logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Kelainan Darah

Kelainan darah dapat disebabkan penyakit anemia, anemia aplastik, Anemia autoimun hemolitik, sampai dengan sindrom antifosfolipid

Artikel kelainan darah


Lihat Semua Artikel

Penyakit kelainan darah


Lihat Semua Penyakit

Tindakan Medis kelainan darah


Lihat Semua

Penyakit Penyebab Kelainan Darah

Blood disorder atau penyakit kelainan darah merupakan gangguan pada salah satu atau pada beberapa bagian darah sehingga berpengaruh pada jumlah maupun fungsinya. Kelainan yang satu ini dapat bersifat akut sampai kronis. Berikut ulasan lengkap mengenai penyakit yang satu ini.

Gejala Kelainan Darah

Gejala kelainan darah pada tiap orang dapat berbeda. Ini bergantung pada penyebab yang mendasari kondisi tersebut. Namun, berikut sejumlah gejala umum yang mungkin dapat terjadi:

  • Mimisan
  • Mudah mengalami memar
  • Cepat lelah
  • Gusi berdarah
  • Sakit kepala
  • Demam berulang
  • Diare
  • Jantung berdebar
  • Nyeri dada
  • Sesak nafas

Penyebab Kelainan Darah

Penyakit kelainan darah memiliki beberapa jenis, tergantung pada bagian darah yang mengalami gangguan dan penyebab yang mendasari. Berikut sejumlah kelainan darah yang dapat mempengaruhi sel darah merah, yakni:

1. Anemia

Kondisi yang satu ini terjadi saat kadar sel darah merah Anda sangat rendah. Penyebabnya dapat dikarenakan kekurangan zat besi, pendarahan berlebih atau kekurangan vitamin B12. Pada kondisi yang cukup parah, orang dengan anemia dapat merasa mudah lelah, tampak pucak dan kerap kali sesak napas.

2. Anemia aplastik

Selanjutnya adalah anemia aplastik. Kondisi yang satu ini terjadi ketika sumsum tulang belakang tidak dapat menghasilkan sel darah yang cukup, salah satunya adalah sel darah merah yang sedikit.

Penyebab anemia aplastik belum diketahui secara pasti, namun didugi dapat dipicu karena penyakit autoimun, infeksi virus, kemoterapi, penggunaan obat tertentu, sampai dengan kehamilan.

3. Anemia autoimun hemolitik

Orang dengan anemia autoimun hemolitik memiliki sistem imun atau kekebalan tubuh yang terlalu aktif dan dapat menghancurkan sel darah merah. Ini sebabnya, anemia dapat terjadi. Kondisi yang satu ini dapat disebabkan oleh gangguan autoimun yakni kondisi saat sistem imun atau kekebalan tubuh Anda justru menyerang diri sendiri.

4. Anemia sel sabit

Selanjutnya adalah anemia sel sabit. Kondisi yang satu ini membuat sel darah merah menjadi kaku dan lengket. Alhasil, sel darah tersebut justru dapat menghambat aliran darah. Anemia sel sabit sendiri adanya penyakit genetik. Penderita penyakit ini dapat mengalami rasa sakit tak tertahankan dan juga mengalami kerusakan organ tubuh.

5. Polisitemia

Polisitemia adalah salah satu jenis kelainan darah selanjutnya. Kondisi ini menyebabkan darah menjadi sangat kental karena sumsum tulang belakang memproduksi sel darah merah secara berlebih. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko stroke, penggumpalan darah, sampai dengan serangan jantung.

Selain mengganggu sel darah merah, terdapat beberapa jenis kelainan darah lain yang juga berdampak pada sel darah putih, yakni:

1. Leukemia

Kondisi yang satu ini merupakan salah satu bentuk dari kanker darah dimana sel darah putih diproduksi berlebihan dalam sumsum tulang Anda. Selain itu, sel darah putih tersebut juga menjadi ganas. Sayangnya, penyebab pasti dari penyakit ini belum diketahui.

2. Multiple myeloma

Multiple myeloma merupakan kanker darah. Kondisi yang satu ini terjadi saat sel darah putih dalam tubuh berubah menjadi ganas. Sel darah putih tersebut juga diproduksi dengan banyak dan berlipat ganda serta melepaskan protein abnormal. Kondisi ini dapat merusak organ tubuh Anda.

3. Sindrom Mielodisplasia

Sindrom mielodisplasia merupakan kelainan darah yang akan memberi dampak buruk pada sumsum tulang. Kondisi yang satu ini terjadi kerena sumsum tulang Anda tidak bisa memproduksi sel darah yang sehat sebagaimana mestinya.

4. Limfoma

Limfoma adalah jenis kanker darah yang berkembang di sistem getah bening. Orang dengan limfoma memiliki sel darah putih yang ganas dan kemudian menyebar secara abnormal serta jumlahnya berlipat ganda.

Bukan hanya dapat berpengaruh pada sel darah putih dan sel darah merah. Kelainan darah juga bisa terjadi pada trombosit. Berikut beberapa jenis kelainan darah pada trombosit serta proses pembekuan darah.

1. Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP)

Idiopathic thrombocytopenic purpura (ITP) adalah kelainan autoimun yang berdampak pada jumlah trombosit atau keping darah yang menurun.

Penderita penyakit ini lebih mudah mengalami memar atau dapat mengalami pendarahan berlebih karena jumlah trombosit yang rendah pada tubuhnya. Namun, belum diketahui secara pasti apa pemicu dari penyakit yang satu ini.

2. Penyakit von Willebrand

Penyakit von Willebrand merupakan gangguan pada pembekuan darah. Penyebabkan dikarenakan kurangnya protein von Willebrand. Ini merupakan protein yang diperlukan dalam proses pembekuan darah.

Rendahnya jumlah protein ini menyebabkan trombosit yang bertugas untuk menghentikan pendarahan menjadi terganggu. Sehingga, pendarahan tersebut dapat terjadi secara berkepanjangan.

3. Hemofilia

Hemofilia adalah gangguan proses pembekuan darah. Kondisi ini dapat disebabkan kelainan genetik. Kondisi tersebut menyebabkan jumlah protein berperan untuk pembekuan darah menjadi menurun. Pendarahan ini dapat terjadi baik di dalam maupun di luar tubuh secara tiba-tiba.

4. Essential thrombocythemia

Kondisi yang satu ini terjadi ketika trombosit yang dihasilkan oleh sumsum tulang belakang berlebih atau terlalu banyak. Alahasil, pembekuan darah yang terjadi di dalam tubuh menjadi meningkat sampai menggumpal. Kondisi yang satu ini dapat meningkatkan risiko terjadinya stroke sampai serangan jantung.

5. Sindrom antifosfolipid

Sindrom antifosfolipid merupakan sebuah gangguan yang terjadi pada sistem imun. Kondisi ini dapat menyebabkan risiko penggumpalan darah menjadi lebih tinggi.

Pada kondisi yang satu ini, sistem imun tubuh dapat menghasilkan antibodi yang abnormal atau yang kerap disebut dengan antibodi antifosfolipid.

Sayangnya, antibodi ini akan menyerang protein pada lemak serta menyebabkan darah menjadi lebih mudah menggumpal.

 

TAG TERKAIT

Penyakit Jantung

Penyakit Ginjal

Penyakit Paru-paru

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved