Artikel Kesehatan Mengenai Membesarkan Penis

Sudah Ereksi tapi Kurang Keras? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Gangguan kesehatan secara fisik maupun psikologis bisa menjadi penyebab ereksi kurang keras atau penis lembek. Cari tahu penyebab lain dan cara mengatasinya di sini.
15 Jan 2022|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
ereksi penis kurang keras

Macam-Macam Terapi Kejantanan untuk Meningkatkan Performa Seksual Pria

Terapi kejantanan dapat menjadi solusi mengatasi gangguan penyakit seksual sekaligus meningkatkan vitalitas dan performa seksual.Baca selengkapnya
terapi kejantanan

Obat Kuat Hammer of Thor, Benarkah Efektif?

Hammer of Thor adalah obat kuat herbal yang terkenal. Namun, keamanannya sendiri masih dipertanyakan. Apa efek samping yang mungkin muncul?Baca selengkapnya
obat kuat herbal hammer of thor

Mengenal Metode Jelqing untuk Memperbesar Penis, Ampuhkah?

Jelqing adalah salah satu metode yang diklaim dapat memperbesar penis. Benarkah demikian? Simak informasinya berikut ini.Baca selengkapnya
jelqing

Menguak Khasiat Minyak Lintah untuk Memperbesar Penis

Minyak lintah dipercaya dapat membuat penis jadi lebih besar, panjang, dan keras. Bagaimana dunia medis menjawab hal ini?Baca selengkapnya
minyak lintah

Benarkah Bawang Putih yang Dioles ke alat Vital Bisa Memperbesar Ukurannya?

Bawang putih yang dioles ke alat vital dianggap banyak kaum Adam dapat memperbesar Mr. P. Meski demian, apakah cara memperbesa penis dengan bawang ini ampuh dan aman?Baca selengkapnya
cara memperbesar Mr. P dengan bawang putih

Cara Membesarkan Penis Terlengkap, Mana yang Efektif?

Anda mungkin pernah melihat iklan atau produk yang mengklaim dapat membesarkan penis. Namun, apakah penggunaan produk tersebut memang dapat membuat penis lebih besar atau justru tidak aman untuk digunakan.

Ada sejumlah cara yang mungkin mampu membantu memperbesar ukuran penis Anda dari mulai latihan tertentu sampai dengan operasi.

Namun, perlu diingat untuk operasi pembesaran penis umumnya hanya dapat dilakukan karena alasan kesehatan atau alasan lain bukan untuk kepentingan penampilan yang Anda idamkan.

Namun, penggunaan produk atau teknik non bedah tertentu mungkin tidak efektif dan justru dapat merusak penis Anda. Sebaiknya pikirkan Kembali sebelum Anda memilih menggunakan metode apapun untuk membesarkan penis.

Ukuran Penis Normal dan Tidak

Sejumlah orang memutuskan untuk mencoba memperbesar atau memanjangkan penis mereka karena merasa penis tampak terlalu kecil sehingga mungkin tidak memuaskan pasangan ketika berhubungan seksual.

Namun, berdasarkan penelitian menunjukan Sebagian besar pria yang merasa memiliki penis kecil sebenarnya memiliki ukuran penis yang normal.

Penelitian juga menunjukan bahwa tidak sedikit pria memiliki harapan akan ukuran penis normal yang berlebihan. Panjang penis yang tidak sedang ereksi umumnya memiliki ukuran yang cukup beragam.

Namun, jika dalam kondisi ereksi penis Anda berada di ukuran 13 cm atau lebih panjang, ini artinya ukuran tersebut normal dan Anda tidak perlu khawatir.

Sedangkan, penis yang dianggap kecil memiliki ukuran kurang dari 7,5 cm saat ereksi. Jika Anda khawatir dengan ukuran penis dan pengaruhnya akan kepuasan saat bercinta, sebaiknya bicarakan dengan pasangan Anda.

Apakah Produk Pembesar Penis Efektif dan Aman?

Apakah Anda pernah berpikir untuk menggunakan sebuah produk sebagai cara membesarkan penis? Tidak sedikit produk mengklaim bahwa dapat membuat ukuran penis menjadi lebih besar.

Namun Anda perlu berhati-hati karena tidak ada penelitian ilmiah yang mendukung produk non bedah dapat membesarkan penis dengan efektif. Selain itu, Anda juga tidak mengetahui tingkat keamanan produk tersebut.

Berbagai Produk Pembesar Penis

Salah satu alasan mengapa Anda sebaiknya berpikir ulang saat hendak menggunakan sebuah produk apapun untuk membesarkan penis adalah produk ini Sebagian besar tidak efektif.

Bahkan, penggunaan produk tersebut dapat menyebabkan kerusakan permanen pada penis Anda.

Berikut berbagai produk pembesar penis yang umum dijual dipasaran.

1. Pil dan lotion

Produk yang satu ini umumnya memiliki kandungan mineral, vitamin, atau hormone yang diklaim mampu membesarkan penis. Namun, faktanya tidak satupun produk dapat efektif untuk membesarkan penis. Bahkan, beberapa produk mungkin dapat berbahaya.

2. Pompa vakum

Cara membesarkan penis yang satu ini adalah dengan pompa yang akan menarik darah ke penis. Ini akan membuat penis tampak membengkak. Pompa vakum memang dapat membuat penis tampak lebih besar, namun ini hanya bersifat sementara saja.

Selain itu, penggunaan yang terlalu sering atau lama dapat membuat jaringan elastis pada penis menjadi rusak sehingga akan berpengaruh buruk pada ereksi Anda.

3. Jelqing

Cara membesarkan penis yang selanjutnya adalah dengan latihan yang disebut dengan jelqing. Ini merupakan latihan yang menggunakan Gerakan tangan untuk mendorong darah dari pangkal ke kepala penis.

Meskipun tampak aman, namun tidak ada bukti ilmiah yang menunjukan bahwa latihan ini dapat membesarkan penis. Justru ini dapat membuat penis menjadi sakit dan membentuk luka.

4. Peregangan menggunakan alat pemanjang

Cara yang satu ini melibatkan pemasangan alat pemanjang untuk memberikan ketegangan lembut pada penis.

Dilansir dari Mayoclinic, beberapa penelitian kecil melaporkan bahwa car aini dapat meningkatkan panjang penis berkisar 1-3 cm.

Namun, dibutuhkan penelitian lebih besar untuk melihat tingkat efektivitas dan keamanannya.

Prosedur Pembedahan untuk Memperbesar Penis

Selain metode non bedah, cara membesarkan penis yang dapat dilakukan adalah dengan prosedur pembedahan.

Teknik bedah memiliki hasil yang bergam, dari mulai keamanan, efektifitas sampai dengan kepuasan pasien. Beberapa prosedur pembedahan mungkin tidak membawa hasil yang maksimal dan memiliki risiko infeksi, jaringan parut sampai dengan hilangnya sensasi atau fungsi penis.

Pembedahan biasanya dilakukan bagi pria dengan penis yang tidak berfungsi secara normal baik karena cidera atau cacat lahir. Prosedur pembedahan umumnya dilakukan memang karena kondisi medis bukan untuk kepentingan penampilan.

Perlu diingat, tidak ada cukup penelitian yang mengulik operasi pembesaran penis yang akuran baik dari manfaat dan risikonya.

Prosedur pembedahan yang paling banyak digunakan untuk memanjangkan penis menggunakan pemutusan ligamen suspensori yang menempelkan penis ke tulang kemaluan dan juga pemindahan kulit dari perut ke bagian batang penis.

Saat ligemen ini dipotong, penis akan tampak lebih panjang. Namun, pemotongan ligamen suspensorium dapat menyebabkan penis menjadi tidak stabil saat ereksi.

Pemutusan ligament suspensorium juga dapat dikombinasikan dengan prosedur lain seperti menghilangkan lemak berlebih yang ada di atas tulang kemaluan.

Teknik lain yang mungkin dapat digunakan adalah mencangkok jaringan ke batang penis. Namun, tidak ada bukti keamanan dan efektivitas dari berbagai prosedur tersebut.

Itulah beberapa cara cara memperbesar penis, Anda perlu berpikir berulang kali sebelum memutuskan menggunakan produk tertentu atau prosedur bedah sekalipun.

Jika Anda khawatir dengan ukuran penis yang berpengaruh pada kepuasan pasangan, sebaiknya Anda komunikasikan dengan pasangan mengenai kekhawatiran Anda.

Untuk menjaga kepuasan hubungan seksual, Anda bisa berolahraga secara rutin untuk menjaga stamina, lakukan berbagai posisi bercinta yang beragam, dan hal-hal lain yang akan menambah kepuasan Anda dan pasangan saat bercinta.

Sumber:

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/sexual-health/in-depth/penis/art-20045363