Aortogram dilakukan untuk memeriksa ukuran, bentuk, struktur, hingga anatomi aorta.
Aortogram bisa membantu dokter mendeteksi kelainan pada pembuluh darah aorta.

Apa itu prosedur aortogram?

Aortogram adalah suatu prosedur yang membutuhkan rawat inap untuk memetakan kondisi aorta pasien. Tindakan ini akan membantu dokter mendapatkan skema prosedur medis yang akan dilakukan pada aorta. Misalnya, pada operasi jantung, angioplasti, proses memasukan stent, dan banyak tindakan lainnya yang berkaitan dengan sistem vaskular.

Mengapa prosedur aortogram perlu dilakukan?

Prosedur tersebut dilakukan untuk mengevaluasi ukuran, bentuk, struktur, dan anatomi aorta. Aorta adalah pembuluh darah arteri terbesar di tubuh yang membawa darah beroksigen dari jantung ke seluruh tubuh. Dengan evaluasi pada aorta, maka dokter dapat mendeteksi kelainan pada pembuluh darah tersebut. Masalah yang paling umum adalah aneurisma, penyempitan pembuluh darah yang menyebabkan lapisan dalam dinding aorta robek dari lapisan tengah dinding aorta. Tindakan ini biasanya dilakukan oleh dokter spesialis radiologi.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum menjalani prosedur aortogram?

Sebelum prosedur dimulai, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap, termasuk pemeriksaan tekanan darah dan tanda-tanda vital lainnya. Beri tahu dokter tentang semua obat atau suplemen yang Anda minum.

Dokter akan memberi Anda instruksi spesifik tentang cara mempersiapkan diri untuk tes ini. Biasanya Anda akan diminta untuk puasa selama 12 jam sebelum prosedur, mengurangi asupan cairan, dan menghentikan konsumsi obat-obatan yang memengaruhi pembekuan darah. Dokter atau perawat akan memberi Anda obat penenang dan kemungkinan pemberian anestesi dilakukan melalui infus.

Dokter akan memberikan obat penghilang rasa sakit ke titik di selangkangan Anda di mana dokter Anda akan membuat sayatan untuk kateter. Kemungkinan besar, Anda akan tetap terjaga selama prosedur berlangsung.

Apa yang dilakukan dokter pada prosedur aortogram?

Berikut ini tahapan dalam prosedur aortogram.

  1. Pasien akan dibius lokal yang membuat tetap terjaga selama prosedur berlangsung tapi tidak merasakan sakit di area tindakan dilakukan. Pada beberapa pasien, seperti pada bayi, anak-anak atau pasien dengan gangguan kecemasan, bius total mungkin akan diberikan.
  2. Pasien kemudian akan dihubungkan ke monitor elektrokardiogram (EKG) yang membantu memonitor aktivitas jantung. Elektroda berperekat kecil ditempatkan pada bagian tertentu dari tubuh pasien dan dihubungkan ke monitor, sehingga tanda-tanda vital seperti detak jantung, tekanan darah, dan laju pernapasan dapat dipantau.
  3. Dokter akan membuat sayatan kecil, biasanya di lengan atau pangkal paha, sebagai jalur akses.
  4. Melalui sayatan tersebut, kemudian kateter dimasukkan dan diarahkan ke area yang diperlukan.
  5. Selanjutnya sistem peredaran darah tubuh akan diwarnai. Zat warna kemudian dimasukkan ke dalam kateter yang sudah terpasang, Zat warna akan membantu foto rontgen membedakan antara aorta dan bagian tubuh lainnya dengan membuat aorta menjadi putih (opaque), sehingga mudah terlihat.
  6. Ketika rontgen yang diperlukan telah selesai dilakukan, kateter akan dilepas, tapi pasien tetap diminta untuk berbaring di meja x-ray selama beberapa jam, hingga perdarahan berhenti total.
  7. Dokter kemudian akan membaca struktur pembuluh darah dan membuat diagnosis untuk merencanakan prosedur selanjutnya.

Hasil apa yang didapatkan dari prosedur aortogram?

Jika prosedur aortogram ini mendeteksi hasil abnormal pada aorta, baik itu terjadi penyumbatan atau pembekuan, maka dokter akan melakukan intervensi langsung.

Hasil abnormal pada aorta dapat mengindikasikan kondisi berikut ini:

  • Aneurisma, yaitu penggelembungan pada pembuluh darah aorta.
  • Diseksi aorta, yaitu perdarahan di dinding aorta.
  • Regurgitasi aorta atau stenosis aorta, yaitu ketika darah mengalir kembali ke ventrikel
  • Cacat jantung bawaan, seperti adanya lengkung aorta ganda
  • Radang aorta, juga disebut arteritis Takayasu
  • Cedera pada aorta karena benturan atau penyebab lainnya
  • Penyakit arteri perifer

Apa risiko dari prosedur aortogram?

Secara keseluruhan, aortogram adalah tindakan yang aman dan tingkat komplikasinya sangat rendah. Namun sebagai prosedur medis, aortogram memiliki risiko tertentu, berupa:

  • Pendarahan yang dapat terjadi ketika kateter dimasukkan
  • Mati rasa, adanya sensasi dingin, atau perubahan suhu lainnya di area tindakan yang bisa menandakan bahwa pembuluh darah belum sembuh dengan benar. Segera hubungi dokter jika terjadi hal tersebut.

Navicenthealth.
https://www.navicenthealth.org/VI/diagnostic-arteriogram-or-aortogram-with-or-without-intervention
Diakses pada 21 April 2020

Healthline.
https://www.healthline.com/health/aortic-angiography#preparation
Diakses pada 21 April 2020

Unitypoint.
https://www.unitypoint.org/waterloo/aortogram.aspx
Diakses pada 21 April 2020

Pmj Bmj.
https://pmj.bmj.com/content/postgradmedj/35/409/620.full.pdf
Diakses pada 21 April 2020

Artikel Terkait

Penyakit jantung dan kesehatan mental adalah penyakit yang saling memengaruhi satu sama lain

Hubungan Penyakit Jantung dan Kesehatan Mental Ternyata Sangat Erat

Penyakit jantung dan kesehatan mental ternyata saling memengaruhi satu sama lain. Orang yang mengalami gangguan kesehatan mental berisiko terkena penyakit jantung, begitu juga sebaliknya.