Artikel Kesehatan Mengenai Hormon Seks

Dampak dan Efek Samping Lama Tidak Berhubungan Seks

Efek samping lama tidak berhubungan akan membuat gairah seksual Anda menurun dan juga stres. Anda pun memiliki risiko yang tinggi terkena kanker prostat.Baca selengkapnya
Efek samping lama tidak berhubungan akan membuat gairah seksual Anda menurun dan juga stres

Kelebihan Hormon Estrogen, Kenali Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Kelebihan hormon estrogen bisa terjadi pada pria dan wanita. Pada wanita, estrogen yang terlalu tinggi dapat menyebabkan PCOS dan pembesaran payudara pada laki-laki.
28 Okt 2021|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
Dampak kelebihan hormon estrogen

Hati-hati, Gangguan Hormon Dapat Menyebabkan Penyakit Berikut

Gangguan hormon dapat memicu sejumlah penyakit. Apa saja jenis penyakit akibat ketidakseimbangan hormon tubuh? Berikut informasinya.Baca selengkapnya
penyakit akibat gangguan hormon

Menilik Fungsi Hormon DHT (Dihidrotestosteron) dan Hubungannya dengan Kebotakan Rambut

DHT adalah hormon yang kerap dikaitkan dengan penyebab kebotakan rambut. Kenali lebih lanjut mengenai hormon DHT dari mulai fungsi hingga dampak negatifnya.Baca selengkapnya
hormon DHT

Jenis-jenis Hormon Menstruasi yang Memengaruhi Siklus Haid

Jenis hormon menstruasi adalah estrogen, progesteron, LH dan FSH. Keempat hormon tersebut memiliki peran dalam fase siklus menstruasi, mulai dari fase ovulasi sampai fase folikular.
29 Mar 2021|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
Hormon yang berperan dalam menstruasi adalah estrogen, progesteron, LH dan FSH

Asam D-Aspartat untuk Testosteron, Tidak Semua Pria Bisa Merasakan Manfaatnya

Asam D-aspartat merupakan asam amino yang diyakini dapat meningkatkan kadar testosteron. Namun, efek peningkatan testosteron tersebut hanya dirasakan oleh beberapa pria.
09 Mar 2021|dr. Reni Utari
Baca selengkapnya
Asam D-aspartat merupakan asam amino yang diyakini dapat meningkatkan kadar testosteron

Hormon Seks Wanita dan Pria Serta Perannya

Homone seks memiliki peran penting baik itu bagi pria maupun wanita. Bukan hanya penting untuk proses pembuahan, namun hormon ini juga penting untuk untuk metabolisme hingga perkembangan fisik.

Apa Itu Hormon Seks?

Hormon merupakan pembawa pesan kimiawi yang diproduksi dan juga dilepaskan oleh kelenjar endokrin ke dalam aliran darah. Hormon sendiri membantu banyak proses dalam tubuh seperti tidur, makan, dan juga pertumbuhan.

Lalu bagaimana dengan hormone seks? Hormon yang satu ini memiliki peran penting dalam perkembangan seksual maupun reproduksi. Kelenjar utama yang menghasilkan hormone ini merupakan kelenjar adrenal dan gonad yang meliputi testis pada pria, dan ovarium pada wanita.

Hormon yang satu ini juga memiliki banyak fungsi penting untuk tubuh, baik pada wanita maupun pria, berikut beberapa keterlibatan hormone ini:

  • Hasrat seksual
  • Pubertas dan perkembangan seksual
  • Reproduksi
  • Berguna untuk mengatur pertumbuhan tulang dan otot
  • Respon inflamasi
  • Mengatur kadar kolesterol
  • Mempromosikan pertumbuhan rambut
  • Distribusi lemak tubuh
  • Jenis Hormon Seks Wanita

Hormon Seks Wanita

Hormon seks wanita meliputi estrogen, progesteron, dan sejumlah kecil testosteron. Berikut ulasan mengenai ketiganya

1. Estrogen

Salah satu hormon seks yang paling terkenal adalah estrogen. Hormon yang satu ini memiliki peran penting dalam perkembangan seksual dan reproduksi ketika wanita sudah mencapai pubertas. Estrogen sendiri Sebagian besar diproduksi di ovarium meskipun, sel sel lemak dan adrenal juga menghasilkan estrogen dalam jumlah kecil.

2. Progesteron

Hormon progesteron dihasilkan oleh ovarium, plasenta dan juga kelenjar adrenal. Kadar progesterone akan meningkat selama ovulasi dan kehamilan. Progesteron sendiri berperan dalam membantu menstabilkan siklus menstruasi dan juga mempersiapkan tubuh untuk kehamilan.

Kadar progesterone yang rendah dapat menyebabkan menstruasi menjadi tidak teratur, lebih sulit untuk hamil dan memiliki risiko komplikasi yang lebih tinggi ketika Anda hamil nantinya.

3. Testosteron

Hormon yang satu ini merupakan hormon seks utama pria, namun, pada wanita testosteron juga ada hanya saja jumlahnya lebih rendah. Hormon yang satu ini juga berpengaruh pada kesuburan, haid, Hasrat seksual, jaringan dan massa tulang, Hingga produksi sel darah merah.

Peran Hormon Seks Wanita pada Masa Pubertas

Selama masa pubertas, tubuh akan memproduksi estrogen dan progesterone yang lebih tinggi. Wanita biasanya memasuki masa pubertas antara usia 8 sampai dengan 13 tahun.

Peningkatan kadar estrogen dan juga progesteron akan berpengaruh pada:

  • Perkembangan payudara
  • Pertumbuhan rambut di kaki, ketiak, dan juga daerah kemaluan
  • Peningkatan penyimpanan lemak di bokong, pinggul dan paha
  • Pelebaran panggul dan juga pinggul
  • Pertambahan tinggi
  • Berperan dalam peningkatan produksi minyak di kulit

Peran Hormon Seks Wanita dalam Kehamilan

Pada saat kehamilan hormone progesterone akan terus meningkat selama beberapa minggu. Hal ini menyebabkan leher rahim menjadi menebal dan juga membentuk sumbatan lendir.

Kadar HCG dalam tubuh juga akan meningkat untuk kemudian merangsang produksi estrogen serta progesteron lebih lanjut. Peningkatan hormon yang terjadi dengan cepat ini menyebabkan munculnya gejala awal kehamilan, seperti mual, muntah, dan juga buang air kecil yang menjadi lebih sering.

Selama trimester kedua kehamilan kadar progesterone dan estogen terus meningkat. Pada saat ini, sel-sel di plasenta akan mulai memproduksi hormon yang disebut laktogen plasenta manusia (HPL).

HPL berguna untuk mengatur metabolisme wanita serta membantu menjaga kesehatan janin yang sedang tumbuh. Hormon ini akan menurun setelah kehamilan Anda telah usai.

Ketidakseimbangan Hormon pada Wanita

Hormon yang tidak seimbang dapat menyebabkan sejumlah masalah pada tubuh. Gejala ketidakseimbangan hormon seks pada wanita ini akan menimbulkan beberapa gejala seperti:

  • Haid menjadi tidak teratur
  • Jerawat
  • Kekeringan vagina
  • Gairah seks yang lebih rendah
  • Kelembutan pada payudara
  • Dapat mengalami masalah pencernaan
  • Keringat malam
  • Penambahan berat badan
  • Kelelahan
  • Menjadi lebih cepat marah dan mengalami perubahan suasana hati yang tidak teratur
  • Kecemasan
  • Depresi
  • Sulit tidur

Ketidakseimbangan hormon ini juga dapat menjadi tanda dari kondisi kesehatan tertentu, seperti kelebihan berat badan, sindrom ovarium polikistik. insufisiensi ovarium primer, terapi penggantian hormone, kanker ovarium, stress.

Hormon Seks Pria

Testosteron merupakan hormon seks utama pria yang berguna untuk mengatur kesuburan, distribusi lemak, massa otot, hingga produksi sel darah merah. Ketika kadar testosteron menurun di bawah batas normal, ini dapat menyebabkan hipogonadisme. Namun ada cara untuk meningkatkan kadar hormon ini.

Tanpa kadar testosteron yang cukup, pria dapat mengalami masalah pada kesuburan. Hal ini karena testosteron berperan dalam membantu perkembangan sperma matang.

Otak dan kelenjar pituitari bertugas untuk mengontrol kadar testosteron. Setelah diproduksi, hormon akan bergerak melalui darah guna menjalankan berbagai fungsi penting hormon ini.

Berikut beberapa fakta terkait hormon testosteron pada pria:

  • Testosteron berguna untuk mengatur sejumlah proses dalam tubuh pria.
  • Tingkat testosteron cenderung akan turun seiring bertambahnya usia pria.
  • Suplemen testosteron dapat diresepkan hanya untuk kondisi tertentu. Namun, suplemen ini tidak digunakan untuk melawan penurunan alami kadar testosteron terkait usia.
  • Tersedia pula terapi penggantian testosteron (TRT) juga tersedia. Namun, terapi ini dapat membawa efek samping dan risiko.

Ketidakseimbangan Testosteron Pada Pria

Testosteron dapat menurun secara alami dikarenakan pertambahan usia. Tingkat testosterone yang terlalu tinggi maupun rendah dapat menyebabkan disfungsi pada bagian tubuh yang terkait dengan hormon ini.

Dampak testosteron rendah meliputi:

  • Gairah seks berkurang
  • Disfungsi ereksi
  • Jumlah sperma yang lebih rendah
  • Jaringan payudara membesar

Sedangkan, terlalu banyak testosterone dapat menyebabkan pubertas sebelum anak lelaki berusia 9 tahun. Ketidakseimbangan testosteron ini juga dapat dideteksi dengan melakukan tes darah dan dapat diobati dengan tepat.

Sumber:

https://www.medicalnewstoday.com/articles/324887#hormonal-imbalance

https://www.medicalnewstoday.com/articles/276013#what-is-testosterone