logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Keputihan

keputihan yang tidak normal dapat dikenali dari warnanya dan juga tekstur maupun baunya. Ketahui pula penyebab munculnya keputihan tersebut

Artikel keputihan


Lihat Semua Artikel

Penyakit keputihan


Lihat Semua Penyakit

Kenali Berbagai Warna Keputihan yang Tidak Normal dan Penyebabnya

Keputihan umumnya hal normal dan dapat terjadi secara teratur. Namun, ada beberapa jenis keputihan yang perlu Anda waspadai karena dapat mengindikasikan infeksi. Keputihan yang tidak normal dapat meliputi konsentrasinya yang lebih kental, berwarna kuning atau hijau dan juga berbau busuk.

Infeksi bakteri dapat menyebabkan keputihan menjadi tidak normal. Jika Anda melihat bahwa cairan tersebut tidak biasa baik dari segi warna maupun bau, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapat diagnosis dan perawatan yang tepat.

Jenis Keputihan Berdasarkan Warna dan Konsentrasinya

Ada beberapa jenis keputihan yang berbeda, jenis ini dapat dikategorikan berdasarkan warna dan juga konsentrasinya. Perlu diingat, beberapa jenis keputihan adalah hal yang normal. Namun, terdapat pula keputihan tidak normal yang membutuhkan perawatan.

1. Keputihan berwarna putih

Sedikit keputihan yang muncul terutama pada awal maupun akhir siklus menstruasi Anda adalah hal yang normal. Namun, jika keputihan tersebut disertai rasa gatal dan memiliki konsentrasi yang kental hal ini dapat menunjukan ketidak normalan sehingga memerlukan perawatan, jenis keputihan ini dapat menjadi tanda infeksi jamur.

Sedangkan untuk keputihan yang jernih dan berair merupakan hal yang sangat normal. Jenis keputihan ini dapat terjadi kapan saja sepanjang bulan, Selain itu, keputihan ini juga dapat terjadi setelah Anda berolahraga.

Lalu, ada juga keputihan dengan warna bening namun teksturnya seperti lendir, tidak encer. Ini dapat menjadi tanda Anda sedang berovulasi dan ini merupakan jenis yang normal.

2. Coklat dan sedikit darah

Keputihan berwarna coklat umumnya juga merupakan hal yang normal, terutama jika terjadi selama atau tepat setelah siklus haid Anda. Keputihan yang terjadi di akhir periode menstruasi dapat terlihat coklat bukannya merah. Ini juga dapat mengalami keluarnya sedikit darah diantara periode menstruasi yang disebut dengan bercak.

Keputihan dengan warna coklat atau berdarah ini umumnya normal. Namun, jika bercak ini muncul selama waktu normal periode Anda dan Anda baru berhubungan seks belum lama ini maka ini dapat menjadi tanda kehamilan.

Bercak yang terjadi selama fase awal kehamilan juga dapat menjadi tanda keguguran, sebaiknya Anda perlu memeriksakan kondisi tersebut dengan OB-GYN. Sedangkan, dalam kasus yang jarang terjadi keputihan warna coklat maupun darah ini juga bisa menjadi tanda kanker serviks atau kanker endometrium.

Selain itu, juga bisa dikarenakan adanya masalah kesehatan lain seperti fobroid atau lainnya. Ini sebabnya penting untuk melakukan pemeriksaan Pap smear tahunan sebagai langkah awal untuk penanganan yang cepat karena masalah kondisi kesehatan yang terpantau.

3. Keputihan berwarna kuning atau hijau

Selanjutnya adalah keputihan berwarna kuning atau hijau. Jenis keputihan ini bisa menjadi tanda tidak normal pada keputihan terutama jika teksturnya kental dan juga disertai bau yang tidak sedah.

Jenis keputihan yang satu ini dapat menjadi tanda adanya infeksi trikomoniasis yang biasanya menyebar melalui hubungan seksual.

Penyebab Keputihan Tidak Normal

Keputihan yang normal tidak perlu diwaspadai dan merupakan fungsi tubuh yang sehat. Ini merupakan cara tubuh untuk membersihkan sekaligus melindungi vagina. Misalnya, normal jika keputihan Anda menjadi meningkat dengan gairah seksual dan juga evolusi.

Selain itu, keputihan juga dapat disebabkan oleh stress emosional, penggunaan pil KB, dan juga olahraga. Namun, keputihan yang tidak normal dapat terjadi karena infeksi. Berikut beberapa penyebab keputihan tidak normal.

1. Vaginosis bakterial

Vaginosis bakterial merupakan infeksi bakteri yang cukup umum terjadi. Infeksi bakteri ini menyebabkan keputihan menjadi meningkat, berbau kuat cenderung busuk dan juga terkadang berbau amis. Meskipun dalam beberapa kasus juga dapat tidak menimbulkan gejala apapun.

Wanita yang menerima seks oral maupun yang memiliki banyak pasangan seksual juga akan menyebabkan peningkatan risiko tertular infeksi ini.

2. Trikomoniasis

Penyebab keputihan tidak normal selanjutnya akan trikomoniasis. Infeksi ini disebabkan oleh protozoa, atau organisme bersel tunggal. Biasanya, infeksi ini dapat menyebar melalui kontak seksual namun tidak dapat ditularkan melalui handuk dan juga pakaianan.

Gejala trikomoniasis adalah keputihan berwarna kuning atau hijau yang memiliki bayu busuk. Selain itu, gejala lain yang mungkin dialami adalah gatal-gatal dan peradangan. Namun, beberapa orang juga dapat tidak mengalami gejala apapun.

3. Infeksi jamur

Infeksi jamur menyebabkan cairan putih dengan tekstur seperti keju cottage. Gejala lain yang muncul seperti sensasi terbakar dan gatal pada area vagina. Kehadiran jamur pada vagina sebenarnya merupakan hal yang normal, namun pertumbuhannya dapat berkembang tidak terkendali dalam situasi tertentu.

Berikut beberapa hal yang meningkatkan risiko infeksi jamur:

  • Stress
  • Diabetes
  • Penggunaan pil KB
  • Kehamilan
  • antibiotik, terutama untuk penggunaan jangka panjang selama 10 hari
  • Gonore dan klamidia yang merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang dapat menyebabkan munculnya keputihan yang tidak normal. Biasanya berwarna kuning, kehijauan, atau juga berwarna keruh.

4. Penyakit radang panggul (PID)

Penyakit radang panggul (PID) merupakan infeksi yang umumnya menyebar melalui kontak seksual. Kondisi ini terjadi saat bakteri menyebar ke vagina maupun ke organ reproduksi lainnya. Hal ini dapat menghasilkan cairan yang berbau busuk.

5. Human papillomavirus (HPV) atau kanker serviks

Penyebab keputihan tidak normal selanjutnya adalah Infeksi human papillomavirus (HPV). Kondisi ini menyebar melalui kontak seksual. Kondisi ini dapat menyebabkan kanker serviks.

Jenis kanker ini dapat membuat munculnya cairan coklat, berdarah atau berair yang memiliki bau tidak sedap. Kanker serviks ini dapat diketahui menggunakan pengujian HPV maupun dengan Pap smear.

Sumber: 

https://www.healthline.com/health/dizziness#_noHeaderPrefixedContent

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved