Anestesi Spinal

24 Mar 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Anestesi spinal disuntikkan pada saraf tulang belakangAnestesi spinal dilakukan dengan obat bius ke saraf tulang pungung

Apa itu anestesi spinal?

Anestesi spinal adalah prosedur yang melibatkan pemberian obat bius untuk menghilangkan rasa nyeri dan membuat area di bawah pinggang mengalami mati rasa selama operasi.
Obat bius akan diberikan dengan disuntikkan di sekitar tulang belakang. Prosedur ini harus dilakukan oleh dokter spesialis anestesi.Efek anestesi spinal biasanya bertahan sekitar 1-3 jam. Dokter spesialis anestesi akan terus memantau kadar obat dalam tubuh pasien dan memastikan obat bekerja sesuai dengan durasi operasi.

Kenapa anestesi spinal diperlukan?

Anestesi spinal diperlukan untuk beberapa jenis operasi yang tidak memerlukan pemasangan selang bantu pernapasan ke tenggorokan. Prosedur tersebut meliputi operasi yang melibatkan organ kemaluan, saluran kemih, atau organ lain di tubuh bagian bawah.Secara umum, anestesi spinal digunakan pada kondisi-kondisi berikut:
  • Prosedur dilakukan pada perut atau kaki
  • Operasi yang memicu rasa nyeri yang terlalu parah bila dilakukan tanpa obat bius
  • Tubuh pasien bisa tetap berada dalam posisi nyaman selama operasi
  • Pasien menginginkan efek obat bius yang lebih ringan daripada anestesi umum

Siapa yang membutuhkan anestesi spinal?

Anestesi spinal biasanya dilakukan untuk orang-orang yang menjalani beberapa operasi di bawah ini:
  • Operasi urologi, seperti operasi prostat, kandung kemih, atau organ kemaluan
  • Operasi ortopedi, seperti operasi tulang di pinggang dan kaki
  • Operasi ginekologi, seperti operasi pembuluh darah di kaki
  • Operasi umum, seperti hernia inguinal dan ambeien
  • Operasi kandungan, seperti operasi caesar

Apa saja persiapan untuk menjalani anestesi spinal?

Selama beberapa hari sebelum anestesi spinal, pasien perlu melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Menginformasikan pada dokter jika pasien sedang atau berkemungkinan hamil.
  • Memberitahukan dokter mengenai alergi atau kondisi medis yang dimiliki, obat-obatan yang digunakan, dan jenis anestesi atau obat bius yang telah digunakan sebelumnya.
  • Menghentikan konsumsi obat-obatan pengencer darah, seperti aspirin, ibuprofen, clopidogrel, dan warfarin.
  • Menanyakan pada dokter tentang jenis obat yang masih boleh dikonsumsi hingga hari operasi
  • Memastikan ada orang yang mendampingi pasien ke rumah sakit untuk menjalani operasi dan mengantarnya pulang pasc
  • Berhenti merokok
  • Mengikuti arahan dokter terkait puasa sebelum operasi
  • Tidak mengonsumsi alkohol selama sehari sebelum dan pada hari prosedur.
  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai arahan dokter.

Bagaimana prosedur anestesi spinal dilakukan?

Prosedur anestesi spinal meliputi:
  • Cairan infus diberikan lewat pembuluh darah pasien
  • Dokter akan membersihkan area punggung tempat jarum disuntikkan dengan cairan antiseptik. Area ini mungkin akan diberikan anestesi lokal agak tidak terasa nyeri saat penyuntikan.
  • Dokter kemudian menyuntikan obat anestesi ke dalam cairan yang mengelilingi saraf tulang belakang.
  • Efek obat anestesi akan langsung terasa sesaat setelah obat disuntikkan.
Selama anestesi dilakukan, detak jantung, tekanan darah, dan kadar oksigen dalam darah pasien akan terus dipantau. Sesudah pembiusan ini selesai, dokter akan menutup lokasi penyuntikan dengan perban.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah anestesi spinal?

Setelah prosedur selesai, pasien akan diminta untuk tetap berbaring hingga tidak lagi mengalami mati rasa pada bagian kaki dan bisa kembali berjalan.Pasien mungkin akan merasa mual dan pusing. Namun efek samping ini akan hilang seiring waktu. Pasien juga bisa mengalami lelah pascaprosedur.Perawat mungkin akan meminta pasien untuk berkemih. Langkah ini dilakukan untuk memastikan otot kandung kemih pasien bekerja dengan baik.Pasalnya, anestesi spinal dapat membuat otot lemas dan pasien akan mengalami kesulitan dalam berkemih. Apabila kondisi sulit berkemih terus dibiarkan, infeksi saluran kemih dapat terjadi.Apa saja komplikasi anestesi spinal?Secara umum, anestesi spinal merupakan prosedur yang aman. Beberapa komplikasi yang mungkin terjadi meliputi:
  • Reaksi alergi terhadap obat anestesi yang digunakan
  • Pendarahan di sekitar ruas tulang belakang
  • Kesulitan berkemih
  • Penurunan tekanan darah
  • Infeksi pada saraf tulang belakang (meningitis atau abses)
  • Kerusakan saraf
  • Kejang-kejang
  • Nyeri kepala hebat
operasi caesarinfeksi saluran kemihanestesi
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007413.htm
Diakses pada 24 Maret 2020
Michigan Medicine. https://www.uofmhealth.org/health-library/rt1583
Diakses pada 24 Maret 2020
Nuffield Health. https://www.nuffieldhealth.com/treatments/spinal-anaesthetic
Diakses pada 24 Maret 2020
Patient Info. https://patient.info/treatment-medication/anaesthesia/spinal-anaesthetic
Diakses pada 24 Maret 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email