logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Mengorok

kebiasaan mengorok dapat menjadi tanda dari sleep apnea karena saluran napas atau udara yang tersumbat. ketahui berbagai gejalanya

Artikel mengorok


Lihat Semua Artikel

Penyakit mengorok


Lihat Semua Penyakit

Hati-hati, Kebiasaan Mengorok Bisa Jadi Tanda Sleep Apnea

Mengorok mungkin menjadi hal yang umum, namun ini juga dapat mengganggu orang sekitar Anda. Biasanya orang mendengkur sesekali dan merupakan hal yang wajar. Namun, kondisi ini juga dapat terjadi karena adanya masalah kronis atau bisa menjadi gejala dari kondisi kesehatan yang serius.

Beberapa cara untuk mengatasinya adalah dengan perubahan gaya hidup termasuk menurunkan berat badan, menghindari mengkonsumsi alkohol saat hendak tidur, sampai dengan atur posisi tidur menjadi miring untuk membantu menghentikan dengkuran.

Selain perubahan hidup, tindakan medis dan operasi juga tersedia untuk mengurangi dengkuran berlebih atau mengganggu.

Gejala Mengorok Karena Sleep Apnea

Mendengkur atau mengorok kerap dikaitkan dengan adanya gangguan tidur yakni obstruktif sleep apnea (OSA). Namun, tidak semua orang yang ngorok merupakan penderita penyakit ini.

Meskipun umumnya mendengkur tidaklah berbahaya, namun jika Anda mendengkur dengan disertai gejala berikut ini, maka segera konsultasikan dengan dokter untuk melihat kemungkinan sleep apnea. Berikut beberapa gejalanya:

  • Napas berhenti saat tidur
  • Mengantuk secara berlebihanan di siang hari
  • Sulit berkonsentrasi
  • Sakit kepala di pagi hari
  • Sakit tenggorokan saat bangun tidur
  • Tidur gelisah
  • Terengah-engah atau tersedak di malam hari
  • Tekanan darah tinggi
  • Sakit dada di malam hari
  • Dengkuran sangat keras sampai mengganggu tidur pasangan Anda

Itulah beberapa gejala yang berkaitan dengan OSA. obstructive sleep apnea sering ditandai dengan dengkuran keras yang diikuti dengan adanya periode hening saat pernapasan hampir berhenti atau benar-benar berhenti.

Pada akhirnya, jeda dalam pernapasan ini memungkinkan Anda untuk bagun dalam suara yang terengah-engah. Tidur Anda mungkin terganggu jika mengalami masalah ini. Pasalnya, pola jeda pernapasan yang Anda alami dapat terjadi berulang kali di malam hari.

Orang dengan obstructive sleep apnea bisanya juga mengalami periode dimana pernapasan menjadi melambat atau justru berhenti setidaknya selama 5 kali di saat jam tidur.

Penyebab Mengorok

Mengorok dapat disebabkan oleh beberapa faktor termasuk anatomi mulut dan sinus, alergi pilek, berat badan, sampai dengan kebiasaan mengkonsumsi alkohol.

Mendengkur sendiri merupakan dampak yang terjadi akibat penyempitan atau terhalangnya saluran pernapasan. Penyempitan ini dapat menyebabkan getaran pada saluran pernapasan yang terjadi saat Anda bernafas. Inilah yang menyebabkan Anda mendengkur di saat tidur.

Semakin sempit atau terhalangnya saluran pernapasan Anda, maka semakin keras pula suara dengkuran yang keluar. Kondisi berikut ini dapat mempengaruhi jalan napas serta menyebabkan Anda mengorok:

  • Anatomi mulut. Memiliki langit-langit mulut lunak yang rendah dan tebal dapat membuat jalan napas menjadi lebih sempit.
  • Kelebihan berat badan. Orang yang memiliki berat badan berlebih mungkin memiliki jaringan ekstra yang ada di belakang tenggorokan. Hal ini dapat membuat saluran udara menjadi lebih sempit. Demikian pula jika potongan jaringan segitiga yang menggantung dari langit-langit lunak (uvula) memanjang, ini akan menyebabkan aliran udara dapat terhambat dan getaran pun menjadi meningkat.
  • Konsumsi alkohol. Kebiasaan mengkonsumsi alkohol sebelum juga dapat menjadi penyebab mengapa Anda mengorok. Ini karena alkohol dapat melemaskan otot tenggorokan dan juga menurunkan pertahanan alami terhadap obstruksi jalan napas.
  • Masalah hidung. Kondisi hidung tersumbat kronis atau adanya sekat yang bengkok di antara lubang hidung juga dapat menyebabkan dengkuran terjadi. 
  • Kurang tidur. Bagi Anda yang tidak cukup tidur Anda juga dapat mendengkur.
  • Posisi tidur. Tidur terlentang biasanya akan menyebabkan dengkuran yang keras. Ini karena efek gravitasi pada tenggorokan yang dapat mempersempit jalan napas Anda.

Faktor Risiko Mengorok

Berikut sejumlah faktor risiko yang dapat menyebabkan seseorang mengalami ngorok atau mendengkur:

  • Jenis kelamin. Pria dinilai lebih cenderung mendengkur atau mengalami sleep apnea dibandingkan dengan wanita.
  • Kelebihan berat badan. Orang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas juga lebih cenderung mengalami dengkuran atau obstructive sleep apnea.
  • Memiliki saluran napas yang sempit. Orang dengan langit-langit lunak yang panjang, kelenjar gondok yang besar atau amandel dapat mempersempit jalan napas sehingga menyebabkan dengkuran.
  • Mengalami masalah hidung. Jika Anda memiliki cacat struktural pada saluran napas, seperti septum yang menyimpang, atau hidung Anda tersumbat secara kronis, risiko mendengkur pun menjadi lebih besar.
  • Memiliki riwayat keluarga mendengkur atau apnea tidur obstruktif. Keturunan juga dapat menjadi faktor risiko potensial untuk OSA dimana Anda mengalami dengkuran.

Komplikasi Mengorok

Kebiasan mendengkur mungkin dapat menjadi tanda kondisi yang serius. Selain mengganggu tidur pasangan Anda, jika penyebab Anda mengorok dikaitkan dengan OSA, Anda juga mungkin berisiko mengalami komplikasi lain, seperti:

  • Mengantuk di siang hari
  • Sering frustrasi atau marah
  • Sulit berkonsentrasi
  • Memiliki risiko lebih besar terkena tekanan darah tinggi, stroke, dan penyakit jantung
  • Peningkatan risiko masalah perilaku, seperti agresi atau masalah belajar yang dialami pada anak-anak dengan OSA
  • Dapat meningkatkan risiko kecelakaan berkendara karena kurang tidur

Kapan Harus ke Dokter?

Jika dengkuran tidak mengganggu, Anda bisa mencoba melakukan beberapa cara sederhana untuk mengurangi dengkuran seperti tidur dalam posisi miring dan hilangkan kebiasaan mengkonsumsi alkohol sebelum tidur.

Namun, jika Anda memiliki gejala yang berkaitan dengan OSA sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut pada dokter Anda.

Jika Anda mendapati anak Anda sering mendengkur, Anda bisa konsultasi dengan dokter anak mengenai kondisi ini. Pasalnya, anak-anak juga dapat terkena OSA, atau memiliki masalah lain seperti amandel dan obesitas yang kerap mempersempit jalan napas sehingga si kecil mengembangkan OSA dan mengorok.

Sumber:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/snoring/symptoms-causes/syc-20377694#:~:text=Snoring%20can%20be%20caused%20by,)%2C%20tongue%20and%20throat%20relax.

 

TAG TERKAIT

Gangguan Tidur

Mendengkur

Kurang Tidur

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved