Artikel Kesehatan Mengenai Jantung Berdebar

Palpitasi adalah Sensasi Jantung Berdebar Kencang, Benarkah Berbahaya?

Palpitasi adalah sensasi atau perasaan ketika jantung terasa berdebar, berdetak keras, atau tidak teratur. Palpitasi dapat ditandai dengan jantung berdebar keras dan cepat hingga terasa ada detakan jantung yang terlewat.
06 Apr 2021|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Palpitasi adalah sensai jantung yang terasa berdetak keras atau adanya detak tambahan

Kaitan Denyut Nadi dalam 60 Detik dengan Kondisi Kesehatan Anda

Denyut nadi adalah jumlah banyaknya detak jantung yang berlangsung dalam 60 detik atau 1 menit. Jumlah denyut nadi dalam 60 detik dapat berbeda pada setiap orang dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor.
14 Mar 2021|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Denyut nadi dalam 60 detik dapat dihitung sendiri

Wolff Parkinson White Syndrome, Kondisi Jantung Berbahaya yang Mengancam Jiwa

Wolff Parkinson Syndrome adalah gangguan sistem konduksi pada jantung yang bisa menyebabkannya berdebar kencang. Gangguan ini jarang terjadi, namun dapat mengancam jiwa.
02 Okt 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Wolff Parkinson White Syndrome bisa mengancam jiwa

5 Cara Mengetahui Detak Jantung Janin Selain USG Transvaginal

Selain USG transvaginal, ada sejumlah cara mengetahui detak jantung janin dalam kandungan yang bisa dipilih, mulai dari fetal doppler hingga fetal monitor, namun tidak bisa menggunakan tangan sendiri.
22 Sep 2020|Bayu Galih Permana
Baca selengkapnya
cara mengetahui detak jantung janin bisa melalui USG

Seperti Apa Bunyi Jantung Normal dan Abnormal? Ini Penjelasannya

Bunyi jantung berasal dari katup jantung yang membuka dan menutup saat darah mengalir. Namun, terdapat perbedaan antara bunyi jantung normal dan abnormal.
17 Sep 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Bunyi jantung normal umumnya terdengar seperti suara lub-dup

Mencermati Gejala Kardiomiopati Hipertrofi atau Penebalan Otot Jantung

Kardiomiopati hipertrofi adalah penyakit otot jantung yang ditandai dengan penebalan yang tak normal. Kondisi ini bisa berbahaya karena dapat menghambat jantung memompa darah yang diperlukan tubuh. Banyak kasus kardiomiopati hipertrofik terjadi karena faktor genetik.
13 Sep 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Kardiomiopati hipertrofi adalah penyakit penebalan jantung