Cordocentesis

17 Jul 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Cordocentesis hanya dianjurkan bila diagnosis pasti tidak bisa didapat dari pemeriksaan lain seperti USGCordocentesis hanya dilakukan jika diagnosis tidak bisa dipastikan lewat pemeriksaan lain seperti USG

Apa itu cordocentesis?

Cordocentesis adalah pemeriksaan diagnosis sebelum melahirkan yang bertujuan mendeteksi ada tidaknya kelainan pada janin. Pemeriksaan ini juga dikenal dengan istilah percutaneous umbilical blood sampling (PUBS).
Cordocentesis melibatkan pengambilan darah dari tali pusat janin untuk diperiksa lebih lanjut.Pemeriksaan ini biasanya dilakukan setelah janin berusia lebih dari 18 minggu dan dapat digunakan untuk memeriksa berbagai kondisi genetik, kelainan darah, dan infeksi. Jika dibutuhkan, cordocentesis juga dapat digunakan untuk memberi obat-obatan dan transfusi darah kepada janin lewat tali pusat.Cordocentesis sekarang sudah jarang dilakukan karena prosedur diagnostik lainnya yang lebih rendah risiko seperti amniosentesis dan chorionic villus sampling cenderung lebih dipilih untuk mendiagnosis kondisi pasien. Saat ini, prosedur ini paling sering dilakukan untuk memeriksa kondisi anemia pada janin atau jika tes lain tidak dapat menentukan diagnosis.

Kenapa cordocentesis diperlukan?

Cordocentesis digunakan terutama untuk mendeteksi dan mengobati berbagai kondisi medis yang berkaitan dengan kelainan darah, seperti anemia (rendahnya kadar sel darah merah) pada janin.Cordosentesis dapat menimbulkan risiko yang lebih besar terhadap janin, termasuk kematian. Jadi prosedur ini baru dilakukan bila diagnosis tidak dapat ditentukan dari pemeriksaan lainnya seperti amniosentesis, chorionic villus sampling, atau ultrasonografi. Prosedur ini juga dapat menjadi pilihan bila tes lain tidak dapat dilakukan.Meskipun sangat jarang, cordosentesis juga dapat digunakan untuk memeriksa kromosom janin. Darah janin yang didapat dari prosedur ini juga dapat diperiksa lebih lanjut pada uji genetik.

Siapa yang membutuhkan cordocentesis?

Prosedur ini biasanya digunakan pada beberapa kondisi, seperti:
  • Untuk menentukan derajat keparahan anemia pada janin.
  • Untuk mengevaluasi lebih lanjut adanya kelainan kromosom.
  • Untuk mengevaluasi lebih lanjut adanya infeksi pada janin.

Apa saja persiapan untuk menjalani cordocentesis?

Bila usia kehamilan sudah mencapai 23 minggu atau lebih, ibu akan diminta untuk berpuasa setidaknya 8 jam sebelum prosedur. Hal ini dilakukan karena beberapa komplikasi yang ditimbulkan mungkin dapat membuat pasien membutuhkan operasi caesar segera.Sampel darah ibu mungkin akan diambil sebelum prosedur untuk dibandingkan dengan sampel darah janin. Sekitar 30-60 menit sebelum prosedur, antibiotik dapat diberikan untuk mengurangi kemungkinan infeksi rahim. Obat biasanya disuntikkan melalui selang yang dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena.

Bagaimana prosedur cordocentesis dilakukan?

Sebelum usia 23 minggu kehamilan, cordocentesis biasanya dilakukan di klinik. Sementara pada usia 23 minggu kehamilan atau lebih, prosedur ini biasanya dilakukan di rumah sakit karena adanya kemungkinan terjadi komplikasi yang membutuhkan operasi caesar segera.Prosedur cordocentesis meliputi:
  • Dokter akan menggunakan ultrasonografi untuk menentukan lokasi tali pusat di dalam rahim. Pasien akan diminta untuk berbaring di meja pemeriksaan, dan dokter akan meletakkan gel khusus pada perut pasien.
  • Dokter akan menggunakan alat bernama transducer yang digerakkan di atas perut untuk membantu dokter melihat posisi bayi yang ditampilkan di layar komputer.
  • Setelah itu, dokter akan membersihkan perut pasien. Kadangkala, obat-obatan diberikan untuk mengurangi rasa tidak nyaman selama prosedur.
  • Dengan diarahkan ultrasonografi, tenaga medis akan memasukkan jarum tipis lewat dinding perut hingga mencapai rahim.
  • Darah dari pembuluh darah vena di tali pusat akan diambil melalui jarum ini, kemudian jarum akan dikeluarkan dari rahim.
  • Pasien diminta untuk tetap berbaring ketika jarum dimasukkan dan darah diambil. Pasien mungkin akan merasakan sensasi tersengat ketika jarum dimasukkan lewat kulit dan merasa sedikit kram ketika jarum memasuki rahim.

Seperti apa hasil cordocentesis?

Darah yang diambil akan diperiksa di laboratorium. Hasil tes biasanya keluar dalam beberapa hari. Dokter atau tenaga ahli genetika akan menjelaskan terkait hasil cordocentesis. Bila hasilnya normal, dokter akan mendiskusikan kebutuhan pertemuan selanjutnya untuk memantau perkembangan janin.

Apa yang harus dilakukan bila hasil cordocentesis tidak normal?

Bila hasil cordocentesis menunjukkan adanya infeksi pada janin, dokter akan menjelaskan terkait kemungkinan pengobatan. Bila bayi mengalami anemia berat, transfusi darah lewat pembuluh darah di tali pusat mungkin diperlukan.Bila hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kondisi janin yang tidak dapat diobati, pilihan berat antara mengakhiri atau melanjutkan kehamilan mungkin perlu diambil.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah cordocentesis?

Setelah cordocentesis, pasien mungkin akan merasakan kram perut atau sedikit rasa tidak nyaman pada perut. Dokter akan menggunakan alat ultrasonografi atau layar pemantau persalinan untuk memantau denyut jantung janin setelah prosedur.Pasien akan diminta untuk beristirahat setelah cordocentesis. Pasien dapat melanjutkan aktivitas normalnya satu hari paskaprosedur. Hubungi dokter bila pasien mengalami perdarahan atau keluarnya cairan dari jalan lahir.

Apa saja komplikasi cordocentesis?

Meskipun cenderung aman, cordocentesis tergolong invasif dan dapat menimbulkan beberapa risiko. Risiko yang paling utama adalah kematian janin atau keguguran yang terjadi sekitar 1-2 kasus tiap 100 prosedur.Risiko lain yang dapat terjadi meliputi:
  • Perdarahan dari lokasi dilakukannya prosedur
  • Infeksi
  • Denyut jantung janin yang melambat
  • Ketuban pecah dini
tes kehamilan
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/cordocentesis-4175008
Diakses pada 17 Juli 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/percutaneous-umbilical-blood-sampling/about/pac-20393638
Diakses pada 17 Juli 2020
American Pregnancy Association. https://americanpregnancy.org/prenatal-testing/cordocentesis/
Diakses pada 17 Juli 2020
Radiopaedia. https://radiopaedia.org/articles/cordocentesis
Diakses pada 17 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email