logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Psikosis

Psikosis merupakan kombinasi gejala yang mengakibatkan penderitanya kesulitan untuk membedakan kenyataan dan imajinasi mereka

Artikel psikosis


Lihat Semua Artikel

Penyakit psikosis


Lihat Semua Penyakit

Apa Itu Psikosis dan Gejalanya

Apa Itu Psikosis?

Psikosis merupakan kombinasi gejala yang mengakibatkan penderitanya kesulitan untuk membedakan kenyataan dan imajinasi mereka. Ini dapat menjadi gejala dari gangguan kesehatan mental yang serius. Orang yang mengalaminya dapat mengalami delusi atau halusinasi.

Halusinasi sendiri adalah pengalaman sensorik yang terjadi tanpa adanya stimulus yang sebenarnya. Contohnya adalah ketika seseorang yang mengalami halusinasi pendengaran. Mereka mendengar suara teman yang meneriaki mereka di saat teman tersebut diam atau justru tidak ada.

Sedangkan halusinasi visual adalah ketika seseorang melihat sesuatu yang sebenarnya tidak ada. Misalnya, mereka melihat orang di depan mereka, padahal tidak ada siapapun di sana.

Orang yang mengalami psikosis mungkin juga mempunyai pemikiran yang bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya. Pikiran tersebut disebut dengan delusi. Beberapa orang yang mengalami psikosis juga dapat menarik diri dari lingkungan sosial.

Berbagai hal yang mereka alami bisa sangat menakutkan. Selain itu, orang dengan psikosis juga dapat melukai diri sendiri maupun orang lain karena halusinasi dan delusi yang mereka alami tersebut.

Bantuan medis sangat penting untuk membantu menangani orang dengan gejala psikosis ini.

Berbagai Gejala Psikosis

Menurut National Institute for Mental Health (NIMH) terdapat beberapa tanda-tanda awal yang dapat muncul sebelum psikosis berkembang. Beberapa gejala tersebut, mencakup:

  • Mengalami penurunan dalam kinerja sekolah maupun pekerjaan secara tiba-tiba.
  • Kesulitan untuk berpikir jernih
  • Lebih sulit untuk berkonsentrasi
  • Merasa curiga pada orang lain atau mengalami paranoid
  • Menarik diri dari orang sekitar seperti teman.
  • Memiliki perasaan aneh yang biasa tidak dimiliki atau bahkan tidak merasakan perasaan
  • Tidak tertarik untuk merawat diri
  • Mengalami kesulitan memisahkan realitas dari non-realitas
  • Kesulitan berkomunikasi

Jika seseorang mengalami episode psikosis, gejala utamanya meliputi:

  • Halusinasi
  • Delusi
  • Memiliki perilaku yang tidak teratur yakni perilaku yang tampak impulsif atau tidak masuk akal
  • Menunjukan gejala negatif seperti tampak tidak tertarik pada aktivitas yang bisa mereka senangi, seperti tidak memiliki emosi dan penampilan yang menjadi kacau.
  • Pikirang bingung dan juga terganggu
  • Katatonia atau gangguan psikomotor
  • Salah satu gejala psikosis adalah mereka mungkin memiliki kebingungan dan pikiran yang terganggu. Berikut beberapa contoh perilaku tersebut:
  • Beralih dari topik di tengah kalimat tanpa adanya penjelasan
  • Bicara terus menerus dengan pola bicara yang cepat
  • Tida-tiba kehilangan pemikiran sehingga menyebabkan mereka membeku atau berhenti bicara atau berhenti bertindak secara tiba-tiba.

Apa itu Delusi dan Halusinasi

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, gejala psikosis juga meliputi delusi dan juga halusinasi. Ini merupakan dua gejala yang sangat berbeda namun kerap dialami oleh orang dengan psikosis. Bagi penderitanya, delusi maupun halusinasi tampak sangat nyata sehingga mereka akan sangat kebingungan.

Delusi

Waham atau delusi merupakan keyakinan atau kesan palsu yang dipercaya meskipun bertentangan dengan kenyataan yang sebenarnya atau apa yang umumnya dianggap benar. Orang dengan psikosis kerap mengalami tiga waham yakni, waham kesabaran, paranoia, dan juga waham somatik.

Orang yang mengalami waham paranoia mungkin berpikir bahwa mereka sedang dimata-matai atau sedang diikuti padahal kenyataannya tidaklah demikian.

Sedangkan waham kesabaran yakni orang yang mengalaminya dapat merasa sangat penting atau berkuasa, cerdas, hebat serta memiliki status sosial yang tinggi.

Delusi somatik merupakan sebuah kondisi dimana seseorang percaya bahwa mereka memiliki penyakit yang mematikan namun pada kenyataannya mereka sangatlah sehat atau tidak memiliki penyakit tersebut.

Halusinasi

Selanjutnya adalah halusinasi, ini merupakan persepsi sensorik yang terjadi tanpa adanya rangsangan dari luar. Ini berarti penderitanya dapat melihat, merasakan, mendengar maupun mencium sesuatu yang tidak ada.

Seseorang yang mengalami halusinasi dapat melihat seseuatu yang tidak ada atau mendengar suara yang tidak nyata.

Penyebab Psikosis

Setiap kasus psikosis pada tiap orang dapat berbeda penyebab pastinya juga tidak terlalu jelas. Terdapat beberapa penyakit tertentu yang menyebabkan kondisi ini dapat terjadi.

Terdapat pemicu yang membuat orang mengalami psikosis termasuk kurang tidur, penggunaan narkoba atau faktor lingkungan lainnya. Selain itu, situasi tertentu dapat menyebabkan jenis psikosis tertentu berkembang.

Secara umum, beberapa faktor yang dapat terlibat dalam psikosis meliputi:

  • Genetika
  • Trauma (seperti serangan atau pelecehan seksual, kematian atau memiliki pengalaman perang)
  • Penggunaan zat (obat-obatan seperti LSD dan amfetamin telah dikaitkan dengan contoh psikosis pada beberapa orang)
  • Kondisi kesehatan mental tertentu seperti skizofrenia

Kondisi Kesehatan Mental yang Dapat Mengalami Psikotik

Gangguan psikotik dapat dipicu oleh penggunaan alkohol atau obat, stres, cedera dan juga penyakit tertentu. Berikut beberapa jenis gangguan yang mungkin memiliki gejala psikosis:

1. Gangguan bipolar

Bipolar disorder mengalami perubahan suasana hati yang ekstrim. Mereka dapat memiliki suasana hati yang tinggi dan positif namun juga dapat berubah secara drastis dalam suasana hati yang buruk atau depresi.

Ketika mereka mengalami suasana yang positif atau tinggi, orang dengan bipolar mungkin memiliki gejala psikosis seperti merasa sangat bahagia atau mengalami pikiran yang muluk.

Ketika mereka mengalami suasana hati yang tertekan, orang dengan bipolar juga mungkin mengalami gejala psikosis yang membuat mereka merasa takut, sedih atau marah.
Berbagai gejala ini dapat mencakup pemikiran bahwa seseorang sedang mencoba untuk menyakiti mereka.

2. Gangguan delusi

Seseorang dengan gangguan delusi memiliki keyakinan dan rasa percaya yang kuat pada hal-hal yang sebenarnya tidak nyata bahkan ketika mereka dihadapkan pada bukti-bukti yang berlawanan dengan pemikiran tersebut.

3. Depresi psikotik

Kondisi ini ditandai dengan gejala depresi berat yang juga disertai dengan gangguan psikotik atau halusinasi. Orang dengan depresi jenis ini dapat mengalami gejala halusinasi dan depresi dimana mereka mendengar atau melihat sesuatu yang tidak nyata.

4. Skizofrenia

Ini merupakan gangguan mental yang dapat mempengaruhi emosi, tingkah laku dan juga komunikasi. Gejala psikosis umumnya muncul pada skizofrenia.

Sumber:

https://www.healthline.com/health/psychosis

 

TAG TERKAIT

Bipolar

Kesehatan Mental

Gangguan Psikologis

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved