logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Mpasi

bayi sudah mulai dapat MPASI sejak usia 4-6 bulan. Makanan pendamping ASI diperlukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi yang semakin tinggi

Artikel mpasi


Lihat Semua Artikel

Review mpasi


Lihat Semua

Segala Informasi Tentang MPASI, Menu yang Dikonsumsi dan Dihindari

Sekitar usia 6 bulan, bayi membutuhkan nutrisi lebih dari apa yang diberikan Asi. Makanan pendamping ASI atau MPASI berguna untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tersebut.

Bayi yang sudah menginjak usia 6 bulan, sudah siap untuk mulai mengkonsumsi makanan lain. Jika makanan pendamping tersebut justru tidak diperkenalkan sejak usia 6 bulan, maka hal ini dapat mengganggu pertumbuhan si kecil.

Kapan Bayi Siap untuk Mengkonsumsi Makanan Padat?

Sebagian besar ahli kesehatan merekomendasikan bayi dapat mulai makan makanan padat sekitar usia 4-6 bulan.

Usia 6 bulan kerap kali menjadi usia paling direkoemndasikan untuk bagi mulai mendapatkan makanan tambahan yang tidak terdapat dalam susu.

Selain dari usia, para ahli juga mengatakan terdapat beberapa hal yang menandai bayi sudah siap untuk mengkonsumsi makanan padat. Beberapa tanda tersebut adalah:

  • Dapat duduk dengan baik
  • Kontrol kepala yang baik
  • Dapat menahan makanan di mulutnya dan mau mengunyah
  • Dapat mengambil makanan dan juga memasukkannya ke dalam mulut mereka

Jika bayi sudah menunjukan adanya tanda siap mengkonsumsi makanan sebelum mereka berusia 6 bulan, maka konsultasikan dengan dokter Anda.

Makanan Pertama Bayi

Ketika bayi berusia 6 bulan, si kecil baru belajar untuk mengunyah. Makanan pertama haruslah makanan lembut yang mudah untuk ditelan, misalnya sayuran yang diharuskan atau bubur.

Namun, jangan membuat bubur yang terlalu encer karena dapat mengurangi nutrisinya. Buat bubur dengan tekstur kental.

Rasa makanan baru yang si kecil makan awalnya mungkin cukup mengejutkan. Biarkan si kecil untuk membiasakan diri dengan berbagai makanan baru tersebut. Jangan langsung memaksa bayi untuk makan dalam jumlah banyak.

Jangan lupa untuk memperhatikan tanda bahwa ia sudah kenyang sehingga Anda bisa berhenti untuk menyuapinya. Guna memastikan terpenuhinya kebutuhan gizi bayi, maka sebaiknya MPASI yang diberikan, harus:

  • Tepat waktu: Artinya Anda harus memberikan makanan pendamping asi ketika bayi membutuhkan energi dan juga nutrisi yang lebih dari yang diberikan ASI.
  • Memadai: Yakni menyediakan protein, energi, zat gizi mikro yang mencukupi kebutuhan si kecil yang sedang dalam proses pertumbuhan.
  • Aman: Anda perlu menyiapkan makanan yang higienis dari mulai bahan hingga proses pembuatannya.
  • Diberi makan dengan benar: Berikan makanan dengan melihat sinyal bahwa si kecil sedang lapar dan segera hentikan jika anak sudah kenyang. Beri makanan pendamping ASI sesuai dengan usia mereka.

Bayi yang merasa lapar akan memberikan tanda seperti meletakan tangan ke mulutnya. Jika begitu, maka Anda bisa beri makanan pendamping ASI sebanyak 2-3 sendok makan makanan lunak sebanyak 2 kali sehari. Ini karena perut bayi yang masih kecil. Seiring pertambahan usia, maka pormi makannya akan semakin meningkat.

Rekomendasi MPASI yang Cocok untuk Bayi 6 Bulan

Seperti yang sudah dijelaskan, sebaiknya bayi berusia 6 bulan mengkonsumsi makanan yang mudah ditelan dan memiliki tekstur yang lembut. Berikut beberapa rekomendasi MPASI untuk si kecil.

1. Sayuran yang dimasak sampai lunak

Sayuran adalah jenis makanan terbaik dengan banyak kandungan nutrisi di dalamnya. Beberapa sayuran yang cocok dijadikan makanan pendamping ASI adalah brokoli, labu, wortel hingga kentang.

2. Buah lunak

Selain sayuran, buah juga dapat menjadi pilihan, Rasanya yang lezat dan nutrisinya yang melimpah menjadikannya sebagai makanan bayi yang ideal. Beberapa buah yang direkomendasikan adalah alpukat, pisang, mangga, apel, bluberi yang dihaluskan.

3. Sereal

Oatmeal, nasi, quinoa, dapat menjadi makanan pendamping ASI. Anda perlu menghasiluskannya hingga teksturnya lembut dan mudah di telan. Makanan ini cocok dikombinasikan dengan sedikit ASI atau susu formula.

Selain makanan, Anda juga bisa memberikan air putih dalam cangkir untuk bayi. Ini akan membantunya untuk membiasakan diri.

MPASI Bayi Berdasarkan Usia

  • Setelah bayi berusia 4-6 bulan

ini tandanya Anda perlu memberikan si kecil makanan padat secara teratur. Selain itu, berikan makanan yang lebih bervariasi dan mulai tambahkan frekuensi makan, dari mulai 2 kali menjadi 3 kali sehari seiring bertambahnya usia si kecil.

  • Pada sekitar 7-9 bulan

Anda bisa memberikan makan padat 3 porsi kecil kali sehari untuk bayi. Usahakan untuk memberikan makanan dengan kandungan protein, karbohidrat dan lemak pada tiap porsi makanan tersebut.

  • Pada sekitar 9-11 bulan

Tekstur MPASI yang dikonsumsi si kecil mulai agak keras atau tidak selembut bayi berusia 6 bulan. Si kecil juga bisa mulai mengkonsumsi camilan beras, apel, wortel kukus atau finger food untuk dipegangnya sendiri.

Pada usia ini, bayi mengkonsumsi makanan 3 kali sehari untuk porsi kecil dan mungkin dapat mengkonsumsi makanan penutup seperti buah atau yogurt tawar.

  • Pada usia 1 tahun

Pada usia ini, bayi sudah mulai dapat mengkonsumsi berbagai makanan dengan berbagai tekstur. Si kecil juga sudah dapat makan apa yang orang dewasa konsumsi. Pada tahap ini, banyak bayi sudah dapat makan tiga kali dalam porsi kecil dengan ditambah 2-3 kali mengkonsumsi camilan setiap hari.

Ingatlah bahwa setiap bayi dapat berbeda. Ada bayi yang mungkin makan lebih banyak atau lebih sedikit tergantung pada kebutuhannya masing-masing.

Makanan yang Perlu Dihindari

Meskipun penting untuk memberikan makanan yang bervariasi, namun ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya dihindari.

1. Madu

Jangan berikan madu pada bayi dengan usia di bawang 12 bulan karena risiko botulisme yang merupakan bentuk keracunan makanan yang serius.

2. Telur setengah matang

Ini karena makanan setengah matang seperti telur mungkin mengandung bakteri salmonella yang dapat membuat si kecil sakit.

3. Produk susu yang tidak dipasteurisasi

Pasteurisasi berguna untuk membunuh bakteri yang ada dalam produk susu yang dapat menyebabkan infeksi.

Sumber:

https://www.who.int/health-topics/complementary-feeding#tab=tab_1

https://www.healthline.com/nutrition/weaning

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved