Artikel Kesehatan Mengenai Pernikahan

Penyebab Punya Suami tapi Merasa Sendiri dan Cara Mengatasinya

Perempuan bisa merasakan keadaan punya suami, tapi merasa sendiri karena tekanan salah satu pihak. Membangun komunikasi dan melakukan aktivitas bersama bisa jadi solusinya.Baca selengkapnya
Perempuan bisa merasakan keadaan punya suami, tapi merasa sendiri karena tekanan salah satu pihak

Tahapan dan Fase Pernikahan dari Tahun ke Tahun yang Dialami Pasangan

Awal fase pernikahan merupakan masa yang indah, namun juga sulit karena membutuhkan adaptasi. Fase pernikahan dari tahun ke tahun tentu mengalami pasang surut dan bisa saja berbeda antara setiap pasangan.
28 Sep 2021|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
Awal fase pernikahan merupakan masa yang indah, namun juga sulit karena membutuhkan adaptasi

Bukan Sudah Tidak Cinta, Ini Alasan Suami Lebih Memilih Tidur Sendiri

Suami memilih tidur sendiri tak melulu dikarenakan hilangnya rasa cinta. Ingin mendapatkan waktu tidur yang berkualitas bisa jadi merupakan salah satu alasan utamanya.Baca selengkapnya
Suami memilih tidur sendiri tak melulu dikarenakan hilangnya rasa cinta

Daftar Penyesalan dalam Hidup dan Cara Memperbaikinya

Penyesalan dalam hidup bisa datang dari mana saja. Ketahui cara menyikapinya agar Anda bisa menjalani hidup lebih tenang.
09 Sep 2021|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
Penyesalan dalam hidup saat menjadi orangtua adalah kurang banyak menghabiskan waktu dengan anak

4 Cara Berdamai dengan Kepergian Pasangan

Studi mencatat seseorang 66% lebih rentan cepat meninggal setelah ditinggal mati pasangan. Hal ini umum terjadi pada lansia. Faktornya bisa disebabkan oleh stres, kehilangan motivasi hidup, dan rasa bersalah.Baca selengkapnya
Kesedihan setelah ditinggal pasangan

Stereotip Bapak Rumah Tangga, Dianggap Pekerjaan yang Buruk oleh Masyarakat

Menjadi bapak rumah tangga butuh kesiapan menghadapi pandangan miring yang muncul dari orang terdekat. Biarpun begitu, ada banyak kelebihan yang bisa didapat dari menjadi bapak rumah tangga.Baca selengkapnya
Menjadi bapak rumah tangga butuh kesiapan menghadapi pandangan miring yang muncul dari orang terdekat

6 Kunci Sukses Pernikahan

Pernikahan selalu identik dengan kebahagaian yang dipenuhi cinta, kasih, dan kegembiraan. Anda dan pasangan mungkin tidak membayangkan untuk hidup tidak bahagian. Namun, dalam sebuah pernikahan nyatanya memiliki tantangan apalagi jika Anda merupakan seseorang yang minim pengalaman akan hubungan. 

Pernikahan membutuhkan komitmen, cinta, dan usaha di dalamnya, bukan hanya itu, hubungan dengan pasangan juga perlu rasa hormat untuk menciptakan harmonisasi dan kebahagiaan. 

Namun, tentu hubungan yang dipenuhi dengan cinta dan rasa hormat tidak terjadi begitu saja. Kedua belah pihak perlu melakukan yang terbaik satu sama lain. 

Meskipun akan melalui banyak tantangan kedepannya, bukan berarti kalian tidak bisa melewatinya dengan baik. Berikut kunci sukses pernikahan yang dapat membuat hubungan Anda dan pasangan menjadi lebih indah dan menghindari perdebatan nantinya. 

Kunci Sukses Pernikahan

Wujudkan pernikahan yang bahagia dengan kunci sukses pernikahan berikut ini:

1. Berkomunikasi dengan jelas dan juga sering

Menjaga komunikasi yang baik dengan pasangan adalah salah satu cara untuk menjaga pernikahan Anda supaya tetap sehat dan juga berjalan dengan lebih lancar. Jujurlah dengan apa yang Anda rasakan namun tetap menghargai pasangan Anda. 

Mengungkapkan perasaan Anda dengan jelas akan membantu pasangan untuk mengetahui dengan pasti apa yang sebenarnya Anda perlukan dan apa yang perlu ia penuhi untuk membantu perasaan Anda menjadi lebih baik.

Bagian paling penting dalam berkomunikasi adalah menjadi pendengar yang baik. Selain mengungkapkan pendapat dan perasaan Anda, Anda juga perlu mendengarkan pasangan untuk mengetahui apa yang ia pikirkan. 

Saling berbicara dengan nada tinggi hanya akan membuat perpecahan yang semakin dalam dan membuat permasalahan tanpa solisi. Komunikasi yang terbuka dan sering berbicara adalah hal penting untuk menjaga keharmonisan keluarga Anda. 

Anda bisa bicarakan keseharian Anda, perasaan hari ini, pekerjaan yang Anda lakukan, maupun berbicara mengenai anak-anak. Bagikan pikiran dan juga perasaan Anda dengannya. 

Jangan lupa beritahu bahwa Anda bahagia memilikinya dan bersyukur karena memilikinya dalam hidup Anda. Hargai hubungan Anda, hargai satu sama lain dan masa-masa yang sudah dilewati bersama. 

Tunjukan rasa terima kasih jika pasangan melakukan pekerjaan rumah, atau membantu menjaga anak-anak maupun memasak untuk Anda. Hal-hal sehari-hari yang tampak sebagai kebiasaan ini justru harus Anda hargai karena pasangan telah menggunakan waktu berharganya untuk menjaga Anda dan keluarga. 

Tidak harus menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk mengungkapkannya setiap hari. Anda bisa gunakan waktu beberapa menit untuk mengungkap rasa syukur Anda atas apa yang telah kalian lewati dan kalian lakukan hari ini. 

2. Luangkan waktu untuk kalian berdua sebagai pasangan

Tinggal bersama bukan berarti Anda dan pasangan memiliki waktu untuk saling membangun hubungan yang lebih erat. Ini karena kesibukan Anda dan pasangan serta tanggung jawab kalian satu sama lain yang terkadang membuat kalian terasa menjauh dalam hubungan emosional meski berada dalam satu rumah. 

Guna menumbuhkan kembali api asmara kalian, jangan ragu untuk memiliki waktu berdua yang lebih spesial. Lakukan kencan, pergilah dari rumah dan menonton bioskop atau makan malam romantis seperti yang Anda lakukan saat berpacaran dulu. 

Jika Anda sudah memiliki anak, Anda juga tetap bisa mengajaknya ditengah-tengah kencan kalian yang menyenangkan. Nikmati waktu bersama keluarga di tempat selain rumah adalah hal yang perlu Anda lakukan sesekali. 

3. Rencanakan waktu pribadi atau me time

Sama halnya dengan waktu bersama pasangan, waktu untuk diri sendiri juga hal yang penting. Setiap orang butuh waktu untuk berpikir dan melakukan apa yang ia senangi. Tidak bisa dipungkiri, waktu dengan diri sendiri adalah salah satu hal yang sulit untuk dilakukan ketika sudah menikah, apalagi, jika Anda sudah memiliki anak. 

Namun, meskipun sulit, pastikan untuk tetap memiliki waktu untuk diri sendiri. Bicarakan dengan pasangan mengenai waktu tersebut sehingga ia bisa mengisi kekosongan Anda di rumah. 

Pergilah dengan teman, lakukan pekerjaan yang Anda sukai dan kegiatan yang membuat Anda merasa lebih senang. Waktu sendiri ini juga akan membantu Anda mengisi energi dan pikiran dalam hubungan pernikahan Anda. Ini akan mengembalikan energi positif Anda sehingga Anda juga dapat lebih menghargai satu sama lain. 

4. Pahami bahwa tidak apa-apa untuk tidak selalu setuju

Dalam perjalanan pernikahan, Anda mungkin tidak setuju dengan berbagai macam hal. Pahamilah bahwa Anda tidak selalu harus merasa tidak setuju namun bersikaplah tetap menghargai selama diskusi tersebut. 

Dengarkan sudut pandang pasangan Anda dengan serius. Cobalah untuk memahami dan tetap tenang, tahan amarah untuk menghindari perselisihan ke depannya.

Jika Anda tidak bisa menahannya, Anda bisa meminta untuk menghentikan percakapan selang beberapa waktu untuk menenangkan pikiran masing masing. Dengan begitu, kalian bisa mendapatkan jalan tengah terbaik. 

5. Membangun kepercayaan

Terapis pernikahan dan peneliti John Gottman, Ph.D., mengungkapkan jika penghinaan, kririk merupakan dua dari banyak ancaman pernikahan yang serius. Semakin pasangan terlibat dalam hal-hal tersebut, semakin besa pula kemungkinan perceraian akan mereka hadapi. 

Dilansir dari urmc.rochester.edu menyebutkan jika penelitian dalam beberapa dekade yang melibatkan sejumlah pasangan menunjukan jika pasangan yang tetap bersama, mereka tahu bagaimana bertengkar tanpa adanya permusuhan dan juga bertanggung jawab atas tindakan tersebut. 

Mereka juga cenderung merespon dengan lebih cepat mengenai keinginan satu sama lain supaya bisa berbaikan setelah pertengkaran tersebut sekaligus untuk memperbaiki hubungan mereka. 

6. Belajar memaafkan

Tidak ada orang yang bersih dari kesalahan. Pasangan Anda mungkin bertindak menyakiti perasaan Anda atau membuat Anda merasa kesal dan marah. Namun penting untuk menangani perasaan tersebut dan melepaskannya lalu melanjutkan hubungan yang lebih baik setelah perasaan Anda merasa lebih baik pula. 

Jangan pula terus menerus mengungkit masa lalu. Ingatlah bahwa Anda perlu menjaga komitmen yang telah Anda dan pasangan Anda bangun. Dukung satu sama lain dan biarkan hubungan kalian tumbuh dengan lebih positif seiring berjalannya waktu. 

Itulah beberapa kunci pernikahan yang bisa Anda praktekan untuk membuat keluarga lebih harmonis dan menghindari perpecahan yang tidak diperlukan. 

Sumber:

https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=1&contentid=4580