logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Menopause

Menopause adalah waktu yang menandai akhir dari siklus menstruasi yang umumnya dialami oleh wanita pada usia 40-an atau 50-an.

Artikel menopause


Lihat Semua Artikel

Penyakit menopause


Lihat Semua Penyakit

Tindakan Medis menopause


Lihat Semua

Gejala dan Penyebab Menopause 

Menopause adalah waktu yang menandai akhir dari siklus menstruasi. Seseorang dikatakan mengalami menopause jika sudah melewati masa 12 bulan tanpa mengalami periode menstruasi sama sekali. Umumnya hal ini terjadi pada usia 40-an atau 50an. 

Tidak perlu khawatir ini adalah proses biologis yang terjadi secara alami. Namun beberapa gejala yang Anda alami mungkin akan berpengaruh pada kesehatan emosional, menurunkan energi hingga menyebabkan kesulitan tidur. 

Apa Saja Gejala Menopause

Gejala menopause dapat mulai muncul sejak beberapa bulan menopause terjadi. Berikut beberapa gejala umumnya:

  • Haid menjadi tidak teratur
  • Vagina kering
  • Hot flash
  • Keringat malam
  • Masalah tidur
  • Perubahan suasana hati
  • Penambahan berat badan dan metabolisme yang menjadi lebih melambat
  • Rambut menipis dan kulit menjadi lebih kering
  • Hilangnya kepenuhan payudara

Tanda dan juga gejala pada wanita mungkin bervariasi. Namun tanda umum pada kondisi ini adalah ketidakteraturan periode haid Anda sebelum akhirnya periode haid tidak lagi terjadi.

Sering kali, Anda akan melewatkan 1 sampai 2 bulan periode haid, lalu di bulan berikutnya mengalami haid kembali. Periode ini juga dapat terjadi pada periode yang lebih pendek.

Ketidakteraturan masa menstruasi tersebut menjelang menopause merupakan hal yang lazim. Namun, pasa masa ini meskipun menstruasi tidak teratur, namun kemungkinan kehamilan tetap dapat terjadi. 

Jika haid Anda menjadi tidak teratur atau beberapa bulan belum juga haid tapi tidak merasa adanya transisi menopause, maka tak ada salahnya untuk mempertimbangkan melakukan tes kehamilan. 

Penyebab Menopause

Berikut beberapa penyebab yang memungkinkan menopause dapat terjadi:

Penurunan hormon reproduksi yang terjadi secara alami. Ketika mendekati usia 30-an akhir, indung telur akan mulai memproduksi estrogen dan juga progesteron menjadi lebih sedikit. 

Ini adalah hormon yang mengatur kesuburan dan juga menstruasi Anda. Dengan berkurangnya dua hormon tersebut, maka menstruasi pun menjadi berkurang. 

Pada usia 40-an, periode menstruasi menjadi tidak teratur, dapat terjadi lebih lama atau justru lebih pendek, lebih sering atau justru lebih jarang terjadi. Sampai pada usia 51 tahun, indung telur akan mulai berhenti melepaskan sel telur sehingga menstruasi pun tidak lagi terjadi. 

Selain karena penurunan hormon reproduksi, penyebab menopause lainnya yakni pemberdahan yang mengangkat ovarium (ooforektomi). Ovarium yang merupakan penghasil hormon estrogen dan juga progesteron inilah yang mengatur siklus menstruasi Anda tiap bulannya. 

Namun, pembedahan yang mengangkat indung telur tersebut juga menjadikan menopause terjadi. Menstruasi akan berhenti dan Anda akan mengalami gejala menopause. Tanda dan gejala yang terjadi ini dapat lebih parah karena perubahan hormonal yang mendadak atau terjadi secara tiba-tiba tanpa adanya tahapan layaknya menopause lazimnya. 

Pembedahan yang mengangkat rahim namun bukan indung telur (histerektomi) umumnya tidak menyebabkan menopause secara langsung. Walaupun Anda tidak mengalami menstruasi kembali, namun indung telur tetap bisa melepaskan sel telur dan juga memproduksi progesteron maupun estrogen. 

Terapi radiasi dan kemoterapi juga dapat menyebabkan menopause. Terapi kanker yang satu ini menyebabkan munculnya gejala seperti hot flashes atau sensasi rasa panas yang terjadi secara tiba-tiba. 

Menstruasi yang berhenti setelah melakukan terapi tersebut tidak selalu permanen. Ini karena terapi radiasi umumnya berpengaruh pada fungsi ovarium saja itupun jika radiasi ini diarahkan ke ovarium.

Sedangkan untuk terapi yang diarahkan pada bagian tubuh lainnya, seperti leher, kepala atau payudara tidak akan berpengaruh pada menopause. Selain karena beberapa penyebab di atas, menopause juga dapat dikarenakan insufisiensi ovarium primer.

Dilansir dari Mayoclinic, sekitar 1 persen wanita mengalami menopause sebelum menginjak usia 40 tahun atau bisa dikatakan sebagai menopause dini. Menopause dini sendiri dapat terjadi karena kegagalan ovarium dalam menghasilkan tingkat hormon reproduksi (insufisiensi ovarium primer) yang normal.

Hal ini dapat terjadi karena faktor genetik atau karena mengalami penyakit autoimun.Namun penyebab pasti menopause dini kerap kali tidak ditemukan.

Pada kondisi tertentu, wanita yang mengalami kondisi ini disarankan untuk terapi hormon setidaknya sampai usia menopause alami terjadi. Ini bertujuan untuk melindungi jantung, otak dan juga tulang. 

Masalah Kesehatan yang Dapat Terjadi Setelah Menopause

Setelah mengalami menopause, risiko kondisi medis tertentu dapat meningkat, seperti:

1. Penyakit jantung dan pembuluh darah

Saat kadar estrogen yang ada pada tubuh menurun, maka risiko penyakit kardiovaskular menjadi meningkat. Penyakit jantung yang satu ini merupakan penyebab kematian utama di dunia. Jaga kesehatan Anda dengan makan makanan sehat, rutin olahraga, dan jaga tekanan darah.

2. Osteoporosis

Osteoporosis merupakan kondisi dimana tulang menjadi lemah dan juga rapuh sehingga risiko patah tulang menjadi meningkat. Saat beberapa tahun pertama setelah mengalami menopause, kepadatan tulang dapat menurun dengan cukup cepat sehingga risiko osteoporosis pun meningkat. 

3. Inkontinensia urin

Masalah kesehatan yang satu ini disebabkan karena jaringan vagina maupun uretra kehilangan keelastisannya. Anda mungkin akan mengalami dorongan buang air kecil yang lebih sering serta keluarnya urin secara tidak sengaja, serta batuk.

Untuk mencegah semakin tingginya risiko tersebut, Anda bisa perkuat otot panggul dengan melakukan latihan kegel. Selain itu, terapi hormon juga dapat disarankan sebagai pengobatan yang efektif.

4. Fungsi seksual

Penurunan kelembapan serta hilangnya elastisitas dapat menyebabkan kekeringan bagina dan menyebabkan ketidak nyamanan selama berhubungan seksual. Hal ini juga akan menyebabkan menurunnya sensasi ketika melakukan aktivitas seksual dan mengurangi dorongan untuk ingin melakukannya (libido)

Guna mengatasinya, Anda bisa memilih menggunakan pengobatan estrogen vagina lokal yang tersedia dalam bentuk tablet sampai dengan krim. 

5. Kenaikan berat badan

Selain itu, akibat menopause juga dapat menyebabkan pertambahan berat badan. Tidak sedikit wanita yang mengalami kenaikan berat badan dari mulai selama masa transisi menopause karena metabolisme yang lambat. 

Guna mengatasinya, Anda bisa batasi asupan kalori, konsumsi makanan sehat dan rutin olahraga untuk mempertahankan berat badan Anda.

Sumber:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/menopause/symptoms-causes/syc-20353397



Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved