Artikel Kesehatan Mengenai Mengompol

Begini Cara Menghilangkan Bau Pesing pada Kasur yang Efektif

Cara menghilangkan bau pesing pada kasur bisa menggunakan bahan-bahan yang ada di rumah seperti baking soda dan cuka. Anda bisa buat larutan yang disemprotkan ke kasur sehingga tidak ada lagi bau ompol.
05 Des 2021|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
Cara menghilangkan bau pesing pada kasur adalah dengan membuat campuran larutan air dan cuka

6 Cara Mengatasi Ngompol pada Orang Dewasa Secara Alami dan Medis

Sudah dewasa tapi masih sering ngompol? Tenang, terdapat sederet cara mengatasi ngompol pada orang dewasa secara alami dan medis, seperti memasang alarm hingga memantau asupan cairan.
18 Des 2020|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
Terdapat banyak cara mengatasi ngompol pada orang dewasa baik secara alami maupun medis.

Bisa Dilakukan Kapan Saja, Ini Manfaat Senam Kegel untuk Wanita

Manfaat senam kegel akan terasa setelah rutin berlatih selama beberapa bulan. Senam kegel ini bisa dilakukan kapan saja dan di mana saja serta tidak butuh waktu lama untuk berlatih.Baca selengkapnya
Manfaat senam kegel bisa Anda rasakan bila Anda rajin berlatih menguatkan otot dasar panggul

8 Cara Mempraktikkan Toilet Training Anak dan Usia Tepat untuk Melakukannya

Toilet training adalah tahap di mana anak belajar untuk buang air besar dan kecil di toilet tanpa menggunakan popok. Bagaimana cara melatih si kecil untuk melakukannya?Baca selengkapnya
Mengajarkan toilet training dapat dilakukan saat anak Anda sudah menunjukkan tanda kesiapan

Informasi Terlengkap Tentang Mengompol

Mengompol adalah hilangnya kontrol kandung kemih pada saat malam hari. Istilah medis untuk kondisi ini adalah enuresis nokturnal. Mengompol dapat membuat tidak nyaman, namun pada kebanyakan kasus ini adalah hal normal yang tidak membahayakan.

Mengompol sendiri merupakan tahap perkembangan standar yang terjadi pada beberapa anak. Namun, ini juga bisa menjadi gejala dari penyakit tertentu jika dialami oleh orang dewasa.

Sekitar 2 persen orang dewasa mengalami kondisi tersebut. Mengompol pada orang dewasa kerap kali dikaitkan dengan berbagai masalah medis sehingga mungkin memerlukan perawatan untuk mengatasinya.

Penyebab Mengompol

Kondisi psikologis maupun fisik dapat menjadi penyebab mengapa orang dapat mengompol. Penyebab umum mengompol pada anak dan orang dewasa, meliputi:

  • Ukuran kandung kemih yang kecil
  • Mengalami Infeksi saluran kemih (ISK)
  • Stres, ketakutan, atau rasa tidak aman
  • Adanya gangguan neurologis, seperti pasca stroke
  • Mengalami pembesaran kelenjar prostat
  • Sleep apnea, atau jeda abnormal dalam bernapas ketika Anda tidur
  • Sembelit

Selain beberapa penyebab mengompol di atas, ketidak seimbangan hormonal juga dapat menyebabkan seseorang mengaami kondisi ini. Tubuh membuat hormon antidiuretik (ADH0. Hormon inilah yang akan memberi tahu tubuh untuk memperlambat produksi urin pada saat malam hari.

Volume urin tersebut menjadi lebih rendah guna membantu kandung kemih dalam menahan urin selama semalaman.

Orang yang tubuhnya kurang memproduksi hormon ADH akan menyebabkan enuresis nokturnal tersebut terjadi. Ini karena kandung kemih yang tidak bisa menampung volume urin yang lebih tinggi pada malam hari.

Selain itu, diabetes juga dapat menjadi penyebab enuresis terjadi. Saat seseorang mengalami diabetes, tubuh tidak dapat memproses gula atau glukosa dengan semestinya.

Ini menyebabkan urin menjadi lebih banyak. Peningkatan produksi urin tersebut menyebabkan Anda ngompol semalaman.

Faktor Risiko Mengompol

Ada beberapa hal yang menyebabkan risiko enuresis atau mengompol menjadi lebih tinggi, seperti:

Jenis kelamin dan genetika merupakan faktor risiko utama yang menyebabkan mengompol pada anak-anak. Umumnya, anak laki-laki dan perempuan akan mengalami episode enuresis nokturnal selama masa kanak-kanak. Biasanya ini terjadi di usia 3 sampai dengan 5 tahun. Namun, anak laki-laki memiliki kecenderungan untuk terus mengompol dalam kurun waktu yang lebih lama.

Selain itu, riwayat keluarga juga dapat meningkatkan faktor enuresis nokturnal. Anak akan cenderung ngompol jika memiliki riwayat keluarga seperti orang tua atau saudara kandung memiliki masalah yang sama.

Bahkan, kemungkinan risiko tersebut dapat mencapai 70 persen jika orang tua juga memiliki riwayat ngompol saat masih anak-anak.

Selain itu, ngompol sendiri juga umum terjadi pada anak yang mengalami diagnosis attention deficit hyperactivity disorder (ADHD). Namun para peneliti belum menemukan penyebab pasti dari hubungan ngompol dan juga ADHD.

Perubahan Gaya Hidup untuk Mengatasi Mengompol

Perubahan gaya hidup dapat membantu mengatasi mengompol. Pada orang dewasa sebaiknya Anda menetapkan batas asupan cairan untuk mengendalikan ngompol yang kerap Anda alami.

Coba untuk hindari minum air putih atau cairan lain dalam beberapa jam sebelum Anda tidur. Ini berguna untuk menghindari ngompol di malam hari.

Meskipun begitu, bukan berarti Anda menjadi minum lebih sedikit setiap harinya. Anda tetap harus memenuhi kebutuhan minum Anda setiap hari. Minumlah sebagian besar kebutuhan cairan harian pada pagi, siang, dan sore hari atau sebelum makan malam.

Cara yang satu ini sudah terbukti dapat mengurangi ngompol pada anak di malam hari. Selain itu, cobalah untuk mengurangi minuman beralkohol atau minuman berkafein di malam hari.

Alkohol dan kafein tidak disarankan untuk penderita iritasi kandung kemih. Ini akan menyebabkan buang air kecil menjadi lebih banyak atau sering.

Selain itu, Anda juga bisa mencoba untuk buang air kecil sebelum tidur untuk mengosongkan kandung kemih sehingga ngompol saat tidur bisa dihindari.

Berbagai perubahan gaya hidup tersebut dapat membantu Anda untuk mengatasi kondisi enuresis nokturnal baik pada anak maupun orang dewasa.

Cara Mengatasi Mengompol Secara Medis

Jika perubahan gaya hidup tidak membantu sama sekali dalam mengatasi ngompol yang Anda alami di malam hari, ini bisa terjadi karena penyebab gangguan kesehatan.

Mengompol yang disebabkan oleh kondisi medis tertentu membutuhkan perawatan medis sehingga Anda bukan hanya perlu menyesuaikan gaya hidup seperti ulasan di atas.

Penggunaan obat-obatan mungkin diperlukan untuk mengatasi kondisi ngompol ini. Berikut beberapa obat yang digunakan berdasarkan kondisi medis:

  • Antibiotik digunakan untuk mengatasi ISK
  • Obat antikolinergik dapat digunakan untuk menenangkan kandung kemih yang mengalami iritasi.
  • Desmopresin asetat berguna untuk membantu meningkatkan kadar ADH guna memperlambat produksi urin pada malam hari.
  • Obat-obatan dihidrotestosteron (DHT) berguna untuk mengurangi pembengkakan kelenjar prostat.
  • Selain itu, Anda juga perlu untuk mengontrol kondisi medis kronis tertentu, seperti sleep apnea atau diabetes.

Mengompol yang berkaitan dengan masalah medis seperti ini kemungkinan akan teratasi dengan melakukan manajemen yang tepat. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui pengobatan yang diperlukan.

Itulah beberapa hal yang perlu Anda ketahui dari mengompol. Pada sebagian besar anak mereka akan mulai berhenti mengompol setelah usia 6 tahun. Pada usia ini, kontrol kandung kemih menjadi lebih baik dan telah berkembang sepenuhnya.

Perubahan gaya hidup, dukungan dari orang terdekat, dan perawatan medis dapat membantu anak-anak maupun orang dewasa untuk mengatasi enuresis nokturnal yang dialaminya.

Walaupun, ngompol dapat teratasi dengan perubahan gaya hidup, namun jika Anda masih khawatir dengan kondisi tersebut, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab pasti dari kondisi ini.

Sumber:

https://www.healthline.com/health/bedwetting

https://www.healthline.com/health/bedwetting#treatment-options

https://www.healthline.com/health/bedwetting#takeaway

 

TAG TERKAIT

Bayi Sembelit

Perkembangan Bayi