logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Vaksin Corona

vaksin corona yang digunakan di dunia memiliki beberapa jenis, kenali berbagai jenis vaksin tersebut dari mulai dosis dan berbagai informasi lainnya

Artikel vaksin corona


Lihat Semua Artikel

Tindakan Medis vaksin corona


Lihat Semua

Review vaksin corona


Lihat Semua

Kenali Berbagai Jenis Vaksin Corona

Vaksin corona atau Covid-19 yang digunakan di seluruh dunia termasuk Indonesia, cukup beragam. Terdapat berbagai jenis yang disuntikan pada masyarakat. Lantas apa saja vaksin tersebut dan fungsinya? Berikut ulasannya.

1. Vaksin Pfizer-BioNTech

Pfizer-BioNTech merupakan vaksin pertama yang diberikan pada masyarakat umum di seluruh dunia. Vaksin yang satu ini merupakan kolaborasi dari BioNTech yang merupakan perusahaan bioteknologi Jerman dengan Pfizer yang merupakan perusahaan farmasi Amerika. 

Vaksin corona yang satu ini adalah tipe  messenger RNA (mRNA). Vaksin ini berasal dari materi genetik, yang merupakan protein spike dari Covid-19 yang berguna untuk memberikan instruksi pada tubuh guna membentuk antibodi. 

Vaksin Pfizer-BioNTech sendiri memiliki efikasi atau tingkat kemanjuran yang cukup tinggi yakni sekitar 95 persen. Pfizer-BioNTech juga sudah mendapatkan izin penggunaan dari WHO

Tipe vaksin: mRNA

Pemberian dosis: sebanyak 2 kali

Efikasi: 95%

2. Vaksin AstraZeneca

Vaksin AstraZeneca atau yang juga bisa disebut Oxford-AstraZeneca diproduksi oleh perusahaan biofasmasi Inggris dan juga Universitas Oxford. Berbeda dengan dua vaksin sebelumnya, vaksin yang satu ini adalah tipe viral vectol yang menggunakan adenovirus simpanse guna mengantarkan protein spike dari Covid-19 dalam sel tubuh, hingga akhirnya memicu untuk membentuk antibodi. 

Efikasi dari vaksin yang satu ini adalah 70 persen. Vaksin AstraZeneca juga juga sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari WHO.

Tipe vaksin: Viral vector

Pemberian dosis: 2 kali

Efikasi: 70%

3. Vaksin Moderna

Vaksin corona selanjutnya adalah vaksin Moderna. Jenis yang satu ini diproduksi oleh perusahaan bioteknologi Mederna dari Amerika Serikat. Vaksin ini juga merupakan tipe mRNa sama halnya dengan Pfizer-BioNTech. 

Efikasi dari vaksin Moderna juga cukup tinggi yakni mencapai 95 persen. Vaksin yang satu ini juga sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari FDA atau United State Food and Drug Administration

Tipe vaksin: mRNA

Pemberian dosis: sebanyak 2 kali

Efikasi: 95%

4. Vaksin Janssen

Berbeda dengan vaksin sebelumnya yang pemberian dosisnya adalah 2 kali, vaksin dari perusahaan farmasi Johnson & Johnson asal Amerika ini hanya perlu 1 kali saja.  Vaksin yang satu ini juga merupakan tipe vaksin viral vector. 

Efikasi vaksin corona ini cukup beragam berdasarkan berbagai percobaan klinis. Efikasinya di kisaran 66 persen sampai dengan 100 persen.  Vaksin yang satu ini juga sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari FDA atay United State Food and Drug Administration. 

Tipe vaksin: Viral vector

Pemberian dosis: 1 kali

Efikasi: 66% sampai dengan 100%

5. Vaksin Sinovac, Vakcin Corona yang Digunakan di Indonesia

Vaksin yang satu ini diproduksi oleh perusahaan biofarma asal Cina, yakni Sinovac BioTech. Nama lain dari vaksin ini adalah CoronaVac yang merupakan tipe vaksi whole virus. Tipe vaksin yang satu ini memanfaatkan virus SARS-CoV-2 nonaktif. 

Tidak perlu khawatir, virus tersebut tidak dapat menginfeksi tubuh kembali sehingga aman, justru ini akan memicu tubuh untuk membentuk imun atau antibodi. CoronaVac sendiri memiliki efikasi yang beragam berdasarkan uji coba pada beberapa negara. 

Uji coba yang dilakukan di Brazil menunjukan efikasi di kisaran 50,65 persen. Sedangkan efikasi vaksin ini yang dilakukan di Turki mencapai angka 91,25 persen. Lalu, di Indonesia angka efikasi dari vaksin Sinovac berada di kisaran 65, 3 persen. 

Vaksin ini juga sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari BPOM. CoronaVac atau vaksin Sinovac ini juga sudah digunakan pada program vaksinasi di Indonesia dan berbagai negara lain seperti, chili, Turki, Brasil, Singapura, hingga Malaysia. 

Tipe vaksin: Whole virus (Virus SARS-CoV-2 nonaktif)

Pemberian Dosis: 2 kali

Efikasi: 50,65% sampai dengan 91,25%

6. Vaksin Sputnik V

Sputnik V merupakan tipe vaksin viral vector seperti dua vaksin sebelumnya. Efikasi vaksin Sputnik V berada dikisaran 96,1 persen. Vaksin ini juga sudah mendapatkan izin dari pemerintah Rusia untuk penggunaan vaksin tersebut. 

Tipe vaksin: Viral vector

Pemberian dosis: 2 kali

Efikasi: 96,1%

7. Vaksin Novavax

Vaksin corona selanjutnya adalah Novavax yang dikembangkan oleh perusahaan biofarmasi bernama Novavax. Tipe vaksin ini adalah berbasis protein yang berisi spike protein Covid-19 khusus yang menggunakan teknologi untuk membuatnya. 

Dengan begitu, pembentukan antibodi dalam tubuh dapat terangsang. Efikasi vaksin yang satu ini juga mencapai angka 89,3 persen pada percobaan ketika yang dilakukan di Inggris. 

Tipe vaksin: Protein-based

Pemberian dosis: 2 kali

Efikasi: 89,3%

8. Vaksin CanSino

Vaksin yang satu ini hanya memerlukan pemberian dosis 1 kali saja. CanSino sendiri merupakan hasil kolaborai CanSino Biologics yang merupakan perusahaan vaksin asal Cina dengan ilmuwan militer vina. Baksin yang satu ini memiliki nama dagang Convidecia. 

Tipe vaksin ini adalah vaksin viral vector. Sedangkan untuk efikasi dari vaksin ini sendiri mencapai 65,7 persen guna mencegah munculnya gejala Cobid-19 dan mampu mencegah penyakit berat yang diakibatkan oleh Covid-19 mencapai angka 90,98 persen. 

Vaksin CanSino juga sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Meksiko dan juga Hungaria. Vaksin ini juga direncanakan akan didistribusikan pada sejumlah negara, seperti Malaysia, Meksiko, hingga Pakistan. 

Tipe vaksin: Viral vector

Pemberian dosis: 1 kali

Efikasi: 65,7% sampai dengan 90,98%

Fakta dan Mitos Vaksin Corona

Tidak sedikit orang yang masih enggan melakukan vaksin karena berbagai alasan, salah satunya adalah mitos vaksin yang berkembang. Lantas apa saja mitos dan fakta tersebut?

Mitos: Vaksin Covid-19 tidaklah aman untuk tubuh karena dikembangkan dengan cepat

Fakta: Vaksin corona telah terbukti efektif dan juga aman untuk tubuh. Meskipun waktu pengembangannya dapat dikatakan singkat, namun ini telah melewati serangkaian proses Administrasi Makanan dan Obat-obatan yang diperlukan. Proses tersebut juga sama ketatnya dengan vaksin lain agar dapat memenuhi standar keamanan. 

Mitos: Vaksin COVID-19 akan mengubah DNA saya.

Fakta: Vaksin tidak akan menimbulkan DNA menjadi berubah. Bahkan, pada vaksin pertama yang mengandung messenger RNA (mRNA) justru akan menginstruksikan sel tubuh guna membuat “spike protein” yang ada pada virus Covid-19. 

Saat sistem kekebalan tubuh ini mengenali protein, tubuh akan membangun respon kekebalan dengan membuat antibodi sehingga tubuh tahu cara untuk melindungi diri dari infeksi dimasa mendatang. 

mRNA sama sekali tidak memasuki inti sel yang menjadi tempat DNA di simpan. Jika sudah selesai digunakan, nantinya tubuh akan menyingkirkan mRNA tersebut.

Mitos: Vaksin COVID-19 menimbulkan efek samping yang parah seperti reaksi alergi.

Fakta: Beberapa peserta dalam uji klinis vaksin memang melaporkan adanya efek samping yang mereka rasakan seperti kedinginan, nyeri otot, dan juga sakit kepala. 

Dalam kasus yang jarang terjadi, orang dapat mengalami reaksi alergi parah karena bahan yang digunakan pada vaksin. Ini sebabnya para ahli tidak merekomendasikan orang yang pernah atau memiliki riwayat reaksi alergi parah terhadap bahan vaksin corona tidak diperkenankan untuk mendapatkan vaksinasi. 

Mitos: Saya sudah di diagnosis COVID-19, jadi saya tidak perlu lagi menerima vaksin.

Fakta: Jika Anda pernah terkena COVID-19, Anda masih bisa mendapatkan vaksin. Ada sejumlah bukti yang menunjukan manfaat vaksin pada orang yang sudah pernah terkena Covid-19 sebelumnya. 

Saat ini, para ahli belum dapat memastikan berapa lama orang dapat terlindungi dari virus ini setelah sembuh dari Covid-19. Ini karena kekebalan yang didapatkan dari infeksi (kekebalan alami) cukup bervariasi pada tiap orang. 

Sumber:

https://www.muhealth.org/our-stories/covid-19-vaccine-myths-vs-facts

https://corona.jakarta.go.id/id/artikel/kenalan-dengan-vaksin-vaksin-covid-19-yuk

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved