Anestesi

31 May 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Anestesi juga dapat diberikan dalam bentuk gas dengan masker khususAnestesi berupa gas bisa diberikan melalui masker khusus

Apa itu anestesi?

Anestesi adalah tindakan medis yang melibatkan pemberian obat-obatan untuk membuat pasien mati rasa dan tidak merasakan nyeri selama operasi.
Sebelum operasi, pasien umumnya perlu berkonsultasi dengan dokter spesialis anestesi terlebih dahulu. Langkah ini bertujuan meninjau kondisi dan riwayat medis pasien, serta menentukan teknik anestesi yang tepat.Anestesi terbagi dalam tiga teknik berikut:
  • Anestesi lokal

Pada prosedur bius lokal ini, pasien tetap sadar selama operasi. Pemberian obat-obatan hanya akan menghalangi rasa nyeri dan sensasi pada area tubuh tertentu selama operasi, dan untuk sementara.
  • Anestesi regional

Pada anestesi regional, dokter akan memberikan obat-obatan untuk menghilangkan rasa nyeri dan membuat area tubuh tertentu yang lebih luas menjadi baal selama operasi.
  • Anestesi umum (bius total)

Bius total melibatkan pemberian obat bius untuk membuat pasien tertidur dan selama operasi. Pasien tidak akan merasa nyeri maupun mengingat prosedur.Pasien mungkin akan mendapat obat sedatif (penenang) dan analgesik (pereda rasa nyeri) sebagai bagian dari anestesi. Teknik anestesi yang dipilih juga tergantung pada jenis operasi dan kondisi medis pasien.

Kenapa anestesi diperlukan?

Anestesi umumnya dilakukan untuk menghalau rasa nyeri dan sensasi pada tubuh, sehingga memudahkan proses operasi. Tiap teknik pembiusan diperlukan untuk prosedur mesid yang berbeda-beda pula.

1. Anestesi lokal

Anestesi lokal diperlukan dalam:
  • Operasi kecil (minor) yang tidak membutuhkan anestesi umum atau regional
  • Operasi atau prosedur yang cepat, sehingga pasien bisa pulang setelahnya
  • Operasi yang tidak memerlukan pelemasan otot atau kondisi pasien tidak sadar
Pemberian bius lokal juga terkadang tidak memerlukan ruangan operasi. Dokter bisa memberikannya di ruang pemeriksaan sebelum pasien menjalani tindakan medis minor.

2. Anestesi regional

Anestesi regional dilakukan bagi operasi yang membutuhkan pemblokiran rasa nyeri dan sensasi pada area tubuh yang lebih lebih besar. Misalnya, lengan, kaki, atau perut. Dengan pemibusan ini, pasien dapat tetap sadar selama operasi.

3. Anestesi umum

Bius total menggunakan obat-obatan yang akan membuat pasien tidak sadarkan diri, tidak merasa nyeri, dan lumpuh untuk sementara sepanjang operasi berlangsung. Dengan prosedur ini, dokter bedah dapat melakukan tindakan yang diperlukan tanpa mencemaskan rasa nyeri pasien.Selain membuat pasien tertidur, anestesi umum juga akan melumpuhkan otot-otot dalam tubuh termasuk otot pernapasan. Oleh karena itu, pasien memerlukan ventilator untuk membantunya  bernapas.

Siapa yang membutuhkan anestesi?

Anestesi dilakukan dalam tindakan operasi, baik operasi kecil maupun besar. Namun tiap operasi membutuhkan jenis pembiusan yang berlainan.

1. Anestesi lokal

Anestesi lokal dibutuhkan dalam:
  • Operasi kecil (minor) yang tidak membutuhkan anestesi umum atau regional, contohnya perawatan akar gigi serta tambal gigi.
  • Operasi atau prosedur medis yang tidak butuh waktu lama, dan pasien dapat pulang setelahnya.
  • Tindakan medis yang tidak memerlukan pelemasan otot atau kondisi pasien tidak sadar.

2. Anestesi regional

Anestesi regional biasanya dilakukan dalam tindakan medis berikut:
  • Operasi kandungan, seperti operasi caesar
  • Operasi urologi, seperti prostat, kandung kemih, atau organ kelamin
  • Operasi umum, seperti hernia inguinal dan ambeien
  • Operasi ortopedi, seperti operasi panggul dan kaki
  • Operasi ginekologi, seperti operasi pembuluh darah di kaki

3. Anestesi umum

Sementara anestesi umum akan direkomendasikan oleh dokter pada jenis-jenis operasi yang:
  • Membutuhkan waktu yang lama
  • Menyebabkan berkurangnya darah dalam jumlah banyak
  • Membutuhkan paparan udara dingin
  • Mempengaruhi pernapasan, seperti operasi dada dan perut bagian atas

Apa saja persiapan untuk menjalani anestesi?

Sebelum menjalani masing-masing anestesi, sederet persiapan berikut umumnya diperlukan:

1. Anestesi lokal

Dokter atau dokter gigi akan menjelaskan semua persiapan yang perlu dilakukan. Berikut contohnya:
  • Pasien perlu memberitahukan obat-obatan yang sedang dikonsumsi pada dokter, terutama obat pengencer darah (seperti aspirin atau warfarin).
  • apabila ia memiliki kelainan darah atau luka terbuka di sekitar area anestesi.
  • Pasien diminta untuk berpuasa selama beberapa jam sebelum operasi.
  • Pasien perlu menghindari konsumsi alkohol pada 24 jam sebelum pemberian bius

2. Anestesi regional dan umum

Persiapan untuk pasien yang akan menjalani anestesi regional serta anestesi umum biasanya sama dan bisa meliputi:
  • Menginformasikan pada dokter bedah atau perawat apabila memiliki kondisi tertentu, seperti sedang hamil atau alergi
  • Memberitahukan pada dokter mengenai obat-obatan yang dikonsumsi (termasuk suplemen dan obat herbal), dan riwayat jenis anestesi atau obat bius yang pernah
  • Berhenti konsumsi obat-obatan pengencer darah, seperti aspirin, ibuprofen, clopidogrel, dan warfarin.
  • Menanyakan pada dokter terkait jenis-jenis obat yang bleh dikonsumsi hingga hari operasi.
  • Berhenti me
  • Menjalani pemeriksaan dan penilaian preoperatif oleh dokter anestesi. Langkah ini dilakukan untuk menentukan jenis dan jumlah obat bius yang akan digunakan.
  • Berpuasa (tidak makanan dan minuman) selama beberapa jam sebelum operasi.
  • Mengonsumsi obat-obatan sesuai arahan dokter
  • Pada hari operasi, datang tepat waktu di rumah sakit.

Bagaimana prosedur anestesi dilakukan?

Prosedur anestesi berbeda-beda tergantung pada teknik anestesinya. Berikut penjelasannya:

1. Anestesi lokal

Pada anestesi lokal, obat-obatan dapat diberikan dengan cara disuntik, disemprot, atau dioleskan pada area tubuh yang memerlukannya. Jenis dan dosis obat tergantung pada usia, berat badan, ada tidaknya alergi, bagian tubuh yang akan dioperasi, serta kondisi medis pasien.

2. Anestesi regional

Dalam prosedur anestesi regional, obat bius akan disuntikkan di dekat serabut saraf. Lokasi penyuntikan bisa bervariasi, tergantung pada area yang akan dioperasi.Anestesi ini terbagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu blok saraf perifer, anestesi spinal, dan anestesi epidural.Pada blok saraf perifer, obat bius disuntikkan di dekat serabut saraf spesifik yang menyuplai nyeri dan sensasi ke area tubuh. Misalnya, tangan, kaki, selangkangan, atau wajah.Untuk anestesi epidural dan spinal, obat bius disuntikkan di dekat saraf tulang belakang. Dengan ini, nyeri serta sensasi ke area tubuh yang lebih besar (perut bawah, pinggang, dan kaki) akan terblokir.

3. Anestesi umum

Prosedur anestesi umum dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  • Dokter akan memasukkan obat anestesi ke pembuluh darah vena lewat infus di lengan pasien. Obat bius juga sering diberikan berupa gas yang dihirup oleh pasien melalui masker khusus.
  • Ketika pasien sudah tertidur, dokter akan memberikan obat pelemas otot
  • Dokter lalu memasukkan selang pernapasan ke dalam mulut hingga mencapai paru-paru. Selang ini memastikan pasien tetap mendapatkan cukup oksigen sekaligus melindungi paru-paru dari darah dan cairan lain (seperti asam lambung).
  • Dokter juga dapat menggunakan alat lain, seperti laryngeal airway mask untuk mengendalikan pernapasan pasien selama operasi.
  • Dokter anestesi akan memantau kondisi pasien selama operasi. Jika perlu, obat bius, pernapasan, suhu, cairan, dan tekanan darah pasien akan diatur oleh dokter. Demikian pula dengan pbat-obatan tambahan, cairan, dan transfusi darah.

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah anestesi?

Beberapa hal di bawah ini perlu menjadi perhatian:
  • Anestesi lokal

Pengaruh anestesi lokal biasanya hanya bertahan selama satu jam. Namun pasien mungkin masih akan merasakan sensasi baal hingga beberapa jam pascaoperasi.Ketika efek obat bius mulai menghilang, pasien bisa mengalami kesemutan atau kedutan. Pasien juga akan diminta untuk berhati-hari agar cedera atau luka pada area operasi tidak terjadi.
  • Anestesi regional

Seteah menjalani operasi dengan anestesi regional, pasien perlu tetap berbaring hingga sensasi kebas hilang dan bisa kembali berjalan.Pasien mungkin akan mengalami mual dan pusing. Namun efek samping ini akan hilang seiring berjalannya waktu. Pasien juga bisa merasa lelah sesudah operasi.Perawat dapat meminta pasien untuk buang air kecil. Langkah ini bertujuan memastikan bahwa otot-otot kandung kemih pasien bekerja dengan baik.Pasalnya, anestesi spinal dapat membuat otot lemas dan pasien akan mengalami kesulitan berkemih. Apabila kondisi ini terjadi dan dibiarkan, infeksi saluran kemih bisa terjadi.
  • Anestesi umum

Pada anestesi umum, pasien akan terbangun dengan rasa lelah, kedinginan, dan pusing di ruang pemulihan atau ruang operasi. Pasien juga mungkin mengalami sakit perut, mulut yang kering, nyeri tenggorokan, atau kedinginan hingga efek obat anestesi hilang.Perawat akan memantau kondisi pasien serta efek samping tersebut, yang biasanya akan hilang dalam beberapa jam.

Apa saja efek samping anestesi?

Risiko anestesi bervariasi tergantung pada jenisnya. Mari simak penjelasan di bawah ini:

1. Anestesi lokal

Anestesi lokal umumnya termasuk prosedur yang aman dan hanya menimbulkan efek samping ringan. Misalnya, rasa kesemutan ketika efek obat mulai menghilang.Akan tetapi, efek samping lain dapat timbul bila obat bius diberikan dalam jumlah besar. Kondisi ini juga dapat terjadi bila obat yang seharusnya masuk ke jaringan malah masuk ke dalam pembuluh darah vena.Efek samping tersebut meliputi:

2. Anestesi regional

Efek samping anestesi regional biasanya dapat berupa:
  • Reaksi alergi terhadap obat anestesi yang digunakan
  • Pendarahan di sekitar saraf tulang belakang
  • Sulit buang air besar
  • Tekanan darah rendah
  • Infeksi pada tulang belakang
  • Cedera atau kerusakan pada saraf
  • Kejang-kejang
  • Nyeri kepala hebat

3. Anestesi umum

Sementara efek samping dan komplikasi anestesi umum adalah sebagai berikut:
  • Serangan jantung
  • Infeksi paru-paru
  • Bingung sementara (mental confusion)
  • Stroke
  • Trauma pada gigi atau lidah
  • Alergi obat anestesi
  • Hipertermia maligna, yakni peningkatan suhu tubuh dengan cepat dan kontraksi otot berat
  • Kematian (jarang terjadi)
  • Terbangun saat operasi (jarang terjadi)
operasianestesi
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/treatment-tests-and-therapies/types-of-anesthesia-and-your-anesthesiologist
Diakses pada 31 Mei 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/anesthesia.html
Diakses pada 31 Mei 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007410.htm
Diakses pada 31 Mei 2020
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/007413.htm
Diakses pada 31 Mei 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/265689
Diakses pada 31 Mei 2020
Michigan Medicine. https://www.uofmhealth.org/health-library/rt1574
Diakses pada 31 Mei 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/before-during-and-after-general-anesthesia-4150168
Diakses pada 31 Mei 2020
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/anesthesia-and-surgery-3157215
Diakses pada 31 Mei 2020
Patient Info. https://patient.info/treatment-medication/anaesthesia/spinal-anaesthetic
Diakses pada 31 Mei 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/anesthesia/about/pac-20384568
Diakses pada 31 Mei 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/local-anesthesia#process
Diakses pada 31 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email