Artikel Kesehatan Mengenai Melahirkan

Mengenal Metode ERACS saat Persalinan, Apa Bedanya dengan Caesar Biasa?

ERACS merupakan metode operasi caesar terbaru yang memungkinkan ibu untuk pulih lebih cepat pasca persalinan caesar dan minim rasa sakit.
16 Jan 2022|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
metode ERACS operasi caesar

Bekas Luka Caesar Mengganggu Penampilan? Ini Cara Memudarkannya

Ibu yang melahirkan dengan cara caesar kerap mendapatkan stigma negatif yang membuat rasa percaya diri hilang. Bekas luka caesar kerap mengingatkan mereka pada stigma itu. Perawatan yang benar akan membantu menyamarkannya.
13 Jan 2022|Marco Anthony
Baca selengkapnya
Ibu berbaring bersama bayinya

Tanda-Tanda Melahirkan Pembukaan 1 yang Dialami Bumil

Ciri-ciri pembukaan 1 saat akan melahirkan antara lain adalah keluarnya sumbat lendir yang terlihat seperti keputihan berjumlah banyak, serta terjadinya kontraksi.
11 Jan 2022|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
Tanda melahirkan pembukaan 1 adalah keluar lendir seperti keputihan yang bercampur darah

7 Cara Merawat Jahitan Setelah Melahirkan Agar Cepat Kering

Jahitan perineum biasanya mulai sembuh dalam 3-4 minggu setelah melahirkan. Agar lebih cepat kering dan terhindar dari infeksi, cari tahu cara tepat merawat luka bekas jahitan setelah melahirkan.Baca selengkapnya
cara merawat jahitan setelah melahirkan

Mengenal Persalinan Spontan dan Perbedaannya dengan yang Normal

Persalinan spontan bukan istilah yang asing ketika kita berbicara seputar melahirkan. Ini adalah metode persalinan lewat vagina yang paling sederhana, bahkan tanpa perlu bantuan medis apapun.Baca selengkapnya
Persalinan spontan merupakan persalinan yang paling sederhana

Penyebab Air Ketuban Hijau

Mekonium adalah zat pekat berwarna kehijauan yang melapisi usus bayi selama berada dalam kandungan. Idealnya, ketuban adalah lapisan cairan tebal berwarna transparan atau kekuningan yang melindungi bayi dari goncangan selama berada di dalam janin. Zat ini bisa menjadi penyebab air ketuban hijau.Baca selengkapnya
Ketuban bisa hijau bisa jadi tanda sudah tercampur mekonium

7 Tanda-tanda Melahirkan yang Wajib Anda Ketahui

Tanda-tanda akan melahirkan pada setiap wanita dapat berbeda. Meskipun begitu ada tanda umum yang dapat membantu Anda untuk mengetahui apakah Anda akan segera melahirkan atau belum. Tahapan persalinan sendiri ada 3, yakni:

  • Tahap pertama yakni ketika kontraksi meningkat dan serviks mulai melebar atau terbuka. Umumnya ini adalah tahapan yang terpanjang. 
  • Tahap kedua persalinan terjadi ketika serviks Anda sudah terbuka sepenuhnya. Ini merupakan bagian Anda perlu membantu bayi untuk bergerak dengan mendorongnya menggunakan kontraksi yang Anda alami. 
  • Tahap ketiga terjadi setelah bayi terlahir, ketika rahim berkontraksi dan membuat plasenta keluar melalui vagina. 

Tanda-tanda Akan Melahirkan

Beberapa hari menjelang akan melahirkan, biasanya ibu hamil akan mulai merasakan beberapa tanda persalinan yang akan segera terjadi. Berikut beberapa tanda tersebut. 

1. Dropping

Tanda persalinan pertama disebut dengan dropping atau bisa juga disebut lightening. Dropping dapat muncul dalam waktu satu minggu selama persalinan atau bahkan beberapa jam sebelum persalinan terjadi. 

Anda akan merasa bayi seolah-olah sudah berada di panggul. Jika Anda merasakan ini, ini artinya posisi bayi sudah siap untuk lahir dengan kepala berada di bawah. Pada beberapa wanita yang sudah pernah melahirkan sebelumnya, mereka dapat mengalami dropping tepat disaat persalinan akan terjadi. 

Saat bayi sudah berada di posisi yang lebih rendah, hal ini akan mengurangi tekanan pada diafragma ibu, sehingga Anda akan lebih mudah untuk bernapas. Namun, posisi ini juga dapat memberikan tekanan yang lebih tinggi pada kandung kemih dan juga panggul Anda.

Inilah yang menyebabkan Anda menjadi lebih sering buang air kecil ketika hendak bersalin. Jika posisi bayi sudah menurun seperti ini, perut juga dapat tampak lebih rendah dan juga lebih menonjol.

2. Nafsu makan meningkat

Saat bayi mengalami lightening atau dropping, tekanan pada perut dan juga paru-paru menjadi berkurang. Ini dapat menyebabkan nafsu makan ibu menjadi meningkat. Selain itu, kondisi ini juga dapat membantu mengurangi frekuensi maag yang dapat terjadi saat nafsu makan menurun ketika nafsu makan Anda berkurang. 

3. Kontraksi 

Tanda melahirkan lainnya yang umum dialami adalah kontraksi. Selama masa kehamilan, rahim akan terus berkontraksi. Menjelang masa akhir kehamilan Anda, kontraksi pada rahim ini akan mulai memindahkan bayi pada posisi yang lebih rendah di jalan untuk lahir. Dengan begitu, kontraksi akan membantu mendorong bayi untuk dapat lahir dan melihat dunia. 

Persalinan umumnya akan mengalami kontraksi yang lebih teratur dan intens. Kontraksi dapat terjadi selama 5 menit dalam kurun waktu lebih dari satu bahkan 2 jam. Anda akan merasakan kontraksi, lalu, berhenti, lalu kontraksi kembali. 

Lalu bagaimana cara membedakan kontraksi nyata dan kontraksi palsu saat hendak melahirkan? Cara membedakan keduanya bisa cukup rumit. Pada kontraksi nyata, ibu hamil dapat mengalami enam atau lebih kontraksi yang terjadi setiap jam dan dapat menjadi lebih kuat dan juga berkala. 

Pada kontraksi persalinan yang nyata, kontraksi yang dirasakan ibu hamil tidak hilang meski mengubah posisi tidur seperti bergerak atau berbaring. Pada kontraksi persalinan, kontraksi dapat terjadi secara intens dari kontraksi yang satu ke kontraksi yang lainnya dalam kurun waktu yang teratur, kontraksi semakin dekat seiring berjalannya waktu. 

Pada kontraksi persalinan palsu, interval waktu yang terjadi lebih tidak teratur dan tidak semakin dekat jarak waktunya seiring berjalannya waktu sampai akhirnya mereda. 

Tidak seperti persalinan nyata, kontraksi palsu umumnya dirasakan pada bagian depan tubuh lebih tepatnya pada perut bagian bawah. Umumnya kontraksi ini lemah dan dapat berhenti jika ibu hamil mengubah posisinya seperti berbaring atau berjalan. 

4. Air ketuban pecah

Selama masa kehamilan, janin terus bertumbuh dan juga berkembang dalam rahim dengan dikelilingi cairan ketuban. Saat kantung cairan yang satu ini pecah (umum disebut ketuban pecah) beberapa wanita mengalami keluarnya cairan yang lebih deras. Namun, pada wanita lain, cairan ini dapat keluar lebih lambat. 

Air ketuban sendiri dapat pecah dalam beberapa hari sebelum persalinan terjadi. Selain itu, air ketuban juga dapat pecah selama persalinan sedang terjadi atau bahkan tidak pecah sama sekali. 

Pada kasus ketuban yang tidak pecah bahkan selama persalinan, dokter kandungan atau bidan dapat melakukan tindakan untuk memecahkan air ketuban selama proses persalinan. Jika air ketuban Anda pecah, sebaiknya segera temui dokter kandungan Anda atau bidan dan jelaskan warna serta bau cairan tersebut.

Hal ini dapat membantu dokter atau tenaga medis lain untuk mengetahui apakah cairan tersebut merupakan air ketuban karena hendak melahirkan atau Anda mengalami kebocoran urin yang juga merupakan gejala umum yang terjadi selama masa kehamilan. 

Begitu ketuban pecah, bayi tidak lagi dikelilingi oleh kantung pelindung. Ini menyebabkan bayi bisa terkena infeksi. Ini sebabnya proses melahirkan segera dilakukan dalam satu atau dua hari setelah ketuban pecah.

5. Punggung bawah terasa nyeri dan kram

Selama persalinan, Anda juga dapat merasakan tekanan yang meningkat atau kram yang terjadi di daerah panggul dan juga dubur. Selain itu, Anda juga dapat merasa nyeri atau sakit pada bagian punggung bawah.

6. Keputihan

Selama beberapa hari sebelum persalinan terjadi, Anda juga dapat mengalami keputihan dengan volume yang lebih banyak. Cairan tersebut dapat berwarna coklat, merah muda, atau terdapat sedikit darah. 

Hal ini dapat disebabkan oleh pelepasan sumbat lendir yang menghalangi serviks atau pembukaan rahim selama masa kehamilan yang Anda alami. Sumbat lendir ini akan mengendur ketika serviks terbuka atau melebar pada tahap pertama persalinan terjadi. 

7. Diare

Beberapa wanita yang hendak melahirkan juga dapat mengalami buang air besar yang cukup sering. Selain itu, Anda juga dapat mengalami muntah tanpa penyebab yang jelas. Diare sendiri dapat terjadi sebelum persalinan dimulai atau ketika persalinan tersebut terjadi. 

Sumber:

https://www.pregnancybirthbaby.org.au/labour-the-signs-and-stages

https://www.livescience.com/44554-signs-of-labor.html