Bronkoskopi

01 Apr 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bronkoskopi dilakukan dengan alat bronkoskop yang akan dikendalikan oleh dokterBronkoskopi adalah pemeriksaan untuk bagian dalam paru-paru dan saluran napas

Apa itu bronkoskopi?

Bronkoskopi adalah pemeriksaan untuk mengecek bagian dalam paru-paru dan saluran napas menggunakan alat bernama bronkoskop. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk mendiagnosis adanya infeksi, tumor, atau penyakit pada paru-paru.
Selain itu, bronkoskopi dapat pula bertujuan mengambil sampel lendir atau jaringan dalam paru-paru (biopsi), mengambil benda asing atau sumbatan lain dalam saluran napas, dan sebagai pengobatan untuk penyakit paru-paru.Bronkoskop adalah tabung tipis dengan kamera dan lampu di ujungnya. Saat pemeriksaan dilakukan, alat ini akan dimasukkan melalui hidung atau mulut ke dalam tenggorokan hingga mencapai paru-paru pasien.  Bronkoskopi biasanya menggunakan bronkoskop yang lentur. Namun bronkoskop yang lebih kaku juga dibutuhkan pada kondisi tertentu. Misalnya, perdarahan dalam paru-paru atau adanya benda asing di dalam saluran pernapasan.

Kenapa bronkoskopi diperlukan?

Bronkoskopi dilakukan untuk mencari penyebab yang mendasari masalah paru-paru pasien. Misalnya, dokter akan menyarankan prosedur ini bagi pasien dengan gejala batuk yang tidak kunjung sembuh atau kelainan pada foto rontgen dada.Secara umum, bronkoskopi dilakukan untuk beberapa alasan berikut:
  • Mendiagnosis kelainan paru-paru.
  • Mengidentifikasi infeksi paru-paru.
  • Biopsi jaringan paru-paru.
  • Membuang lendir, benda asing, atau sumbatan lainnya pada jalan napas atau paru-paru, seperti tumor.
  • Pemasangan stent untuk membuka jalan napas.
  • Pengobatan gangguan pada paru-paru, seperti perdarahan, penyempitan saluran napas, atau paru-paru kolaps. Prosedur ini dikenal dengan nama bronkoskopi intervensi.

Siapa yang membutuhkan bronkoskopi?

Prosedur ini mungkin disarankan bagi pasien dengan keluhan yang menandakan kemungkinan penyakit paru-paru. Gejala tersebut meliputi:
  • Batuk kronis atau batuk berdarah
  • Gangguan pernapasan
  • Infeksi paru-paru
  • Adanya kelainan dari hasil rontgen dada atau CT scan

Apa saja persiapan untuk menjalani bronkoskopi?

Secara umum, persiapan yang perlu dilakukan sebelum bronkoskopi meliputi:
  • Beritahukan pada dokter tentang obat-obatan yang sedang dikonsumsi. Dokter mungkin menghentikan konsumsi beberapa jenis obat. Contohnya, aspirin, obat pengencer darah, dan obat antiinflamasi nonsteroid. Konsumsi obat-batan ini perlu dihentikan sekitar seminggu sebelum bronkoskopi.
  • Pada hari prosedur, pasien akan diminta untuk melepas kacamata, lensa kontak, alat bantu dengar, gigi palsu, atau kawat gigi yang bisa
  • Pastikan ada keluarga atau teman yang dapat mengantar pasien pulang. Pasalnya, efek obat bius yang digunakan selama prosedur membutuhkan beberapa jam untuk hilang sepenuhnya.
  • Pasien akan diminta untuk berpuasa setidaknya semalam sebelum prosedur.

Bagaimana prosedur bronkoskopi dilakukan?

Bronkoskopi umumnya dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:
  • Pasien akan diminta untuk berbaring di meja pemeriksaan atau tempat tidur di ruang
  • Perawat atau teknisi medis akan memasang monitor untuk memantau tekanan darah, denyut jantung, dan kadar oksigen.
  • Obat bius lokal kemudian disemprotkan ke dalam mulut. Pada beberapa kasus, obat bius lokal juga dapat diberikan pada hidung pasien.
  • Bila diperlukan, bius umum juga bisa agar pasien tetap tenang atau tertidur selama prosedur.
  • Kemudian, dokter memasukkan bronkoskop ke dalam mulut atau hidung pasien, melewati tenggorokan dan pita suara hingga mencapai paru-paru.
  • Selama bronkoskop dimasukkan, pasien mungkin akan batuk dan merasa kurang nyaman. Tetapi pasien tidak akan merasa nyeri.
  • Kamera di ujung bronkoskop akan mengirim gambar ke monitor untuk membimbing dokter dalam menggerakkan bronkoskop.
  • Jika dibutuhkan, dokter akan sekaligus menggunakan bronkoskop untuk mengambil sampel cairan atau jaringan paru-paru.
Prosedur ini biasanya membutuhkan waktu sekitar 30 hingga 40 menit. Namun pada pasien dengan anestesi umum, bronkoskopi membutuhkan waktu lebih lama, yakni sekitar satu jam atau lebih.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah bronkoskopi?

Setelah bronkoskopi, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan selama beberapa jam hingga efek anestesi hilang. Pernapasan dan tekanan darah pasien akan dipantau selama masa pemulihan.Pasien juga tidak dapat makan dan minum hingga tenggorokannya tidak baal lagi, yaitu pada sekitar 1-2 jam pascaprosedur. Nyeri dan gatal pada tenggorokan maupun suara serak mungkin akan dirasakan selama beberapa hari dan akan menghilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Tidak merokok selepas tindakan ini.

Apa saja komplikasi bronkoskopi?

Secara umum, bronkoskopi termasuk prosedur yang aman. Namun komplikasi berikut ini tetap bisa terjadi:
  • Kadar oksigen yang turun selama prosedur. Apabila ini terjadi, dokter akan memberikan oksigen tambahan.
  • Demam atau pneumonia setelah prosedur.
  • Pendarahan
  • Kolaps paru-paru
  • Rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
penyakit paru-paruinfeksi paru-parubatuk berdarah
WebMD. https://www.webmd.com/lung/what-is-bronchoscopy#1
Diakses pada 1 April 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/bronchoscopy
Diakses pada 1 April 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/bronchoscopy/about/pac-20384746
Diakses pada 1 April 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322178
Diakses pada 1 April 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email