Cabut Gigi

25 May 2021|Popy Hervi Putri
Ditinjau olehNina Hertiwi Putri
Cabut gigi harus dilakukan oleh dokter gigiCabut gigi dilakukan ketika gigi sudah rusak

Apa itu cabut gigi?

Cabut gigi adalah proses pencabutan gigi yang hanya boleh dilakukan oleh dokter gigi atau dokter spesialis bedah mulut. Prosedur ini dibutuhkan untuk mengatasi gangguan kesehatan gigi dan juga mengatasi gigi yang patah.
Cabut gigi merupakan prosedur sederhana yang bisa dilakukan dengan rawat jalan. Ini berarti, pasien biasanya bisa langsung pulang setelah prosedur selesai.Pada beberapa kondisi, pasien mungkin membutuhkan anestesi umum, infus, atau kombinasi keduanya. Ekstraksi gigi umumnya dibutuhkan oleh remaja atau orang dewasa untuk mencabut gigi bungsu.

Kenapa cabut gigi diperlukan?

Cabut gigi biasanya dianjurkan untukmengatasi beberapa gangguan kesehatan berikut ini:
  • Gigi dengan lubang yang terlalu besar atau dalam
  • Penyakit gusi
  • Infeksi gigi
  • Trauma atau cedera pada gigi maupun tulang di sekitarnya
  • Komplikasi gigi bungsu, seperti impaksi
  • Memberi ruang untuk pemasangan kawat gigi
Terkadang, pasien yang sedang menjalani kemoterapi atau akan menjalani transplantasi organ juga direkomendasikan untuk cabut gigi. Langkah ini bertujuan menjaga kesehatan mulut.

Apa saja persiapan sebelum menjalani cabut gigi?

Agar memudahkan dokter untuk menentukan persiapan cabut gigi yang sesuai dengan kondisi kesehatan pasien, pada baiknya pasien memberi tahu dokter mengenai beberapa hal di bawah ini:
  • Menjalani rontgen gigi guna memudahkan dokter mengevaluasi kelengkungan dan sudut akar gigi.
  • Menginformasikan pada dokter tentang obat-obatan yang dikonsumsi, termasuk obat medis, vitamin, suplemen, serta obat herbal.
  • Memberi tahu dokter bila pasien mengonsumsi obat jenis bifosfonat melalui infus karena berisiko memicu osteonekrosis (kematian tulang) pada rahang.
  • Mencatat riwayat penyakit, seperti penyakit jantung bawaan, diabetes, penyakit hati, penyakit tiroid, penyakit ginjal, atau hipertensi.
  • Jika anestesi diberikan melalui infus, pasien perlu mengenakan kemeja lengan pendek atau pakaian longgar. Pasien juga perlu berpuasa (tidak makan atau minum) selama 6-8 jam sebelum cabut gigi.
  • Jangan merokok sebelum prosedur cabut gigi.
  • Mengonsumsi obat antibiotik sesuai dengan resep dokter.
Jika mengalami pilek, mual, atau muntah satu hari sebelum cabut gigi, segera informasikan pada dokter. Dokter akan mengatur ulang jadwal prosedur ini. 

Bagaimana cabut gigi dilakukan?

Tipe prosedur cabut gigi bisa berbeda-beda untuk tiap pasien. Hal ini ditentukan berdasarkan bentuk, ukuran, posisi, dan lokasi gigi yang bermasalah.Ada dua jenis prosedur cabut gigi bisa dilakukan, yaitu cabut gigi sederhana dan cabut gigi melalui operasi. Mari simak penjelasan berikut:

Cabut gigi sederhana

  • Dokter akan memberikan anestesi lokal agar area di sekitar gigi mati rasa
  • Dokter gigi kemudian menggunakan alat yang disebut elevator untuk melonggarkan gigi dan tang untuk mencabutnya.

Cabut gigi dengan operasi

  • Dokter kemungkinan besar memberikan anestesi lokal dan infus untuk membuat pasien tenang serta rileks. Pasien juga bisa menerima anestesi umum bila dibutuhkan.
  • Dokter gigi atau dokter spesialis bedah mulut akan membuat sayatan kecil di gusi.
  • Setelah itu, dokter mencabut tulang di sekitar gigi pasien bila perlu, atau memotong gigi sebelum dapat dicabut.
  • Dokter lalu menutup luka operasi cabut gigi dengan jahitan.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah cabut gigi?

Penyembuhan setelah prosedur cabut gigi biasanya berlangsung selama beberapa hari. Untuk mempercepat pemulihan dan mengurangi rasa tidak nyaman, pasien juga bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini:
  • Minum obat penghilang rasa sakit sesuai dengan resep dokter
  • Menggigit lembut kasa yang diletakkan oleh dokter gigi untuk mengurangi perdarahan
  • Mengganti kain kasa sebelum penuh darah
  • Jika darah tidak banyak, biarkan kasa selama 3-4 jam setelah cabut gigi
  • Menempelkan kompres air es di pipi pada sisi gigi yang dicabut selama 10 menit untuk mengurangi pembengkakan
  • BeriIstirahat dengan cukup, khususnya selama 24 jam setelah ekstraksi gigi
  • Jangan melakukan aktivitas yang terlalu berat atau padat selama 1-2 hari pascaprosedur
  • Jangan meludah 24 jam setelah prosedur
  • Jangan minum menggunakan sedotan selama 24 jam setelah cabut gigi
  • Jangan merokok karena dapat menghambat proses penyembuhan
  • Mengnsumsi makanan lunak, seperti es krim, sup, puding, yoghurt, setelah ekstraksi
  • Pasien boleh kembali mengonsumsi makanan padat secara bertahap
  • Saat berbaring, sangga kepala dengan bantal tambahan karena berbaring datar bisa memperlama pendarahan
  • Saat sikat gigi, jangan menyikat area cabut gigi
  • Setelah 24 jam, pasien bisa berkumur dengan larutan yang terbuat dari 1/2 sendok teh garam dan 236 ml air hangat

Apa saja risiko komplikasi cabut gigi?

Meski tergolong prosedur sederhana, cabut gigi tetap memiliki beberapa risiko komplikasi berikut:
  • Dry socket, yakni lepasnya bekuan darah dari luka bekas cabut gigi, sehingga saraf, jaringan gusi, serta tulang menjadi terbuka
  • Bau mulut
  • Infeksi
  • Perdarahan
Jika mengalami kondisi-kondisi tersebut setelah lebih dari empat jam pascaprosedur, segera kembali periksakan diri ke dokter gigi.
sakit gigigigi bungsuimpaksi gigi bungsugigi berlubang
Healthline. https://www.healthline.com/health/tooth-extraction#preparation
Diakses pada 25 Mei 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/327170#complications
Diakses pada 25 Mei 2021
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/pulling-a-tooth-tooth-extraction
Diakses pada 25 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email