Pada angiografi serebral, zat pewarna kontras akan mendeteksi kondisi pembuluh darah otak
Zat pewarna kontras bisa menggambarkan kondisi pembuluh darah otak

Apa itu angiografi serebral?

Angiografi serebral adalah prosedur yang melibatkan pencitraan sinar-X untuk menghasilkan gambar pembuluh darah otak. Pemeriksaan ini dapat mendeteksi adanya gangguan atau penyakit pada pembuluh darah otak, seperti aneurisma dan arterosklerosis (plak).

Dalam prosedur ini, dokter akan menyuntikkan zat pewarna kontras terlebih dahulu ke dalam tubuh pasien. Zat ini akan membantu dalam menghasilkan gambar pembuluh darah yang lebih jelas. Dengan ini, kelainan atau sumbatan pada pembuluh darah dapat diidentifikasi.

Kenapa angiografi serebral diperlukan?

Angiografi serebral dilakukan untuk:

  • Mengidentifikasi atau memastikan adanya kelainan pada pembuluh darah otak. Ini fungsi angiografi serebral yang paing umum.
  • Mengevaluasi kondisi pembuluh darah arteri kepala dan leher sebelum operasi.
  • Memberi informasi lebih lanjut terkait kelainan pada pembuluh darah pasien setelah pemeriksaan lain (seperti MRI atau CT scan). Misalnya, informasi mengenai aliran darah yang menyuplai tumor.
  • Persiapan sebelum terapi invasif minimal untuk mengatasi gangguan pembuluh darah.

Siapa yang membutuhkan angiografi serebral?

Tidak semua pasien dengan sumbatan pembuluh darah memerlukan angiografi serebral. Prosedur ini biasanya dilakukan untuk:

1. Merencanakan penanganan

Dokter membutuhkan informasi lebih lanjut terkait kondisi pasien untuk menentukan rencana pengobatan.

2. Menangani kondisi medis tertentu

Prosedur ini juga dapat digunakan untuk membantu dalam mengobati beberapa kondisi medis terkait pembuluh darah kepala dan leher.

3. Mendiagnosis sederet penyakit

Angiografi serebral bisa membantu dokter dalam mendiagnosis beberapa kondisi medis berikut:

  • Aneurisma, yakni menonjolnya pembuluh darah otak
  • Arterosklerosis, yakni penyumbatan pembuluh darah otak
  • Malformasi arteri-vena, yakni masalah pembuluh darah yang mengganggu aliran darah normal pada otak
  • Vaskulitis, yakni peradangan pada pembuluh darah
  • Gumpalan darah
  • Luka pada dinding pembuluh darah arteri

4. Menentukan penyebab

Prosedur ini juga bisa menolong dokter untuk menentukan penyebab dari gejala-gejajala di bawah ini:

  • Sakit kepala hebat
  • Gangguan memori
  • Bicara pelo atau tidak jelas
  • Pandangan menjadi ganda atau kabur
  • Lemah tubuh atau baal
  • Gangguan keseimbangan atau koordinasi tubuh

Apa saja persiapan untuk menjalani angiografi serebral?

Beberapa persiapan yang perlu dilakukan sebelum prosedur angiografi serebral meliputi:

  • Pasien diminta untuk menghentikan konsumsi obat-obatan yang dapat meningkatkan risiko pendarahan, seperti obat pengencer darah, aspirin, dan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS).
  • Bagi pasien yang sedang menyusui, pompa ASI Anda sebelum prosedur dan hindari menyusui setidaknya 24 jam pasc Langkah ini dilakukan untuk mencegah zat pewarna kontras memasuki tubuh bayi melalui ASI.
  • Beritahukan pada dokter apabila pasien memiliki alergi atau kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal atau diabetes melitus.
  • Beritahukan pada dokter jika pasien sedang hamil atau kemungkinan
  • Pasien akan diminta untuk berpuasa setidaknya semalam sebelum menjalani angiografi serebral.

Bagaimana prosedur angiografi serebral dilakukan?

Angiografi serebral pada umumnya dilakukan di bawah pengaruh anestesi (obat bius). Anestesi diperlukan karena pasien tidak boleh bergerak agar prosedur berjalan dengan efektif. Dengan anestesi, pasien akan lebih relaks dan mungkin tertidur selama angiografi.

Dokter juga akan memasang tali atau pengikat khusus di kepala untuk memastikan kepala tidak bergerak selama prosedur.

Setelah persiapan selesai, prosedur angiografi serebral akan dilakukan dengan langkah-langkah berikut:

  • Dokter akan membersihkan area di sekitar selangkangan pasien dengan cairan antiseptik.
  • Kemudian, dokter memasukkan alat bernama kateter ke melalui pembuluh darah di selangkangan, hingga mencapai arteri karotis (pembuluh darah pada leher yang mengalirkan darah ke otak).
  • Zat pewarna kontras akan dimasukkan melalui kateter hingga ke arteri karotis. Zat ini akan mengalir ke pembuluh darah di dalam otak.
  • Dokter akan mengambil gambar pencitraan kepala dan leher menggunakan sinar-X.
  • Selama pencitraan dilakukan, pasien akan diminta untuk tetap diam atau menahan napas selama beberapa detik.
  • Setelah itu, dokter akan melepas kateter dan memasang perban di lokasi masuknya kateter.

Sesudah prosedur ini dilakukan, pasien umumnya dapat pulang di hari yang sama. Rawat inap mungkin diperlukan pada pasien dengan kondisi tertentu.

Secara umum, watku yang dibutuhkan untuk melakukan angiografi serebral adalah sekitar satu hingga tiga jam.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah angiografi serebral?

Setelah angiografi serebral, pasien akan dibawa ke ruang pemulihan selama 2-6 jam sebelum diperbolehkan pulang. Selama dalam ruangan ini, tanda-tanda vital pasien akan dipantau. Mulai dari detak jantung, tingkat kesadaran, hingga tekanan darah.

Apabila kondisi pasien stabil, dokter akan mengizinkannya pulang di hari yang sama dengan prosedur. Pasien akan diminta untuk tidak mengangkat beban berat atau berolahraga secara berlebihan setidaknya selama seminggu pascaprosedur.

Pasien perlu memberitahu dokter atau tenaga medis apabila mengalami gejala-gejala di bawah ini selama atau setelah prosedur:

  • Kelemahan pada otot wajah
  • Baal pada kaki
  • Nyeri dada
  • Bicara menjadi pelo
  • Gangguan penglihatan
  • Kemerahan atau bengkak di sekitar lokasi dimasukkannya kateter
  • Bengkak atau rasa dingin pada kaki
  • Pusing

Apa saja komplikasi angiografi serebral?

Meskipun jarang terjadi, angiografi serebral dapat menimbulkan beberapa risiko yang cukup serius. Risiko tersebut meliputi:

  • Stroke, bila kateter melepaskan plak di dalam pembuluh darah
  • Kerusakan pada pembuluh darah
  • Terbentuknya gumpalan darah di sekitar ujung kateter

Healthline. https://www.healthline.com/health/cerebral-angiography
Diakses pada 1 April 2020

Radiology Info. https://www.radiologyinfo.org/en/info.cfm?pg=angiocerebral
Diakses pada 1 April  2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003799.htm
Diakses pada 1 April 2020

Artikel Terkait

Glenn Fredly meninggal akibat meningitis. Ia mengembuskan napas terakhirnya dalam usia 44 tahun. (Sumber foto: www.instagram.com/glennfredly309)

Mengenal Meningitis, Penyakit yang Diidap Glenn Fredly Sebelum Meninggal Dunia

Musisi senior Tanah Air, Glenn Fredly, meninggal dunia pada Rabu (8/4/2020) akibat penyakit meningitis atau radang selaput otak. Kenalilah penyebab dan gejala meningitis yang diidap Glenn Fredly sebelum dirinya mengembuskan napas terakhir.