logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Penyakit Autoimun

penyakit autoimun adalah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh menyerang sel-sel sehat pada tubuh. Gejala penyakit ini meliputi, otot pegal, pembengkakan, demam ringan, sulit berkonsentrasi, dll

Artikel penyakit autoimun


Lihat Semua Artikel

Penyakit penyakit autoimun


Lihat Semua Penyakit

Tindakan Medis penyakit autoimun


Lihat Semua

Macam-macam Penyakit Autoimun 

Penyakit autoimun adalah kondisi dimana sistem kekebalan tubuh yang seharusnya melindungi justru menyerang tubuh Anda. Normalnya, sistem kekebalan tubuh akan melindungi terhadap kuman seperti virus dan juga bakteri.

Ketika kuman masuk dalam tubuh, sistem kekebalan akan akan bekerja untuk menyingkirkan kuman sehingga tubuh terlindungi. Seharusnya, sistem kekebalan tubuh ini dapat membedakan sel asing dan bukan. 

Namun, pada penyakit ini, sistem kekebalan justru salah mengira bagian tubuh Anda sebagai benda asing. Alhasil, pelepasan protein (autoantibodi) pun terjadi dan menyerang sel-sel sehat. 

Mengapa Sistem Imun Menyerang Tubuh?

Penyebab persis mengapa penyakit ini terjadi belum diketahui dengan pasti. Dilansir dari Healthline, sebuah studi pada tahun 2014 menunjukan jika wanita lebih rentan mengalami penyakit ini dibandingkan pria. 

Beberapa jenis penyakit ini juga lebih beresiko menyerang kelompok etnis tertentu. Misalnya, penyakit lupus lebih banyak diderita oleh orang Afrika-Amerika dan Hispanik. Selain itu, jenis penyakit autoimun lain seperti lupus juga dapat terjadi karena keturunan. Tidak semua anggota keluarga akan mengalami penyakit ini, namun mereka lebih berisiko mengalami autoimun. 

Peneliti juga menduga jika beberapa penyebab penyakit ini dapat terjadi karena faktor lingkungan, makan makanan tinggi lemak, makanan olahan, makanan tinggi gula dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami autoimun. Namun, tentu membutuhkan penelitian lebih lanjut untuk membuktikannya.

Macam-macam Penyakit Autoimun

Berikut beberapa jenis penyakit Autoimun yang umum dijumpai.

1. Diabetes tipe 1

Penyakit yang satu ini ternyata disebabkan oleh autoimun. Pada Diabetes tipe 1, sistem kekebalan tubuh menyerang dan juga menghancurkan sel penghasil insulin di pankreas. Alhasil, gula darah pun menjadi lebih tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah maupun organ tubuh seperti ginjal, jantung, mata dan juga saraf.

2. Arthritis rheumatoid (RA)

Pada rheumatoid arthritis (RA), sistem kekebalan akan menyerang sendi. Kondisi ini menyebabkan kemerahan, nyeri, dan juga membuat persendian terasa kaku. Penyakit yang satu ini umumnya mulai menyerang sejak usia 30 tahunan. 

3. Psoriasis/arthritis psoriásica

Biasanya, sel-sel kulit tumbuh dan juga luruh ketika sudah tidak dibutuhkan. Namun pada penyakit yang satu ini, sel-sel kulit justru berkembang terlalu cepat. Sel-sel akan menumpuk sehingga membentuk bercak kemerahan yang juga meradang.

Biasanya disertai dengan munculnya sisik putih berwarna keperakan pada kulit. Sekitar 30 persen penderita psoriasis juga mengalami nyeri pada sendi, pembengkakan, dan juga kekakuan. 

4. Sklerosis multipel

Multiple sclerosis (MS) merusak selubung mieling yang merupakan lapisan pelindung yang mengelilingi sel saraf pada saraf pusat. Kerusakan ini akan membuat transmisi pesan antara otak dan sumsum tulang belakang seluruh bagian tubuh menjadi lambat. 

Kerusakan tersebut juga menyebabkan gejala masalah keseimbangan, mati rasa, sampai kesulitan untuk berjalan. Menurut studi pada tahun 2012, disebutkan jika sekitar 50 persen penderita penyakit ini memerlukan bantuan berjalan dalam kurun waktu 15 tahun sejak penyakit ini dialami. 

5. Lupus eritematosus sistemik (LES)

Penyakit yang satu ini juga merupakan bentuk autoimun. LES juga mempengaruhi banyak organ seperti ginjal, otak, persendian, hingga jantung. Gejala paling umum dari penyakit ini adalah kelelahan, nyeri sendi, ruam, dan gejala lainnya. 

Gejala Penyakit Autoimun

Gejala awal pada banyak penyakit ini cukup mirip, meliputi:

  • Kelelahan
  • Otot terasa pegal
  • Pembengkakan
  • Demam ringan
  • Sulit berkonsentrasi
  • Mati rasa dan kesemutan di tangan dan kaki
  • Rambut rontok
  • Muncul ruam kulit
  • Pada beberapa individu juga dapat mengalami gejala yang berbeda. Misalnya pada diabetes tipe 1 menyebabkan rasa haus yang sangat ekstrim, kelelahan, dan penurunan berat badan. 

Kapan Harus ke Dokter?

Konsultasikan kondisi Anda jika Anda merasakan gejala autoimun. Anda juga dapat mengunjungi spesialis tergantung jenis autoimun yang Anda alami. Berikut beberapa spesialis yang bisa Anda temui berdasarkan jenis penyakit. 

  • Reumatologi: Mengobati penyakit sendiri, seperti rheumatoid arthritis, sindrom Sjögren dan autoimun lainnya yakni SLE
  • Spesialis gastroenterologi: Mengobati penyakit pada saluran pencernaan seperti Crohn dan juga celiac
  • Spesialis endokrin: Mengobati kondisi kelenjar, termasuk penyakit Graves, Addison, dan juga  tiroiditis Hashimoto. 
  • Dermatologist: Merawat kondisi kulit, seperti penyakit psoriasis.

Diagnosis

Guna mendapatkan diagnosis yang tepat, dokter bukan hanya melakukan tes tunggal namun melakukan berbagai kombinasi tes. Tujuannya adalah untuk meninjau gejala dan juga pemeriksaan fisik guna menentukan diagnosis.

Tes antibodi antinuklear (ANA) merupakan tes pertama yang digunakan oleh dokter. Tes ini akan dilakukan jika dokter memiliki kecurigaan penyakit autoimun dari gejala yang ditimbulkan pasien.

Jika tes positif, maka Anda dapat mengalami salah satu penyakit ini. Namun tes yang satu ini tidak dapat mengkonfirmasi secara pasti jenis penyakit apa yang Anda derita. Ini sebabnya diperlukan tes lainnya. 

Guna mencari antoantibodi spesifik yang diproduksi pada kondisi autoimun tertentu, dokter juga dapat melakukan tes nonspesifik guna memeriksa peradangan yang terjadi akibat penyakit tersebut pada tubuh Anda. 

Dokter bisa menggunakan berbagai jenis tes yang sesuai dengan gejala jika memang dirasa perlu dan akan berguna untuk memberikan diagnosis yang akurat. 

Pengobatan Autoimun

Sampai saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan autoimun. Namun beberapa perawatan medis dapat mengontrol respon imun yang terlalu aktif, serta menurunkan peradangan. 

Pengobatan berguna untuk mengurangi rasa sakit, gelaja, dan peradangan yang terjadi. Obat-obatan yang umum digunakan untuk mengatasi kondisi ini adalah:

  • Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), seperti ibuprofen (Motrin, Advil) dan naproxen (Naprosyn)
  • Obat penekan kekebalan
  • Perawatan juga tersedia guna meredakan gejala penyakit autoimun seperti nyeri, kelelahan, bengkak dan juga ruam kulit.
  • Makan makanan yang seimbang dan berolahraga secara teratur juga dapat membantu membuat kondisi Anda menjadi lebih baik.

Sumber: https://www.healthline.com/health/autoimmune-disorders

 

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved