dalam pengawasan (PDP) dan memiliki gejala ringan, mereka harus melakukan isolasi diri di rumah.

  • PDP dengan gejala sedang

Bagi pasien yang tergolong PDP dan memiliki gejala sedang, mereka harus menjalani isolasi di rumah sakit darurat yang ditunjuk sebagai lokasi karantina Covid-19.

  • PDP dengan gejala berat

Untuk pasien yang tergolong PDP dan mengalami gejala infeksi corona yang memberat, mereka harus melakukan isolasi di rumah sakit rujukan.

Ketika mendapatkan hasil reaktif dari tes Roche Elecsys, pasien harus tetap menjalani swab test atau PCR. Pemeriksaan PCR merupakan satu-satunya langkah yang bisa memastikan diagnosis infeksi Covid-19.

Apa risiko Covid-19 antibody serology test?

Sama seperti pengambilan darah pada umumnya, risiko tes serologi antibodi Covid-19 umumnya berupa nyeri ketika jarum ditusuk dan dicabut, memar, serta infeksi pada lokasi penyuntikan.

Nyeri dan memar biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari. Sementara infeksi jarang terjadi, namun perlu diwaspadai.

Roche. https://diagnostics.roche.com/global/en/products/params/elecsys-anti-sars-cov-2.html
Diakses pada 12 Juni 2020

FDA. https://www.fda.gov/media/137605/download
Diakses pada 12 Juni 2020

Public Health England. https://assets.publishing.service.gov.uk/government/uploads/system/uploads/attachment_data/file/891598/Evaluation_of_Roche_Elecsys_anti_SARS_CoV_2_PHE_200610_v8.1_FINAL.pdf
Diakses pada 12 Juni 2020

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/immunoglobulin-test#1
Diakses pada 12 Juni 2020

Health News Review. https://www.healthnewsreview.org/toolkit/tips-for-understanding-studies/understanding-medical-tests-sensitivity-specificity-and-positive-predictive-value/
Diakses pada 12 Juni 2020

Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia. https://covid-19.idionline.org/wp-content/uploads/2020/04/18.-PATKLIN-Rapid-test.pdf
Diakses pada 12 Juni 2020

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20200318/2833430/kemenkes-mulai-kaji-metode-pemeriksaan-spesimen-darah-corona/
Diakses pada 12 Juni 2020

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/kegiatan-p2ptm/dki-jakarta/apa-yang-harus-dilakukan-jika-hasil-rapid-tes-covid-19-positif
Diakses pada 12 Juni 2020

Artikel Terkait

Positif HIV rentan mengalami infeksi virus corona

Positif HIV Rentan Mengalami Infeksi Virus Corona, Benarkah?

Positif HIV rentan mengalami infeksi virus corona mungkin terjadi apabila penderita HIV tersebut memiliki masalah saluran pernapasan, penyakit kronis, atau usia lanjut.