Artikel Kesehatan Mengenai Menyusui

Ibu Menyusui Boleh Makan Telur, Ini Manfaat dan Risikonya

Bolehkah ibu menyusui makan telur? Boleh. Telur bisa menambah produksi ASI, memenuhi kebutuhan kalori, hingga menunjang pertumbuhan bayi.
21 Jan 2022|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
Ibu menyusui boleh makan telur karena baik untuk produksi ASI dan bayi

Bayi Menggigit Saat Menyusu? Ini 7 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bayi yang menggigit saat menyusu sering kali karena sedang masa tumbuh gigi. Hal ini menyebabkan gusi bayi terasa gatal dan sensitif sehingga gigitan bisa meredakan gejalanya.
02 Jan 2022|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
bayi menggigit saat menyusu

Kenali Cluster Feeding, Kondisi Bayi Lapar Sepanjang Malam, Ini Tips Menghadapinya

Cluster feeding adalah kondisi ketika bayi mulai makan lebih sering pada jangka waktu tertentu, seperti beberapa kali dalam suatu waktu.
21 Des 2021|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
cluster feeding adalah

Cara Meningkatkan Hormon Oksitosin agar ASI Lancar

Stres dapat mengurangi produksi ASI. Namun dengan meningkatkan hormon oksitosin dan prolaktin dapat menambah produksi ASI. Salah satu cara meningkatkannya adalah dengan mengonsumsi suplemen ASI.
10 Des 2021|Marco Anthony
Baca selengkapnya
Ibu sedang menyusui bayi

Alasan Bayi Menangis Saat Menyusu dan Cara Mengatasinya

Bayi menangis saat menyusu mungkin disebabkan oleh posisi menyusu yang tidak nyaman, aliran ASI yang terlalu cepat atau lambat, bingung puting, hingga kembung.
08 Des 2021|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
Penyebab bayi menangis saat menyusu salah satunya karena posisi menyusu yang tidak nyaman

Apakah Menstruasi Saat Menyusui Memengaruhi Kualitas ASI?

Usai melahirkan, Anda mungkin akan kembali menstruasi, termasuk pada saat menyusui. Tanda menstruasi pada ibu menyusui antara lain, flek, nyeri puting, dan ASI berkurang.
05 Nov 2021|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
menstruasi saat menyusui

Cara Menyusui, dari Posisi Sampai Hal yang Perlu Diperhatikan

Menyusui memanglah hal yang wajar, namun bukan berarti semua ibu dapat langsung melakukannya tanpa hambatan. Ibu langsung menyusui bayi sejak bayi lahir namun bukan berarti semua hal itu dapat langsung terjadi secara alami. 

Bagi Anda yang belum pernah melakukannya sebelumnya, berikut cara menyusui yang bisa Anda ikuti. 

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Akan Memulai Menyusui

Semakin segera Anda mencoba menyusui bayi, semakin baik. Meskipun bayi yang baru lahir dapat langsung menghisap dan memiliki naluri untuk menempatkan bibir pada putung namun bukan berarti proses menyusui dapat langsung terjadi dengan lancar. 

Wajar jika Ada hambatan dan kesalahan seperti puting yang berulang kali terlepas dari mulut si kecil, atau posisi yang kurang tepat. Namun jangan putus asa, fase yang satu ini pasti akan Anda lewati dengan baik. 

Posisi Menyusui Bayi 

Ada lebih dari satu cara untuk menyusui si kecil. Namun, cara terbaik dan juga paling nyaman baik untuk ibu maupun untuk bayi adalah 3 cara berikut ini.

The Cradle Hold

Posisi yang satu ini adalah yang paling banyak digunakan ibu. Caranya adalah baringan bayi di perut Anda, lalu gunakan satu tangan Anda untuk menopang kepala si kecil. Sedangnya, tangan yang satunya lagi untuk memegang bagian bawah tubuh si kecil. 

The Football Hold

Tempatkan bayi pada samping Anda dalam posisi memanjang dan menghadap ke atas. Baringkan si kecil pada sepanjang lengan Anda lalu arahkan kepalanya ke payudara. Posisi yang satu ini akan sangat nyaman terutama bagi Anda yang pernah menjalankan operasi caesar.

The Lying-Down

Posisi yang satu ini juga sangat mudah untuk dilakukan. Caranya adalah rebahkan tubuh Anda pada salah satu sisi. Anda bisa tambahkan batal pada bagian punggung guna menopang tubuh. 

Posisi yang satu ini sangat pas untuk Anda yang masih memulihkan diri dari bedah caesar, atau saat kondisi kurang fit. Selain itu posisi menyusui bayi yang satu ini juga sangat pas digunakan ketika Anda sedang tidur baik saat malam atau saat siang. 

Cara Membuat Bayi Mengunci atau Melekat Saat Menyusui

Selain membuat posisi yang nyaman untuk ibu dan bayi, Anda juga perlu membantu si kecil untuk lebih melekat selama menyusui. Hal ini akan menjaga bayi dapat menyusu dengan larbih lancar. Berikut caranya:

  • Posisikan bayi menyamping sehingga si kecil lengsung menghadap Anda, perut si kecil juga akan menyentuh perut Anda. Lalu, dukung tubuh si kecil dengan menggunakan bantal. Jika perlu, Anda juga bisa lebih dekatkan bayi pada payudara, bukan justru Anda yang membungkuk ke arahnya. 
  • Selanjutnya tempatkan jari Anda di sekitar areola
  • Miringkan kepala si kecil sedikit ke arah belakang, bantu beritahu letak puting dengan gelitik bibir bayi menggunakan puting Anda sampai ia membuka mulutnya. 
  • Bantu si kecil untuk dapat meraih putih dengan sempurna dengan posisikan rahang bawah bayi terlebih dahulu. 
  • Miringkan kepala bayi ke depan, posisikan rahang atasnya dalam payudara. Pastikan si kecil sudah dapat menghisap payudara Anda dengan baik. 

Cara Menyusui Bayi yang Baru Lahir

Menyusui adalah sebuah keterampilan yang akan dipelajari ibu dan bayi. Anda membutuhkan waktu untuk membiasakan diri untuk mengerti bagaimana cara menyusui yang benar sekaligus nyaman untuk ibu dan si buah hati. 

Ada beberapa posisi yang berbeda dan dapat Anda gunakan untuk menyusui. Setelah mengetahui posisi menyusui Anda juga bisa memperhatikan beberapa poin penting berikut ini selama menyusui.

  • Apakah Anda nyaman? Sebaiknya kegiatan menyusui harus membuat Anda nyaman terlebih dahulu. Posisi ibu yang nyaman akan membantu membuat bayi menyusu dengan lebih mudah pula. Anda bisa gunakan bantal selama menyusui jika memang diperlukan. Penting untuk membuat tubuh terasa rileks. 
  • Perhatikan posisi kepala dan tubuh bayi Anda apakah sudah benar dan nyaman. Jika tidak bayi akan lebih sulit untuk menyusu.
  • Anda juga perlu perhatikan cara memegang bayi atau posisi bayi saat menyusui. Hadapkan bayi depan payu dara Anda dengan posisi yang dekat dengan tubuh Anda. 
  • Topang bagian leher, punggung dan juga bahu bayi, jika memungkinkan posisikan kepala si kecil miring ke belakang sehingga dapat menelan dengan mudah.
  • Pastikan untuk selalu dekatkan bayi pada payudara Anda, dan biarkan si kecil menyusu dengan sendirinya. 
  • Hindari untuk mencondongkan payudara ke depan ke dalam mulut si kecil. 
  • Posisikan hidung bayi sejajar dengan puting susu Anda untuk mendorong mereka membuka mulut dengan lebih lebar. Ini juga akan membuat mulut bayi lebih melekat pada payudara dengan lebih baik. 
  • Usahakan untuk tidak memegang bagian belakang kepala si kecil, sehingga bayi dapat memiringkan kepalanya ke arah belakang. Dengan cara yang satu ini puting Anda akan melewati langit-langit mulut bayi yang keras dan berakhir pada bagian belakang mulut bayi di atas langit-langit yang lunak.

Menyusui dilakukan setiap dua jam sekali, atau setiap bayi menangis. Letakan bayi pada payudara untuk dapat memperoleh ASI lebih baik. Guna membuat si kecil sadar dengan ASI yang akan mengisi perutnya yang lapar, Anda bisa sentuh pipi bayi dengan puting atau dengan jari Anda untuk membantu bayi mengetahui posisi payudara Anda dengan lebih tepat.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan pada bayi. Anda mungkin perlu konsultasikan dengan dokter jika bayi menunjukan tanda-tanda, seperti:

  • Bayi Anda berhenti menyusu setelah 10 menit atau kurang.
  • Bayi Anda sering rewel dan terlihat lesu.
  • Kulit bayi yang menguning.
  • Kotoran bayi menjadi keras dan berwarna lebih gelap.

Sumber:

https://www.nhs.uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding/positioning-and-attachment/

https://www.parents.com/baby/breastfeeding/basics/nursing-101-all-about-breastfeeding/