Amniotomi

08 Jun 2020|Nurul Rafiqua
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Amniotomi dilakukan untuk merobek kantong ketuban.Amniotomi diperlukan antara lain untuk mempercepat proses persalinan.

Apa itu prosedur amniotomi?

Amniotomi adalah proses merobek kantong ketuban yang dilakukan secara sengaja oleh dokter atau bidan. Prosedur ini dilakukan untuk mempercepat proses persalinan, sekaligus memungkinkan pemantauan kondisi janin secara lebih langsung, dan penilaian kualitatif cairan ketuban. Amniotomi umumnya dikombinasikan dengan metode induksi lain, baik itu melalui pemberikan obat maupun secara mekanik dengan menggunakan peralatan medis.

Mengapa prosedur amniotomi perlu dilakukan?

Umumnya dokter atau bidan merekomendasikan amniotomi untuk alasan berikut ini:
  • Menginduksi (memulai) persalinan
  • Mempercepat persalinan jika sudah terhambat selama beberapa jam
  • Memasang perangkat pemantauan ke kepala bayi untuk merekam detak jantung dalam persalinan yang berlangsung lama atau berisiko tinggi
  • Memeriksa mekonium (feses janin) pada cairan ketuban. Jika menemukan mikonium, maka tim medis segera melakukan tindak lanjut untuk menghindari gagal janin.

Apa yang perlu dipersiapkan sebelum menjalani prosedur amniotomi?

Sebelum amniotomi dilakukan, dokter akan menanyakan tentang riwayat medis dan obat-obatan yang pasien konsumsi, termasuk obat resep, obat bebas, perawatan herbal, dan vitamin. Akan lebih baik jika pasien telah membawa catatan tentang kondisi medis, obat-obatan, dan alergi sebelumnya.Dokter akan meminta pasien untuk menghentikan konsumsi obat yang mungkin dapat memengaruhi proses amniotomi. Pasien juga dapat memberitahu dokter jika mengalami kram, kontraksi, kondisi keputihan atau perdarahan, atau jika muncul penurunan gerakan bayi.

Apa yang dilakukan dokter pada prosedur amniotomi?

Setelah semua persiapan telah dilakukan dan amniotomi dapat dimulai, berikut ini prosedur yang berlangsung:
  • Pasien akan berbaring terlentang dengan posisi kaki ditekuk dan terbuka (litotomi)
  • Dokter memasukkan kait bedah kecil (metode amnihook) atau sarung tangan yang memiliki kait di ujung jari (metode amnicot) melalui vagina dan leher rahim.
  • Permukaan kantung ketuban digores. Pasien akan merasakan cairan ketuban keluar dari vagina. Ini mungkin terjadi sebagai tetesan, aliran kecil, atau menyembur.
  • Cairan ketuban diperiksa untuk memastikan keberadaan mekonium.
  • Dokter juga bisa memasang perangkat pemantauan untuk merekam detak jantung bayi.
Semua proses di atas umumnya berlangsung selama 5 menit.

Hasil apa yang didapatkan dari prosedur amniotomi?

Pasien akan mulai merasakan kontraksi yang semakin intens setelah ketuban pecah. Hal tersebut dapat terjadi segera atau dalam beberapa jam sejak prosedur dilakukan. Adanya kontraksi menandakan bahwa persalinan akan segera terjadi.

Apa risiko dari prosedur amniotomi?

Komplikasi akibat amniotomi tidak umum terjadi. Namun tetap ada risiko berikut ini:
  • Infeksi pada ibu atau bayi
  • Cedera pada bayi
  • Prolaps tali pusat, yang terjadi ketika tali pusat keluar dari uterus sebelum bayi keluar. Tali pusat bisa terjepit antara bayi dan ibu sehingga dapat memutus asupan darah ke bayi. Prolaps tali pusat dapat membutuhkan operasi Caesar darurat.
  • Perdarahan vagina
operasi caesarmelahirkanpersalinanmelahirkan normal
NCBI.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470167/
Diakses pada 21 Mei 2020
Health Grades.
https://www.healthgrades.com/right-care/pregnancy/artificial-rupture-of-membranes-amniotomy
Diakses pada 21 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email