Artikel Kesehatan Mengenai Tampon

Jangan Salah, Begini Cara Memakai Tampon yang Aman

Cara memasang dan mengeluarkan tampon butuh latihan agar Anda terbiasa. Tak boleh sembarangan, hal ini harus dilakukan dengan seksama agar tidak menyebabkan iritasi organ intim.Baca selengkapnya
Cara memakai tampon saat haid

Bahan Pembalut yang Berbahaya Bertebaran, Tingkatkan Kewaspadaan!

Pembalut yang berbahaya umumnya mengandung bahan yang merugikan kesehatan. Pilih dengan bijak dan jangan lupa memeriksa dengan seksama label kemasannya.Baca selengkapnya
Pembalut yang berbahaya bisa dihindari dengan membaca bahan-bahannya pada label

Kenali Kelebihan Pembalut, Tampon, dan Menstrual Cup

Pembalut, tampon, dan menstrual cup adalah tiga produk pilihan yang bisa digunakan oleh wanita saat sedang menstruasi. Ketiganya memiliki bentuk dan cara pemakaian yang berbeda, serta kelebihan dan kekurangannya masing-masing.Baca selengkapnya
Pembalut tampon, dan menstrual cup memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam mengatasi dan menampung darah haid

Staphylococcus aureus, Bakteri Penyebab Infeksi Fatal Toxic Shock Syndrome

Pemakaian tampon terlalu lama dapat berakibat fatal karena memicu terjadinya toxic shock syndrome. Kondisi ini dipicu oleh bakteri Staphylococcus aureus yang berkembang dan mengeluarkan racun di dalam darah.Baca selengkapnya
Iritasi vagina akibat pemakaian tampon memungkinkan terjadinya bakteri Staphylococcus aureus masuk

Pakai Tampon Saat Menstruasi? Hati-hati Risiko Toxic Shock Syndrome

Tampon mungkin tak asing bagi wanita Indonesia untuk menyerap darah haid. Namun penggunaan tampon secara sembarangan dapat memicu toxic shock syndrome. Tips menggunakan tampon dengan aman adalah jangan memakai tampon terlalu lama serta ikuti petunjuk pemakaian.Baca selengkapnya
Risiko Toxic Shock Syndrome dapat dipicu oleh infeksi bakteri staphylococcus aureus (staph) saat menstruasi

Informasi Lengkap Tentang Tampon, dari Kemanan sampai Cara Menggunakan Tampon

Jika Anda sedang berpikir untuk beralih menggunakan tampon maka penting untuk mengetahui sejumlah informasi penting yang akan membantu Anda mengetahui cara aman untuk menggunakannya. 

Tidak serumit yang dibayangkan, menggunakan tampon nyatanya sangat aman. Berikut beberapa informasi lengkap mengenai sejenis pembalut berbentuk silinder yang satu ini. 

Apa itu Tampon

Tampon adalah salah satu metode yang berguna untuk menyerap cairan menstruasi. Berbeda dengan pembalut, tampon dirancang untuk dimasukan ke dalam vagina baik menggunakan aplikator atau tanpa menggunakannya. 

Food and Drug Administration (FDA) sendiri mengatur tampons sebagai perangkat medis dan tidak boleh digunakan lebih dari sekali, sama halnya dengan pembalut. Bahan yang digunakan sendiri adalah rayon, katun, atau bisa juga menggunakan campuran kedua bahan tersebut. 

Menurut FDA tampon yang digunakan lebih dari sekali dapat menyebabkan risiko infeksi seperti infeksi bakteri dan jamur. 

Meskipun Anda mungkin menemukan tampon yang dapat digunakan kembali, namun produk tersebut belum mendapat persetujuan dari FDA. Bahkan, FDA melarang penggunaan tampon yang digunakan kembali. 

Tips Aman Menggunakan Tampon

Bagi Anda yang masih ragu dengan keamanan tampon, Anda bisa mengaplikasikan tips ini untuk menjaga kebersihan dan keamanan tampon yang akan Anda gunakan. Berikut ulasannya. 

  • Pastikan mengikuti semua petunjuk yang ada di kemasan produk. Bahkan, untuk Anda yang sudah pernah menggunakan tampon sebelumnya. 
  • Cuci tangan Anda baik sebelum maupun sesudah menggunakan. Ini berguna untuk membantu mengurangi risiko penyebaran bakteri. 
  • Tampon hanya digunakan ketika Anda sedang menstruasi bukan untuk hal lain termasuk keputihan. 
  • Ganti tampon setiap 4 sampai dengan 8 jam sekali. Jangan gunakan 1 tampon lebih dari 8 jam sehari. 
  • Gunakan tampon dengan daya serap yang susuai dengan volume cairan menstruasi Anda. Jangan berpikir untuk menggunakan tampon berdaya serap tinggi karena Anda berpikir menjadi lebih praktis karena tidak perlu menggantinya. Apapun alasannya, tampon wajib diganti maksimal setiap 8 jam. 

Cara Menggunakan Tampon

Cara menggunakan tampon mungkin cukup menakutkan untuk Anda yang baru pertama kali mencobanya. Namun, ini tidaklah seseram yang Anda kira. Berikut cara menggunakan tampon:

1. Pastikan tangan bersih

Sebelum menggunakan produk kewanitaan yang satu ini pastikan tangan Anda sudah bersih. Cuci tangan terlebih dahulu sebelum menggunakan produk tersebut. 

2. Gunakanlah produk yang baru dibuka

Penting untuk memastikan penggunaan produk yang masih terjaga dalam bungkusnya. Menggunakan produk yang sudah terbuka dapat membuat tampon menjadi tidak steril. Bukalah produk dari kemasan yang masih tersegel. 

3. Periksa benang pada bagian ujungnya

Sebelum masukannya pada vagina, pastika Anda memeriksa bagian ujung benang. Patikan bagian tersebut tidak mudah lepas dan kuat. Tarik benar tersebut untuk melihat keamanannya. 

4. Posisikan tubuh Anda dengan nyaman

Jangan tegang ketika akan memasukan tampon. Posisikan tubuh dengan nyaman ketika Anda akan memasukanya pada daerah kewanitaan. Anda bisa berjongkok sembari mengangkat sebelah kaki Anda untuk mempermudah ketika memasakukan produk. 

5. Masukkan tampon dengan hati-hati

Setelah posisi Anda nyaman, Anda kini bisa memasukan benda ini pada vagina. Buka bibir vagina dengan menggunakan satu tangan, kemudian, masukan benda tersebut ke dalam vagina dengan menggunakan tangan yang satunya lagi. 

Posisikan benang pada bagian bawah lalu dorong tampon hingga masuk ke lubang vagina. Supaya tidak sakit, Anda bisa mengatur tubuh untuk lebih rileks sehingga prosesnya menjadi lebih mudah. 

6. Pastikan benang tetap berada di luar 

Jika benda ini sudah masuk ke dalam vagina, Anda bisa mendorongnya dengan menggunakan jari hinggi seluruh bagiannya masuk. Namun, pastikan ujung benang tetap berada di luar vagina Anda. 

Cara Melepaskan tampon

Seperti yang sudah dijelaskan, pastikan Anda mengganti tampon dalam kurun waktu 4 jam sampai dengan 8 jam. Ini dimaksudkan untuk mengindari kebocoran yang dapat terjadi dan kemungkinan terjadinya Toxic Shock Syndrome (TSS).

  • Saat melepas tampon, Anda bisa duduk di atas toilet, kemudian pegang tali dengan jati hati dianyara kedua jari. 
  • Selanjutnya tarik perlahan tali tersebut.
  • Sama seperti saat memasukan, Anda juga harus rileks saat manarik keluar produk kewanitaan ini. Jika terlalu tegang, produk tersebut akan sulit untuk dilepas. 
  • Jika sudah, jangan lupa untuk bilas tampon bekas tersebut. 

Hal yang perlu Anda Waspadai

Hubungi penyedia layanan kesehatan jika Anda mengalami demam, timbul rasa sakit dan geala yang tidak biasa lainnya. Jika Anda merasa tidak nyaman, merasakan sakit dan keluarnya cairan yang tidak biasa ketika memakai tampon atau muncul reaksi alergi, maka segera hentikan penggunaan produk kewanitaan yang satu ini. 

Selain itu, jika muncul tanda-tanda toxic shock syndrome (TSS) segera konsultasikan kondisi Anda dengan dokter. Gejala dan tanda TTS sendoro meliputi demam, diare, muntah, pingsan muncul ruam. 

Jika Anda mengalami gejala-gejala tersebut selama menstruasi Anda atau setelah Anda menstruasi, pastikan untuk hentikan penggunaan produk tersebut dan segera dapatkan pengobatan medis. 

Guna mengurangi risiko TTS, sebaiknya gunakan tampon dengan dayar serap paling rendah. Jangan gunakan tampon lebih dari 8 jam, dan gunakan produk ini hanya saat Anda menstruasi saja. 

Kelebihan Menggunakan Tampon

Tidak sedikit orang yang memilih beralih menggunakan tampon adalah karena beberapa alasan berikut ini: 

  • Lebih mudah untuk dibawa bepergian
  • Cocok untuk digunakan ketika Anda hendak berenang
  • Cocok digunakan untuk Anda yang aktif
  • Menggunakan produk ini dirasa lebih menjaga penampilan 

Itulah ulasan mengenai tampon, dari keamanan, cara memakai tampon hingga cara melepasnya.