logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Kotoran Bayi

kenali kotoran bayi yang normal dan tidak lewat warna, tekstur, dan frekuensi buang air si kecil. Bisa jadi bayi Anda mengalami masalah

Artikel kotoran bayi


Lihat Semua Artikel

Review kotoran bayi


Lihat Semua

Kotoran Bayi Anda Sehat Atau Tidak? Kenali Tandanya

Kotoran bayi bisa menjadi tanda apakah kotoran yang dikeluarkan normal atau tidak. Anda dapat mengenalinya lewat warna, tekstur dan juga frekuensi buang air besar si kecil.

Kotoran Pertama Bayi

Saat bayi baru lahir, kotorannya berwarna hitam kehijauan dengan tekstur yang lengket. Ini adalah buang air besar pertama bayi yang disebut dengan mekonium. Ini adalah campuran cairan ketuban, empedu serta sekresi yang berasal dari kelenjar usus.

Umumnya mekonium dapat terjadi selama berjam-jam, atau beberapa hari hingga kotoran yang sebenarnya keluar.

Warna Kotoran Bayi

Warna kotoran si kecil tidak sama dengan orang dewasa. Jika bayi mengkonsumsi ASI, warna kotorannya umumnya kekuningan. Namun, jika Anda memberinya susu formula warnanya akan lebih kehijauan.

Setiap variasi warna kotoran tersebut normal. Tak perlu khawatir jika kotoran berwarna kuning, hijau, atau coklat. Ini adalah warna yang normal.

Namun, Anda perlu dikonsultasikan kondisi si kecil pada dokter jika warnanya adalah merah dan juga hitam. Ini dapat mengindikasikan terjadinya perdarahan gastrointestinal.

Bau Kotoran Bayi

Bau kotoran si kecil bergantung dari berapa lama waktu kotoran tersebut saat berada di usus, Semakin lama berada di usus, maka semakin menyengat baunya.

Namun, pada beberapa bayi yang memiliki bau yang terlalu busuk pada kotorannya atau berbau sangat asam dapat menjadi tanda alergi atau intoleransi.

Umumnya, bayi yang mengkonsumsi ASI kotorannya tidak berbau sama sekali. Sedangkan, untuk bayi yang mengkonsumsi susu formula, memiliki sedikit bau pada kotorannya.

Namun, setelah bayi mengkonsumsi makanan, dan memakan berbagai sumber protein, maka baunya akan lebih menyengat. Namun, jika Anda merasa terlalu berbau, Anda bisa konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Frekuensi Kotoran Bayi

Umumnya, bayi akan mengotori popok hingga 10 buah per hari selama beberapa bulan pertama. Lalu, jumlahnya akan berkurang hingga usia bulan, dengan memakai popok 2 sampai empat kali saja.

Hal ini karena refleks gastrokolik yang terjadi ketika perut si kecil merenggang dengan makanan dan juga usus besar yang secara otomatis diberi isyarat untuk mengosongkan perut. Gunanya adalah untuk memberi ruang yang lebih banyak.

Pada bayi, refleks gastrokolik belum sepenuhnya matang sehingga ketika menyusu, umumnya kotoran dapat keluar. Seiring berjalannya waktu, usus bayi akan mulai menyerap banyak susu sehingga menghasilkan limbah yang kecil dan usus besar pun tidak akan mengosongkan lebih dari sekali sehari.

Pada beberapa kasus, bahkan usus besar mengosongkan sekali seminggu. Bayi yang disusui normal jika mengalami buang air besar 1 kali seminggu saja. Namun, bagi bayi yang BAB lebih dari 1 kali seminggu pun tetap normal.

Bayi yang minum susu formula lebih jarang BAB dibanding dengan bayi yang minum ASI. Ini karena kotoran atau tinja bergerak melalui usus lebih lambat ketika mengkonsumsi susu formula.

Ini menyebabkan buang air besar hanya terjadi sekali atau dua kali sehari. Selain itu, bayi juga bisa BAB setiap 1 hari atau 2 kali sehari setelah beberapa bulan pertama,

Bagaimana Kotoran Bayi Berubah Setelah Memulai Mengkonsumsi Makanan Padat
Setelah bayi mulai makan makanan padat (umumnya pada usia 4 dan 6 bulan), jadwal BAB mereka mulai berubah.

Bayi akan lebih jarang buang air besar dan tekstur kotorannya pun menjadi lebih tebal.
Makanan pertama bayi umumnya merupakan sereal beras yang diperkaya dengan kandungan zat besi.

Anda juga dapat beralih untuk memberikan bayi oatmeal khusus bayi yang diperkaya dengan zat besi. Selain itu, batasi asupan sereal beras menjadi sekali sehari. Anda juga bisa campurkan dengan beberapa buah yang sudah dihaluskan.

Jika bayi sudah berusia 1 tahun, Anda bisa memberi mereka makanan padat yang lebih banyak. Berubahnya makanan yang dikonsumsi juga berpengaruh pada kotoran bayi.

Warna, bau, dan juga tekstur tinja dapat bervariasi sesuai dengan makanan yang dikonsumsi si kecil.

Secara umum, tinja akan mulai berubah warna menjadi coklat, teksturnya juga lebih tebal dan akan tampak seperti kotoran orang dewasa.

Apakah Bayi Saya Mengalami Sembelit?

Jika bayi tampak tidak nyaman dan tinjanya menjadi lebih kental atau tampak seperti kelereng, ini bisa menjadi tanda bahwa si kecil mengalami konstipasi. Sembelit atau konstipasi dapat terjadi karena beberapa alasan.

Pada bayi dengan usia di bawah 4 bulan, umumnya sembelit terjadi karena si kecil tidak mendapatkan cukup cairan. Solusinya adalah Anda bisa buat si kecil lebih banyak minum ASI atau susu formula untuk memenuhi kebutuhan cairan tersebut.

Selain itu, Anda juga bisa minta saran dari dokter untuk mengatasi masalah sembelit yang dialami si kecil.

Apakah Bayi Saya Mengalami Diare?

Selain sembelit, bayi juga bisa mengalami diare. Ini ditandai dengan feses si kecil yang encer, berair atau bisa juga berlumuran lendir. Selain itu, bayi juga lebih sering buang air besar dari biasanya.

Diare sendiri dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti alergi susu (cukup langka) terlalu banyak minum jus buah, atau bisa disebabkan gastroenteritis yakni penyakit virus yang dapat sebabkan muntah serta diare.

Jika kotoran bayi Anda encer atau berlendir, penting untuk tetap menjaga si kecil supaya tetap terhidrasi dengan ASI maupun susu formula. Anda juga dapat memberinya larutan elektrolit pediatrik.

Namun, jika Anda melihat adanya tanda dehidrasi pada bayi seperti mata cekung, bibir kering, atau bintik-bintik lunak di kepala bayi, pastikan untuk segera hubungi dokter si buah hati.

Sumber:

https://www.parents.com/baby/diapers/dirty/the-scoop-on-poop-whats-normal-whats-not/

 

TAG TERKAIT

Perkembangan Bayi

Bayi Sembelit

Diare Pada Bayi

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved