Biopsi Tiroid

06 Jul 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Biopsi tiroid juga dapat dilakukan dengan cara operasiBiopsi tiroid juga bisa dilakukan melalui pembedahan

Apa itu biopsi tiroid?

Biopsi tiroid adalah tindakan medis yang melibatkan pengambilan sampel jaringan kelenjar tiroid oleh dokter spesialis bedah. Sampel ini kemudian diperiksa lebih lanjut di bawah mikroskop.
Kelenjar tiroid memiliki bentuk seperti kupu-kupu dan terletak di leher bagian depan, yakni di bawah pita suara. Untuk lebih mudahnya, kelenjar ini berada tepat di bawah jakun pada pria.Kelenjar tiroid berfungsi mengatur kadar hormon dalam tubuh, dan bisa mengalami pembengkakan akibat penyakit tertentu. Kondisi ini dikenal dengan goitre atau penyakit gondok.Untuk mengetahui penyebab penyakit gondok, dokter akan melakukan tes darah dan pemeriksaan lainnya. Bila mencurigai pembengkakan terjadi karena kanker, biopsi tiroid biasanya dilakukan untuk memastikan diagnosis.

Kenapa biopsi tiroid diperlukan?

Tidak semua pembengkakan kelenjar tiroid perlu menjalani prosedur biopsi. Pasalnya, sebagian besar kasus ini tidak berbahaya.Dokter akan menganjurkan biopsi tiroid guna memeriksa kemungkinan benjolan yang disebabkan oleh kanker tiroid.Karena itu, sebelum melakukan biopsi tiroid, dokter akan menganjurkan pemeriksaan penunjang lainnya. Contohnya, tes darah, USG, atau CT scan leher.Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut umumnya sudah dapat menyingkirkan kemungkinan kanker. Namun bila penyebab penyakit gondok belum bisa dipastikan meski pasien sudah menjalani pemeriksaan penunjang, dokter akan menyarankan biopsi tiroid.

Siapa yang membutuhkan biopsi tiroid?

Dokter biasanya akan menyarankan biopsi tiroid pada:
  • Benjolan kelenjar tiroid yang berukuran lebih dari 1 cm
  • Benjolan yang padat, mengandung kalsium, dan memiliki tepi yang tidak jelas ketika diperiksa melalui pencitraan
  • Benjolan yang tumbuh dengan cepat dan menimbulkan gejala nyeri

Apa saja persiapan untuk menjalani biopsi tiroid?

Beberapa langkah persiapan sebelum biopsi tiroid meliputi:

1. Riwayat medis pasien

Beri tahu dokter apabila pasien:
  • Sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu, terutama obat pengencer darah
  • Mengalami gangguan perdarahan
  • Memiliki reaksi alergi terhadap obat-obatan, termasuk obat anestesi

2. Pemeriksaan medis

Sebelum biopsi tiroid, dokter mungkin melakukan tes darah untuk memastikan apakah pasien memiliki masalah perdarahan atau gangguan pembekuan darah.

3. Berpuasa atau tidak

Bila pasien akan menjalani anestesi umum saat biopsi tiroid, dokter akan meminta pasien untuk berpuasa (tidak makan dan minum) selama beberapa jam sebelumnya. Langkah ini bertujuan mengurangi risiko obat bius.Sementara pada biopsi aspirasi jarum halus, pasien tidak perlu berpuasa karena tidak akan dieri obat bius.

4. Persiapan sesaat sebelum prosedur

Beberapa saat sebelum prosedur, dokter akan meminta pasien untuk melepaskan semua perhiasan atau perlengkapan dari logam di sekitar leher dan tubuh bagian atas. Pasien yang menggunakan gigi palsu juga perlu melepasnya.

Bagaimana biopsi tiroid dilakukan?

Terdapat tiga jenis biopsi tiroid di bawah ini yang bisa menjadi pilihan dokter:

1. Biopsi aspirasi jarum halus (fine needle aspiration biopsy)

Biopsi aspirasi jarum halus menggunakan jarum halus dan membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam. Pasien juga tidak memerlukan obat bius apapun karena prosedur ini hanya menimbulkan nyeri yang minimal.Prosedur biopsi aspirasi jarum halus dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  • Dokter akan memasukkan jarum halus ke leher pasien dengan bantuan USG.
  • Melalui jarum halus tersebut, dokter akan mengambil sampel jaringan dari kelenjar tiroid.
  • Pasien mungkin akan merasakan gerakan jarum saat sampel jaringan diambil.
  • Dokter akan mengulang prosedur ini beberapa kali untuk mendapatkan sampel jaringan dari bagian kelenjar yang berbeda-beda.
  • Dokter juga mungkin akan mengambil sampel dari kelenjar getah bening di sekitar tiroid pasien.
  • Setelah selesai, dokter akan menutup luka bekas jarum dengan perban.

2. Biopsi jarum inti (core needle biopsy)

Prosedur ini mirip dengan fine needle aspiration biopsy, namun menggunakan jarum yang lebih besar. Biopsi jarum inti merupakan pemeriksaan lanjutan ketika biopsi jarum halus tidak bisa menentukan penyebab benjolan tiroid.

3. Biopsi melalui operasi

Biopsi operasi sangat jarang dilakukan dan melibatkan pembuatan sayatan di leher pasien, untuk mengangkat kelenjar tiroid. Prosedur ini dilakukan di bawah pengaruh anestesi dan memiliki masa pemulihan yang lebih lama dari jenis biopsi lainnya.

Seperti apa hasil biopsi tiroid?

Hasil biopsi tiroid dapat menunjukkan kelenjar tiroid yang normal atau tidak normal. Kelenjar tiroid yang tidak normal dapat disebabkan oleh berbagai gangguan kesehatan yang meliputi:
  • Kista

Kista berisi cairan dan dapat menyebabkan nyeri leher atau sulit menelan. Benjolan ini jarang disebabkan oleh kanker, namun biasanya memerlukan penanganan lebih lanjut.
  • Benjolan tiroid

Benjolan tiroid yang berukuran besar bisa mendorong jaringan lain di sekitarnya, sehingga menyebabkan kesulitan menelan atau susah bernapas.
  • Penyakit Graves

Penyakit Graves menyebabkan pertumbuhan kelenjar dan hormon tiroid berlebihan dalam darah.
  • Infeksi

Kondisi ini terjadi ketika virus menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada kelenjar tiroid.
  • Penyakit Hashimoto

Penyakit Hashimoto termasuk kondisi autoimun yang ditandai dengan produksi hormon tiroid yang rendah dan pembengkakan pada kelenjar tiroid.
  • Goiter toksik

Jenis penyakit gondok ini menyebabkan produksi hormon tiroid dalam jumlah besar, tapi jarang disebabkan oleh kanker.
  • Kanker tiroid

Kanker tiroid memiliki risiko sekitar 10 persen dari kasus pembengkakan tiroid.

Apa yang harus dilakukan bila hasil biopsi tiroid tidak normal?

Hasil biopsi tiroid biasanya keluar dalam beberapa hari. Namun hasilnya terkadang bisa memerlukan waktu hingga dua minggu.Bila hasil biopsi tiroid menunjukkan keabnormalan, beberapa contoh langkah medis berikut bisa dianjurkan:
Untuk hasil biopsi yang dinilai kurang jelas, dokter dapat mengulangi biopsi tiroid. Bila hasil tetap tidak jelas, dokter akan mendiskusikan pilihan penanganan dengan pasien berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan selain biopsi. Pilihan terapi ini dapat berupa pemantauan, operasi, atau jenis biopsi lain.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah biopsi tiroid?

Segera hubungi dokter apabila pasien mengalami gejala-gejala di bawah ini setelah biopsi:

Apa saja komplikasi biopsi tiroid?

Risiko komplikasi biopsi tiroid dapat berupa:
  • Perdarahan
  • Infeksi
  • Cedera pada struktur lain di sekitar kelenjar tiroid
Namun karena sebagian besar prosedur biopsi dilakukan dengan bantuan USG untuk mengarahkan jarum, risiko cedera sangat jarang terjadi.
kelenjar tiroidkanker tiroid
 British Columbia. https://www.healthlinkbc.ca/medical-tests/hw235031
Diakses pada 6 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/women/thyroid-biopsy-overview#1
Diakses pada 6 Juli 2020
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/thyroid-fine-needle-aspiration-biopsy
Diakses pada 6 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email