logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Tes Kesuburan

tes kesuburan pria dan wanita dilakukan untuk mengetahui tingkat kesuburan. Tes ini dapat membantu Anda yang sedang program hamil

Artikel tes kesuburan


Lihat Semua Artikel

Tindakan Medis tes kesuburan


Lihat Semua

Review tes kesuburan


Lihat Semua

Ketahui Berbagai Tes Kesuburan Pria dan Wanita

Bagi pasangan yang ingin memiliki anak, kesuburan adalah hal yang penting. Gangguan kesuburan seperti mandul pada seorang wanita dan pria dapat menyebabkan pasangan sulit untuk memiliki keturunan. Melakukan tes kesuburan dapat membantu Anda dan pasangan untuk mengetahui tingkat kesuburan kalian.

Gangguan kesuburan pada pria dapat disebabkan karena adanya gangguan pada proses pengeluaran air mana, atau bisa juga karena kualitas dan jumlah sperma yang rendah.

Sedangkan pada wanita, gangguan kesuburan dapat disebabkan karena kelainan hormon atau adanya masalah pada sistem reproduksi.

Kriteria Kesuburan Pada Pria

Organ reproduksi pria yang sehat dapat ditandai dengan kemampuan testis dalam memproduksi jumlah sel sperma yang cukup dan sehat. Saat ejakulasi, sel sperma harus dapat bergerak untuk mencapai organ reproduksi wanita guna membuahi sel telur. Setelah dibuahi, maka kehamilan pun baru dapat terjadi.

Kriteria Keseburan Pada Wanita

Organ reproduksi wanita yang sehat ditandai dengan ovarium atau indung telur yang dapat melepaskan sel telur. Proses pelepasan ini terjadi saat wanita mengalami ovulasi atau masa subur.

Sel terus yang dilepaskan ini akan masuk ke dalam tuba falopi atau saluran indung untuk akhirnya dibawa ke rahim. Lalu, jika pada ini sel telur dibuahi oleh sperma, maka akan berkembang menjadi bakal janin atau ovum. Seiring dengan berjalannya waktu, ovum pun akan berkembang dan tumbuh menjadi janin yang nantinya akan dilahirkan.

Beberapa Jenis Tes Kesuburan

Guna menentukan tingkat kesuburan baik pada pria dan wanita, dokter dapat melakukan pemeriksaan melalui penelusuran riwayat seksual sampai dengan pemeriksaan fisik. Selanjutnya, dokter juga akan melakukan tes kesuburan guna memastikan mandul atau tidaknya pasien.

Jenis tes kesuburan yang dilakukan untuk wanita dan pria dapat berbeda. Berikut beberapa jenis tesnya:

Tes kesuburan untuk pria

Guna mengetahui kesuburan pria, terdapat beberapa jenis tes untuk mengujinya. Berikut daftarnya:

  • Analisis sperma. Jenis tes yang satu ini bertujuan untuk mengetahui kualitas dan jumlah sperma sampai dengan pergerakan dan juga bentuknya.
  • Ultrasonografi (USG). Tes kesuburan pria yang satu ini digunakan untuk memantau kondisi organ reproduksi pria dan juga untuk mendeteksi apakah terdapat kelainan pada organ tersebut.
  • Pemeriksaan hormon. Dokter juga dapat melakukan pemeriksaan hormon yang berguna untuk memeriksa tingkat hormon seks yang memiliki peran penting dalam menghasilkan sperma seperti testosteron.
  • Biopsi testis. Tes kesuburan pria yang satu ini digunakan untuk memeriksa jika terdapat masalah pada produksi sperma misalnya kanker atau tumor pada testis.
  • Pemeriksaan genetik. Tes yang satu ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat kelainan genetik sehingga dapat menyebabkan kemandulan.

Selain berbagai tes atau pemeriksaan tersebut, dokter juga dapat melakukan pemeriksaan lain seperti penyakit menular seksual.

Pemeriksaan yang satu ini dilakukan dengan analisis sampel urin dan juga darah. Ini berguna untuk mendeteksi ada tidaknya penyakit menular seksual tertentu yang menyebabkan gangguan kesuburan pada pria.

Tes kesuburan untuk Wanita

Berbeda dengan tes kesuburan pria, berikut beberapa tes kesuburan pada wanita:

  • Tes ovulasi. Jenis tes yang satu ini berguna untuk mengukur kadar hormon yang berguna untuk menentukan apakah wanita sedang ovulasi dan dapat menghasilkan telur dengan baik dan teratur.
  • Pemeriksaan cadangan sel telur pada ovarium. Tes selanjutnya ini berguna untuk mengetahui kualitas dan juga berapa jumlah sel telur untuk ovulasi.
  • Tes pencitraan. Tes yang satu ini seperti HSG, USG, yang berguna untuk mendeteksi apakah ada kelainan yang terjadi pada rahim, tuba falopi atau indung telur.
  • Histeroskopi. Tes kesuburan wanita yang satu ini berguna untuk mendeteksi kelainan yang dapat pada rahim dan juga serviks atau leher rahim.
  • Tes hormon. Selanjutnya ada tes hormon yang berguna untuk menentukan ada tidaknya kelainan hormon yang dapat menjadi penyebab gangguan atau masalah pada kesuburan wanita.

Faktor-Faktor yang Dapat Mempengaruhi Kesuburan Pria dan Wanita

Berikut sejumlah faktor yang dapat berpengaruh pada tingkat kesuburan pria dan juga wanita:

1. Usia

Tingkat kesuburan wanita adalah ketika mereka berusia 20an sampai dengan awal usia 30an. Memasuki usia 35 tahun, tingkat kesuburan wanita dapat menurun. Selain itu, tingkat kesuburan pria akan menurun saat mereka memasuki usia 40 tahun.

Ini sebabnya mengapa pada wanita dan pria dengan usia 35 untuk wanita dan 40 tahun untuk pria dapat lebih sulit memiliki keturunan karena tingkat kesuburan yang lebih rendah.

2. Riwayat kehamilan

Faktor lainnya adalah riwayat kehamilan. Ini dapat berpengaruh bagi tingkat kesuburan wanita. Riwayat kehamilan yang dapat mengurangi kesuburan adalah komplikasi pada saat mengandung, operasi caesar, mengalami keguguran sebelumnya serta riwayat kehamilan lainnya.

3. Hubungan seksual

Peluang kehamilan juga dapat dipengaruhi oleh seberapa sering pasangan melakukan hubungan seksual. Peluang hamil akan lebih tinggi jika hubungan seksual tersebut dilakukan saat wanita masuk masa subur.

4. Jangka waktu setelah melepas alat kontrasepsi

Sebenarnya, wanita yang melepas alat kontrasepsi akan kembali subur seperti semula. Namun waktu untuk wanita dapat hamil kembali setelah melepas kontrasepsi dapat berbeda-beda bergantung pada alat kontrasepsi yang Anda gunakan.

5. Riwayat medis

Penurunan kesuburan yang terjadi baik pada pria dan wanita juga dapat dipengaruhi oleh kondisi medis tertentu. Pada pria, gangguan kesuburan dapat disebabkan oleh gangguan hormon, infeksi, gangguan organ reproduksi sampai dengan kelainan genetik.

Sedangkan pada wanita, ini dapat disebabkan oleh radang panggul, gangguan hormon, endometriosis, PCOS dan lainnya.

6. Gaya hidup tidak sehat

Selain itu, gangguan kesuburan juga dapat disebabkan karena gaya hidup yang tidak sehat, seperti mengkonsumsi alkohol, dan stres berlebih.

Ubah gaya hidup Anda menjadi lebih sehat dengan menghentikan kebiasaan minum alkohol dan merokok. Anda sebaiknya rutin berolahraga dan mengkonsumsi makanan sehat.

TAG TERKAIT

Kesuburan

Hubungan Seksual

Penggunaan KB

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved