Analisis Gas Darah

18 Mar 2020|dr. Levina Felicia
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Pemeriksaan sampel darah diperlukan untuk melakukan analisa gas darahAnalisa gas darah dilakukan dengan pengecekan sampel darah

Apa itu analisis gas darah?

Analisis gas darah (AGD) atau arterial blood gas (ABG) adalah pemeriksaan untuk mengukur kadar gas oksigen, karbon dioksida, serta kadar asam basa (pH) darah. Pemeriksaan ini dapat menggambarkan seberapa baik kerja paru-paru dan membantu dokter untuk mendiagnosis sejumlah penyakit.

Analisis gas darah dapat menunjukkan cara kerja paru-paru sebab di organ inilah pertukaran oksigen dan karbon dioksida terjadi.

Saat paru-paru berfungsi dengan baik, kadar oksigen dan karbondioksida di dalam darah akan berada di level yang seimbang. Sebaliknya, jika tidak seimbang, hal ini menandakan ada gangguan di paru-paru atau organ tubuh lainnya. 

Analisis gas darah dilakukan untuk melihat apakah darah terlalu asam (asidosis) atau basa, serta melihat jumlah oksigen di dalam darah apakah terlalu rendah (hipoksemia) atau karbon dioksida yang terlalu tinggi.

Tujuan dilakukannya AGD adalah untuk mendeteksi beberapa kondisi medis, seperti:

Kapan analisis gas darah diperlukan?

Dokter biasanya akan melakukan analisis gas darah untuk:

  • Memeriksa penyakit gangguan pernapasan dan paru-paru, seperti asma, cystic fibrosis, atau penyakit paru obstruktif kronis (PPOK). Biasanya kondisi tersebut ditandai dengan gejala seperti napas cepat, sesak napas, kebingungan, serta mual.
  • Menilai keberhasilan pengobatan penyakit paru
  • Menentukan apakah pasien membutuhkan tambahan oksigen atau alat bantu napas lainnya
  • Memeriksa keseimbangan asam-basa dalam darah. Tingkat keasaman darah yang tinggi menandakan adanya gagal ginjal, infeksi yang parah, keracunan, ketoasidosis diabetik, atau sleep apnea yang tidak diobati.

Apa yang harus dilakukan sebelum menjalani analisis gas darah?

Tidak ada persiapan khusus yang diperlukan sebelum menjalani tes AGD. Namun, pasien dengan terapi oksigen perlu mendapat oksigen dalam jumlah yang tetap (sama) selama 20 menit sebelum menjalaninya.

Untuk beberapa keadaan mungkin dokter dapat memberikan bius lokal untuk meminimalisir rasa nyeri ketika jarum akan ditusukkan ke arteri.

Informasikan ke dokter jika Anda sedang mengonsumsi obat-obatan pengencer darah, seperti aspirin.

Bagaimana prosedur analisis gas darah dilakukan?

Pemeriksaan analisis gas darah (AGD) dilakukan dengan mengambil sampel darah dari pembuluh darah arteri, bisa dari pergelangan tangan, lengan, selangkangan, atau dari jalur khusus yang telah dipasang selama pasien dirawat di rumah sakit.

Sebelum melakukan pengambilan darah, dokter akan memberikan tekanan terlebih dahulu ke pergelangan tangan Anda, untuk memeriksa aliran darah ke tangan Anda. Pemeriksaan ini disebut sebagai tes Allen.

Selanjutnya, pemeriksaan AGD dilakukan dengan langkah berikut:

  • Tenaga medis akan membersihkan lokasi pengambilan sampel darah dengan cairan steril (alkohol)
  • Tenaga medis lalu meraba bagian tersebut untuk menemukan pembuluh darah arteri.
  • Setelah arteri ditemukan, darah akan diambil dengan menyuntikkan jarum ke pembuluh darah.
  • Mengingat pembuluh darah arteri lebih dalam daripada vena, sebagian pasien mungkin merasa bahwa prosedur ini lebih nyeri dibandingkan pengambilan darah biasa yang dari pembuluh vena.
  • Tenaga medis akan memasang tabung pada belakang jarum.
  • Darah pasien lalu akan mengalir ke dalam tabung.
  • Ketika jumlah darah dirasa sudah cukup, jarum suntik akan dilepas.
  • Tenaga medis akan menekan lokasi penyuntikan selama beberapa menit untuk menghentikan perdarahan kemudian menutupnya dengan perban.

Sampel darah yang telah diambil akan dibawa ke laboratorium untuk dianalisis. Untuk hasil yang akurat, sampel ini harus segera diperiksa setidaknya 10 menit setelah pengambilan darah.

Sesudah tes selesai, tidak ada hal khusus yang perlu dilakukan oleh pasien. Umumnya, pasien akan menerima hasil tes sekitar 15 menit setelah pemeriksaan AGD dilakukan. Dokter akan menjelaskan interpretasi hasil analisis gas darah pada pasien. Setelahnya, pasien bisa langsung kembali menjalani aktivitasnya seperti biasa.

Apa saja indikator yang diukur dalam analisis gas darah?

Analisis gas darah meliputi pengukuran terhadap beberapa indikator berikut ini:

1. pH darah

Kadar pH darah dapat dinilai dengan mengukur kadar ion hidrogen di dalam darah. Angka pH darah di bawah normal menandakan darah bersifat asam (asidosis). Sementara, pH darah yang melebihi nilai normal mengindikasikan darah bersifat basa.

2. Bikarbonat

Bikarbonat adalah senyawa kimia yang membantu dalam mencegah pH darah menjadi terlalu asam maupun terlalu basa.

3. Tekanan parsial oksigen (PaO2)

PaO2 adalah tekanan parsial oksigen yang dinilai dengan mengukur tekanan oksigen yang larut dalam darah. Pengukuran ini dapat menentukan seberapa baik oksigen dapat mengalir dari paru-paru ke dalam darah.

4. Tekanan parsial karbon dioksida (PaCO2)

Tekanan parsial karbon dioksida (PaCO2) dinilai dengan mengukur tekanan karbon dioksida yang larut di dalam darah. Tujuannya untuk mengetahui seberapa baik karbon dioksida dapat dikeluarkan dari tubuh.

5. Saturasi oksigen

Saturasi oksigen ditentukan dengan mengukur kadar oksigen yang dibawa oleh hemoglobin dalam sel darah merah.

Seperti apa hasil analisis gas darah?

Hasil tes normal 

Berikut ini adalah nilai AGD normal: 

  • pH darah: 7,38-7,42
  • Bikarbonat (HCO3): 22-28 mEq/L
  • Tekanan parsial oksigen (PaO2): 75-100 mmHg
  • Tekanan parsial karbon dioksida (PaCO2): 38-42 mmHg
  • Saturasi oksigen (SaO2): 94-100%

Hasil tes abnormal 

Berikut interpretasi analisis gas darah yang tidak normal.

  • Jika kadar pH di bawah normal dan PaCO2 di atas normal, terjadi asidosis respiratori (oksigen yang masuk ke tubuh kurang, dan karbon dioksida yang keluar kurang). Kondisi ini bisa disebabkan oleh pneumonia, PPOK, dan overdosis narkotika.
  • Jika pH di atas normal dan PaCO2 di bawah normal, terjadi alkalosis respiratori (terlalu banyak oksigen yang masuk ke tubuh). Kondisi ini dapat disebabkan hiperventilasi, nyeri, stres, gangguan paru.
  • Jika nilai pH dan bikarbonat (HCO3) rendah, terjadi asidosis metabolik (darah terlalu asam sehingga tidak bisa berfungsi di ginjal maupun secara umum). Kondisi ini bisa jadi menandakan adanya diabetes, syok, gagal ginjal.
  • Jika kadar pH dan bikarbonat (HCO3) tinggi , terjadi alkalosis metabolik (darah terlalu basa). Ini bisa disebabkan oleh hipokalemia, sering muntah sehingga asam lambung banyak yang keluar, dan overdosis sodium bikarbonat.

Secara umum, jika hasil analisis gas darah tidak normal, maka pasien tersebut biasanya mengalami salah satu dari ketiga kondisi di bawah ini.

  • Tubuh tidak memiliki cukup oksigen dalam darahnya
  • Tubuh tidak bisa membuang karbon dioksida yang ada di dalam darah
  • Ada gangguan pada fungsi ginjal

Apa yang harus dilakukan bila hasil analisis gas darah tidak normal?

Hasil analisis gas darah yang tidak normal dapat menandakan adanya penyakit paru-paru, ginjal, atau gangguan metabolik. Cedera kepala atau leher yang mempengaruhi pernapasan juga dapat menyebabkan hasil yang tidak normal.

Akan tetapi, faktor-faktor lain pun dapat memengaruhi hasil analisis gas darah, seperti usia, riwayat kesehatan, dan jenis kelamin.

Dokter akan menjelaskan hasil analisis gas darah yang tidak normal dan kemungkinan penyebab yang mendasarinya pada Anda.

Apa saja risiko analisis gas darah?

Pemeriksaan AGD yang memerlukan pengambilan darah bisa memiliki beberapa risiko di bawah ini:

  • Pingsan atau sensasi seperti mau pingsan
  • Membutuhkan banyak suntikan untuk melokalisir pembuluh darah vena
  • Darah yang menumpuk di bawah kulit (hematoma)
  • Perdarahan
  • Infeksi
gagal jantunggagal ginjaloksigenperdarahan

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322343#understanding-the-results
Diakses pada 10 November 2021

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003855.htm
Diakses pada 10 November 2021

Healthline. https://www.healthline.com/health/blood-gases
Diakses pada 10 November 2021

WebMD. https://www.webmd.com/lung/arterial-blood-gas-test#1
Diakses pada 18 Maret 2020

Lab Test Online. https://labtestsonline.org/tests/blood-gases
Diakses pada 10 November 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email