Kalkulator Usia Kehamilan

Kalkulator Kehamilan
Sehat Bersama SehatQ

Login untuk menyimpan catatan kehamilan

Login
Hari Pertama Haid Terakhir
Pilih Tanggal
>
Rata-rata siklus haid
Hari
*Umumnya 28 Hari
Kalkulator Usia Kehamilan

Kalkulator ini bisa digunakan untuk menghitung usia kehamilan dan hari perkiraan lahir (HPL). Perhitungan didasarkan pada hari pertama haid terakhir (HPHT) dan rata-rata siklus haid.

Dengan tahu usia kehamilan, Bumil bisa memahami perkembangan yang terjadi pada janin dan tubuh Bumil sendiri. Bumil pun jadi punya info lebih saat melakukan pemeriksaan bersama dokter kandungan.

Kehamilan adalah periode waktu antara pembuahan dan proses melahirkan. Dalam periode waktu ini, bayi tumbuh dan berkembang dalam rahim ibu. Usia kehamilan adalah istilah yang sering digunakan selama kehamilan untuk menjelaskan seberapa jauh kehamilan sudah terjadi.

Satuan usia kehamilan yang biasa digunakan adalah minggu, dihitung mulai dari hari pertama siklus menstruasi terakhir hingga tanggal sekarang. Kehamilan normal dapat berlangsung selama 38 hingga 42 minggu.

Bayi yang dilahirkan sebelum usia 37 minggu dianggap belum matang (premature). Bayi yang dilahirkan setelah 42 minggu dianggap terlalu matang (postmature).


Usia kehamilan dapat diestimasikan dari tanggal hari pertama haid terakhir (HPHT). Estimasi ini mengasumsikan pembuahan terjadi pada hari ke-14 siklus.

Meskipun demikian, Usia kehamilan dapat dihitung dengan beberapa cara. Cara paling akurat adalah melalui pemeriksaan USG (ultrasonographic).

Usia kehamilan membantu memprediksi tanggal kelahiran, melakukan pemeriksaan kehamilan, dan mengevaluasi kesehatan bayi saat lahir.

Maka dari itu, usia kehamilan digunakan sebagai panduan untuk mengetahui apakah bayi tumbuh sesuai dengan yang diharapkan dan kapan perlu melakukan pemeriksaan. Bayi yang berukuran lebih besar dari yang diharapkan akan membutuhkan pemeriksaan lebih ketat.


Ovulasi atau yang sering disebut masa subur wanita adalah periode siklus menstruasi, di mana terjadinya proses pelepasan sel telur yang sudah matang dari ovarium ke saluran tuba falopi. Sel telur yang sudah matang ini siap dibuahi (fertilisasi) oleh sperma.

Namun, setiap wanita memiliki masa ovulasi yang berbeda-beda. Hal ini tergantung siklus menstruasinya. Normalnya, siklus menstruasi seorang wanita bisa berlangsung pada 21 hingga 35 hari. Namun, rata-ratanya memiliki siklus selama 28 hari. Siklus ini terhitung sejak hari pertama menstruasi pada bulan ini hingga hari pertama menstruasi di bulan berikutnya. Berikut ini masa ovulasi wanita berdasarkan siklus menstruasi.

  • Untuk siklus menstruasi 28 hari, maka masa ovulasi yang akan terjadi pada hari ke-14 dari siklus sehingga hari paling subur dan sangat direkomendasikan untuk berhubungan seks adalah hari ke-12, 13, dan 14.
  • Untuk siklus menstruasi 35 hari, maka masa ovulasi yang terjadi pada hari ke-21 dari siklus sehingga hari paling subur dan sangat direkomendasikan untuk berhubungan seks adalah hari ke-19, 20, dan 21.
  • Untuk siklus menstruasi 21 hari, maka masa ovulasi yang akan terjadi pada hari ke-7 sehingga hari paling subur dan sangat direkomendasikan untuk berhubungan seks adalah hari ke-5, 6, dan 7.

Ketika masa ovulasi tiba, biasanya ada beberapa perubahan yang terjadi pada tubuh. Supaya Anda tidak salah dalam bertindak, berikut ini beberapa tanda-tanda yang biasa dirasakan ketika wanita berada dalam masa subur.

  1. Keputihan Bertambah
  2. Sakit pada area perut
  3. Gairah seksual yang meningkat
  4. Payudara terasa lunak

Untuk Anda yang sedang merencanakan kehamilan, waktu yang terbaik untuk melakukan hubungan intim, yaitu ketika masa ovulasi terjadi, sehingga peluang untuk mendapatkan keturunannya lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya.

Kehamilan bisa terjadi dikarenakan adanya sperma yang masuk ke dalam vagina. Ribuan sperma tersebut menyusuri rahim dan masuk ke dalam tuba falopi agar bisa membuahi sel telur yang sudah matang dan berkembang menjadi janin.

Namun, tidak semua sel telur bisa berkembang menjadi janin. Apabila proses pembuahan tidak terjadi, biasanya ada beberapa faktor yang menyebabkan sel telur gagal dibuahi yang bisa Anda konsultasikan langsung kepada dokter.


Menghitung dan memperkirakan tanggal persalinan bisa Anda ketahui secara mudah dan detail dengan kalkulator kehamilan SehatQ. Secara umum, kehamilan seorang wanita berlangsung selama 37 hingga 42 minggu dari hitungan hari pertama menstruasi terakhir. Hari pertama haid terakhir (HPHT) adalah hari pertama periode siklus menstruasi pada bulan terakhir sebelum wanita tersebut dinyatakan hamil.

Hari pertama haid terakhir (HPHT) sangat berguna untuk menghitung usia kehamilan. Sebab, masih banyak yang salah kaprah antara usia kehamilan dengan usia janin. Pada dasarnya, perhitungan usia kehamilan dapat ditentukan dalam hitungan minggu yang menyertakan dua minggu sejak HPHT tersebut. Contohnya, jika usia janin Anda sudah memasuki usia 8 minggu, maka usia kehamilan Anda dihitung 10 minggu.


Selain untuk menghitung usia kehamilan, HPHT juga cukup berkaitan dengan HPL atau hari perkiraan lahir. Dari hari pertama haid terakhir ini, dokter bisa menghitung dan memperkirakan kapan bayi Anda akan lahir. Selain dokter, Anda juga bisa menggunakan kalkulator kehamilan dari SehatQ untuk mengetahui hari perkiraan lahir (HPL) bayi Anda.

Meskipun secara umum rata rata kehamilan berlangsung 37-42 minggu, tapi bisa saja HPL tersebut meleset. Pasalnya hampir 50% bayi lahir tidak sesuai dengan jadwal, ada yang lebih cepat atau lebih lambat dari HPL. Ada beberapa faktor yang menyebabkan HPL bisa meleset, berikut ini ulasannya.

  • Penyebab pertama yang mempengaruhi bayi tidak lahir sesuai HPL dikarenakan siklus menstruasi ibunya yang tidak teratur, sehingga cukup sulit untuk memperkirakan kelahiran jika menggunakan metode HPHT.
  • Jika Anda melakukan testpack dan hasilnya positif, berarti Anda sudah memasuki trimester pertama dan sangat disarankan untuk melakukan USG untuk menentukan HPL. Sebab, USG yang dilakukan di trimester kedua lebih akurat dibandingkan di trimester kedua.
  • Fundus uteri yang di atas rata-rata juga menjadi faktor penyebab bayi lahir tidak sesuai dengan HPL.

Healthline
https://www.healthline.com/health/womens-health/stages-of-menstrual-cycle#takeaway

https://www.yourfertility.org.au/everyone/timing

MedlinePlus
https://medlineplus.gov/ency/article/002367.htm

Medscape
https://emedicine.medscape.com/article/259269-overview#a5

Klik disini untuk konsultasi langsung dengan dokter