BERA menggunakan elektroda yang ditempelkan di kepala bayi
Dokter akan menempelkan elektroda BERA di kepala bayi

Apa itu brainstem evoked response audiometry (BERA)?

Brainstem evoked response audiometry (BERA) adalah pemeriksaan oleh dokter spesialis THT (telinga, hidung, tenggorokan) untuk mengecek proses telinga menangkap gelombang suara dan mengirimkannya ke otak, lewat saraf pendengaran.

Tes ini akan mengukur aktivitas gelombang otak yang dihasilkan sebagai respons terhadap stimulus suara tersebut.

BERA biasanya menjadi pemeriksaan lanjutan pada bayi dengan hasil tes otoacoustic emission (OAE) yang tidak normal. Prosedur ini juga menjadi pilihan bila pemeriksaan pendengaran umum lainnya tidak dapat dijalani oleh pasien.

BERA termasuk tindakan medis yang cepat dan mudah, serta tidak memiliki risiko maupun komplikasi apapun. 

Kenapa brainstem evoked response audiometry diperlukan?

BERA umumnya dilakukan untuk:

  • Membantu dokter dalam mendiagnosis kelainan sistem saraf dan gangguan pendengaran (terutama pada anak-anak dan bayi baru lahir)
  • Mengetahui fungsi sistem saraf pasien
  • Memeriksa kemampuan pendengaran pada pasien yang tidak dapat melakukan tes pendengaran lainnya
  • Mengurangi risiko cedera pada saraf pendengaran dan otak dalam operasi

Siapa yang membutuhkan BERA?

Terdapat sekitar 3 dari 1.000 bayi yang terlahir tuli atau mengalami gangguan pendengaran derajat sedang hingga berat. Bila tidak dideteksi dan ditangani sedini mungkin, kondisi ini dapat menyebabkan keterlambatan proses perkembangan dan bicara.

Pemeriksaan tersebut bisa menjadi salah satu cara untuk mendeteksi adanya gangguan pendengaran pada anak.

Brainstem evoked response audiometry dapat digunakan untuk mendiagnosis gangguan pendengaran dan kelainan sistem saraf, terutama pada:

  • Bayi baru lahir
  • Balita
  • Pasien yang tidak dapat menjalani tes pendengaran biasa

Apa saja persiapan untuk menjalani BERA?

Sebelum menjalani BERA, pasien akan diminta untuk keramas terlebih dahulu. Pasien yang masih bayi dan anak-anak seringkali diberi obat anestesi agar tetap tenang selama prosedur berlangsung.

Bagaimana brainstem evoked response audiometry dilakukan?

Prosedur BERA dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

  • Pasien akan diminta untuk duduk atau berbaring di meja
  • Elektroda akan dipasang pada kulit kepala dan tiap daun telinga pasien.
  • Pasien juga akan diminta untuk memakai earphone.
  • Suara ‘klik’ akan ditransmisikan melalui earhone yang digunakan oleh pasien.
  • Elektroda lalu menangkap respons otak terhadap suara dan merekam gelombang otak tersebut.

Seperti apa hasil tes brainstem evoked response audiometry?

Hasil tes BERA menunjukkan peningkatan aktivitas otak setiap kali pasien mendengar suara yang dihasilkan oleh mesin. Jika hasilnya tidak menunjukkan reaksi ini dan menampilkan garis mendatar ketika suara dibunyikan, pasien kemungkinan mengalami gangguan pendengaran.

Hasil yang tidak normal juga dapat menandakan adanya kerusakan pada otak atau sistem saraf. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai penyakit, seperti:

  • Multiple sclerosis, yakni penyakit autoimun yang merusak lapisan pelindung sel saraf.
  • Central pontine myelinosis, yaitu penyakit yang merusak selubung myelin yang melindungi sel saraf.
  • Neuroma akustik, yakni tumbuhnya tumor pada saraf yang menghubungkan telinga ke otak
  • Stroke
  • Cedera otak

Apa yang harus dilakukan bila hasil BERA tidak normal?

Pemeriksaan lebih lanjut mungkin diperlukan untuk menentukan penyebab dari gangguan pendengaran yang dialami oleh pasien. Ketika penyebab sudah ditemukan, dokter akan mendiskusikan pilihan pengobatan yang tepat dengan kondisi pasien.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah BERA?

Kondisi bayi atau anak yang diberi obat bius selama menjalani BERA perlu dipantau dengan saksama hingga ia sadar kembali setelah prosedur selesai.

Apa saja risiko brainstem evoked response audiometry?

BERA tergolong sebagai pemeriksaan medi yang aman dan tidak memiliki risiko apapun.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003926.htm
Diakses pada 21 Mei 2020

Children’s Minnesota. https://www.childrensmn.org/educationmaterials/childrensmn/article/15883/brainstem-auditory-evoked-response-or-auditory-brainstem-response-sedated/
Diakses pada 21 Mei 2020

University of California San Francisco. https://www.ucsfbenioffchildrens.org/tests/003926.html
Diakses pada 21 Mei 2020

Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/what-is-a-baer-hearing-test-1191843
Diakses pada 21 Mei 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/baer-brainstem-auditory-evoked-response
Diakses pada 21 Mei 2020

 

Artikel Terkait

Lansia kerap mengalami gangguan pendengaran berupa telinga berdenging atau tinnitus

Penyebab Telinga Berdenging Kerap Ganggu Kesehatan Lansia

Gangguan pendengaran yang umum mengganggu kesehatan lansia adalah telinga berdenging, atau yang dalam istilah kedokteran disebut dengan tinnitus. Cara mengatasi telinga berdengung biasanya dokter melakukan tahap awal dengan melakukan pemeriksaan pembuluh darah dan membersihkan telinga.