Angiografi Pulmoner

Angiografi pulmoner dianjurkan jika dokter mencurigai adanya kelainan pada arteri paruAngiografi pulmoner bertujuan mengevaluasi arteri pada paru-paru

Apa itu angiografi pulmoner?

Angiografi pulmoner adalah pemeriksaan yang dilakukan untuk mengevaluasi keadaan pembuluh darah arteri paru. Angiografi sendiri adalah jenis prosedur pencitraan menggunakan sinar x-ray dan kontras khusus untuk menilai keadaan bagian dalam pembuluh darah arteri.

Kenapa angiografi pulmoner dilakukan?

Alasan dilakukan angiografi pulmoner diantaranya:
  • Mengevaluasi aliran darah ke paru sebelum atau setelah pembedahan
  • Mengevaluasi apakah terdapat masalah pada pembuluh darah arteri paru
  • Mendeteksi ada tidaknya dan mengatasi bekuan darah pada pembuluh darah paru
  • Sebagai jalur pemberian obat-obatan untuk mengobati kanker paru atau perdarahan pada paru

Siapa yang membutuhkan angiografi pulmoner?

Orang yang mungkin membutuhkan prosedur angiografi pulmoner adalah orang yang dicurigai mengalami kondisi di bawah ini:
  • Aneurisma pembuluh darah paru
  • Emboli paru
  • Penyempitan pembuluh darah paru
  • Hipertensi paru primer
  • Tumor paru

Apa saja persiapan untuk menjalani angiografi pulmoner?

Persiapan yang dapat Anda lakukan sebelum menjalani angiografi pulmoner antara lain:
  • Diskusikanlah dengan dokter mengenai manfaat dan risiko prosedur
  • Beritahukanlah kepada dokter Anda bila: Anda sedang hamil, bila Anda pernah mengalami reaksi alergi terhadap zat kontras, kerang, atau zat yodium, alergi terhadap obat apapun, obat-obat apa yang rutin Anda konsumsi, dan apakah Anda mengalami gangguan pembekuan darah
  • Sebaiknya puasa minimal 6-8 jam sebelum pemeriksaan dilakukan

Bagaimana angiografi pulmoner dilakukan?

Secara garis besar prosedur angiografi pulmoner adalah sebagai berikut:
  • Sebelum pemeriksaan dilakukan, Anda akan diberikan sedikit obat sedasi untuk membantu Anda relaks
  • Dokter akan memberihkan area tubuh seperti lengan atau lipat paha menggunakan antiseptik dan kemudian menyuntikkan obat sedasi lokal ke area tubuh ini
  • Radiologis kemudian akan membuat sayatan kecil pada kulit sekitar pembuluh darah vena yang sebelumnya telah dibersihkan dengan antiseptik. Setelahnya selang yang disebut kateter akan dimasukkan ke  dalam pembuluh darah vena lewat sayatan tersebut
  • Setelah masuk ke dalam pembuluh darah vena, kateter akan didorong secara perlahan sampai bilik jantung sebelah kanan dan ke dalam pembuluh darah arteri pulmonal yang menuju ke paru. Dokter dapat melihat secara langsung pembuluh darah vena pada tv monitor sehingga dapat membantu dokter memasukkan selang kateter sampai ke bilik jantung kanan dan pembuluh darah arteri paru
  • Ketika kateter telah masuk sampai tempatnya, zat kontras akan disuntikkan ke dalam kateter. Pada saat yang bersamaan gambar xray diambil untuk melihat bagaimana aliran zat kontras melewati pembuluh darah arteri paru. Zat kontras tersebut dapat membantu dokter mendeteksi ada tidaknya sumbatan aliran darah.
  • Selama prosedur ini dilakukan, di saat bersamaan juga akan dilakukan pemantauan terhadap nadi, tekanan darah, dan laju pernapasan Anda. Alat rekat jantung juga akan dipasang pada lengn, kaki, dan dada Anda untuk memonitor jantung Anda.
  • Bila ditemukan bekuan darah selama prosedur, dokter akan menyuntikkan obat untuk menghancurkan bekuan darah tersebut
  • Setelah gambar xray selesai diambil, jarum dan kateter akan dikeluarkan dari tubuh Anda
  • Setelah dikeluarkan, dokter akan memberikan tekanan pada area bekas sayatan selama 20-45 menit untuk menghentikan perdarahan. Kemudian area sayatan tersebut diperiksa lagi apakah terdapat tanda perdarahan. Bila sudah tidak tampak tanda perdarahan aktif, dokter akan menutup area sayatan dengan perban. Sebaiknya jaga posisi tungkai Anda tetap lurus selama 6 jam setelah prosedur.

Seperti apa hasil angiografi pulmoner?

Hasil angiografi pulmoner disebut normal bila menunjukkan struktur yang normal sesuai gambaran normal pembuluh darah arteri berdasarkan usia seseorang.  Hasil angiografi pulmoner dikatakan abnormal bila ditemukan hasil sebagai berikut:
  • Aneurisma atau pelebaran pembuluh darah paru
  • Terdapat bekuan darah pada pembuluh darah paru
  • Penyempitan pembuluh darah paru
  • Tanda hipertensi pulmonal primer
  • Terdapat tumor paru

Apa yang harus dilakukan bila hasil angiografi pulmoner tidak normal?

Bila hasil angiografi pulmoner Anda tidak  normal, dokter mungkin akan merekomendasikan beberapa pemeriksaan penunjang lain untuk menegakkan diagnosis bila  dari hasil angiografi pulmoner diagnosis masih meragukan.

Apa saja risiko komplikasi angiografi pulmoner?

Seperti prosedur medis lainnya angiografi pulmoner juga memiliki risiko seperti:
  • Gangguan irama jantung
  • Reaksi alergi terhadap zat kontras
  • Kerusakan pada pembuluh darah ketika jarum suntik dan kateter dimasukkan
  • Lepasnya bekuan darah sehingga bekuan darah tersebut berpindah ke pembuluh darah paru yang mengakibatkan emboli paru
  • Perdarahan berat atau terbentuk bekuan darah di area kateter dipasang, yang juga akan mengurangi aliran darah ke tungkai bawah
  • Terjadi serangan jantung atau stroke
  • Terbentuk hematoma (beuan darah pada area penusukan jarum)
  • Cedera pada saraf di sekitar area penusukan
  • Kerusakan ginjal akibat zat kontras
  • Cedera pembuluh darah paru
  • Gagal napas
Bila Anda khawatir dengan risiko-risiko di atas, diskusikanlah dahulu dengan dokter Anda mengenai manfaat dan risiko prosedur.
penyakit paru-parupembekuan darahhipertensi pulmonalemboli
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/pulmonary-angiogram
Diakses pada 30 Desember 2020
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/003813.htm
Diakses 30 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email