Adrenalektomi adalah operasi pengangkatan kelenjar adrenal
Kelenjar adrenal terletak di atas ginjal

Apa itu adrenalektomi?

Adrenalektomi adalah prosedur pengangkatan kelenjar adrenal, bisa pada salah satu atau kedua kelenjar sekaligus. Operasi ini dilakukan dokter spesialis bedah.

Kelenjar adrenal merupakan kelenjar kecil yang terletak di bagian atas ginjal. Karena itu, organ ini juga sering  disebut anak ginjal.

Kelenjar adrenal berfungsi menghasilkan hormon yang tubuh yang diperlukan untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Mulai dari mengatur metabolisme, sistem imun, tekanan darah, hingga kadar gula darah.

Pada sebagian orang, sel-sel kelenjar adrenal bisa bertumbuh secara abnormal dan tak terkendali sehingga muncul tumor. Sebagai akibatnya, produksi hormon akan meningkat dan dapat memicu berbagai masalah kesehatan.

Untuk menangani gangguan kesehatan tersebut, prosedur pengangkatan kelenjar adrenal atau adrenalektomi mungkin dianjurkan oleh dokter

Kenapa adrenalektomi diperlukan?

Adrenalektomi biasanya dianjurkan apabila:

  • Tumor kelenjar adrenal menghasilkan hormon berlebihan atau berukuran besar, yakni memiliki diameter lebih dari 4-5 cm
  • Tumor kelenjar adrenal bersifat ganas (kanker) atau dicurigai bisa menjadi ganas
  • Kanker dari bagian tubuh lain yang menyebar ke kelenjar adrenal, contohnya dari paru atau ginjal

Apa saja persiapan sebelum menjalani adrenalektomi?

Persiapan yang dapat dilakukan sebelum menjalani adrenalektomi meliputi:

  • Mendiskusikan dengan dokter mengenai manfaat dan risiko adrenalektomi.
  • Memberitahukan pada dokter tentang obat-obatan yang rutin dikonsumsi. Dokter mungkin meminta pasien untuk menghentikan konsumsi jenis obat tertentu untuk sementara.
  • Berpuasa selama minimal 6-12 jam sebelum menjalani operasi.

Bagaimana prosedur adrenalektomi dilakukan?

Sebelum operasi, dokter akan memberikan anestesi yang dapat berupa bius lokal atau bius umum. Dengan ini, pasien tidak akan merasa sakit ketika selama operasi.

Operasi adrenalektomi juga bisa dilakukan hanya untuk mengangkat tumor, maupun sekaligus dengan kelenjar adrenal yang bermasalah. Keputusan ini akan ditentukan oleh dokter.

Terdapat empat metode adrenalektomi yang bisa dilakukan. Dokter akan mendiskusikan dan menentukan jenis yang terbaik untuk pasien berdasarkan ukuran dan tipe tumor kelenjar adrenal yang muncul, serta kondisi kesehatan pasien secara umum.

  • Operasi laparoskopi

Laparoskopi merupakan operasi minimal invasif yang dapat dipilih untuk menangani tumor adrenal yang berukuran kecil. Dokter akan membuat beberapa sayatan kecil untuk memasukkan laparoskop dan alat bedah.

Laparoskop adalah alat berbentuk selang elastis dengan kamera dan lampu di ujungnya. Gambar dari kamera tersebut akan ditampilkan pada layar untuk membimbing dokter selama operasi berlangsung.

Setelah tumor atau kelenjar adrenal diangkat, dokter akan mengeluarkan semua alat dan menutup sayatan dengan jahitan.

Laparoskopi memiliki banyak keuntungan. Mulai dari ukuran sayatan yang lebih kecil, tingkat rasa sakit yang lebih ringan, dan masa pemulihan yang lebih cepat.

  • Posterior retroperitoneoscopic adrenalectomy (PRA)

Posterior retroperitoneoscopic adrenalectomy (PRA) juga termasuk operasi minimal invasif. Pada metode ini, dokter bedah akan membuat sayatan kecil pada punggung pasien untuk mengangkat kelenjar adrenal.

  • Bedah terbuka

Bedah terbuka dipilih bila tumor kelenjar adrenal berukuran besar atau bersifat ganas. Dokter akan membuat sayatan cukup besar untuk mengangkat tumor. Setelah itu, sayatan akan dijahit dan ditutup dengan perban.

Metode ini bersifat lebih invasif karena memerlukan sayatan yang cukup besar, sehingga waktu pemulihannya akan lebih lama.

  • Krioablasi

Krioablasi menggunakan senyawa kimia untuk membekukan dan menghancurkan tumor. Prosedur ini  dipilih untuk menangani tumor kelenjar adrenal berukuran kecil yang tumbuh akibat penyebaran kanker dari bagian lain tubuh.

Dokter akan menggunakan CT scan untuk membimbing proses memasukkan jarum ke dalam tumor di kelenjar adrenal. Setelah jarum mencapai tumor, cairan akan disuntikkan untuk membekukan sel-sel kanker.    

Apa saja yang perlu diperhatikan setelah adrenalektomi?

Setelah menjalani adrenalektomi, Anda mungkin akan merasakan nyeri di sekitar area sayatan. Waktu penyembuhan pascaoperasi juga bervariasi, namun Anda umumnya dapat kembali beraktivitas seperti biasa dalam 2-6 minggu.

Apa saja komplikasi adrenalektomi?

Seperti tindakan medis lainnya, adrenalektomi juga memiliki risiko komplikasi. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Infeksi
  • Perdarahan
  • Reaksi alergi, misalnya karena obat bius
  • Cedera pada organ di sekitar kelenjar
  • Hernia

Bila Anda khawatir akan risiko di atas, Anda sebaiknya mendiskusikannya terlebih dulu dengan dokter. Umumnya, dokter akan menyarankan adrenalektomi setelah menilai bahwa manfaat operasi ini lebih besar dari risikonya.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/adrenalectomy/about/pac-20385243
Diakses pada 20 Mei 2020

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/treatments/15616-adrenalectomy-adrenal-gland-removal
Diakses pada 20 Mei 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/adrenalglanddisorders.html
Diakses pada 20 Mei 2020

Artikel Terkait

Gangguan pada sistem endokrin akan ditangani oleh dokter spesialis endokrinologi

Mengenal Endokrinologi yang Menangani Penyakit Terkait Hormon

Dokter spesialis endokrinologi dapat mendiagnosis serta menangani masalah terkait hormon. Mulai dari diabetes, menopause, kanker, dan banyak lagi. Seperti apakah kinerjanya?