logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Gangguan Psikologis

gangguan psikologis juga dapat terjadi pada anak, seperti gangguan kecemasan, ADHD, hingga gangguan spektrum autisme

Artikel gangguan psikologis


Lihat Semua Artikel

Penyakit gangguan psikologis


Lihat Semua Penyakit

Tindakan Medis gangguan psikologis


Lihat Semua

Review gangguan psikologis


Lihat Semua

Ini Berbagai Gangguan Psikologis Anak Paling Umum

Gangguan psikologis dapat terjadi pada siapapun, termasuk pada anak. Ada berbagai jenis gangguan psikologis yang dapat dialami oleh si kecil, berikut ulasannya.

Gangguan Psikologis Pada Anak

Berikut beberapa gangguan psikologis yang umum dialami si kecil.

1. Gangguan kecemasan

Anak-anak dengan gangguan kecemasan umumnya mengalami ketakutan, kekhawatiran dan juga kecemasan yang terjadi terus menerus. Kondisi ini dapat mengganggu kemampuan anak untuk dapat berpartisipasi dalam sekolah, bermain, dan juga situasi sosial lainnya yang sesuai dengan usia anak.

Diagnosis kondisi ini juga termasuk kecemasan sosial, kecemasan umum dan gangguan obsesif-kompulsif.

Sebenarnya rasa khawatir dan cemas pada anak sendiri normal biasanya anak dapat merasakan perasaan tersebut ketika mulai sekolah atau pindah ke tempat tinggal atau daerah baru.

Namun, kecemasan pada anak yang dapat dicurigai mengarah pada gangguan kecemasan adalah ketika kecemasan tersebut mempengaruhi perilaku, pikiran sampai dengan mengganggu mereka di sekolah dan mengganggu kehidupan sosial si kecil.

Gejala kecemasan pada anak

Tanda-tanda yang harus diwaspadai pada anak Anda adalah:

  • Sulit berkonsentrasi
  • Sulit tidur atau terbangun di malam hari dengan mimpi buruk
  • Tidak makan dengan benar
  • Lebih cepat marah atau mudah tersinggung, dan menjadi tidak terkendali selama ledakan
    terus-menerus khawatir atau memiliki pikiran negatif
  • Merasa tegang dan gelisah
  • Sangat sering menangis
  • Mengeluh sakit perut dan merasa tidak enak badan

Jika anak Anda memiliki berbagai tanda tersebut, Anda dapat berkonsultasi dengan profesional untuk memastikan apakah hal ini mengarah pada gangguan kecemasan.

2. Gangguan pemusatan perhatian/hiperaktivitas (ADHD)

ADHD merupakan kondisi medis dimana penderitanya memiliki perbedaan akan perkembangan otak dan juga aktivitas otak yang mempengaruhi perhatian, kemampuan untuk diam dan pengendalian diri.

Kondisi ini dapat mempengaruhi kehidupan anak di rumah, sekolah dan juga dalam membangun pertemanan bersama anak sebanyak.

Tanda ADHD sendiri meliputi:

  • Inattentive

Ini adalah kondisi dimana anak mudah untuk teralihkan dan mengalami kesulitan untuk memfokuskan perhatian mereka. Ini membuat anak kerap melewatkan detail tertentu yang penting dan juga membuatnya sulit untuk menyelesaikan apa yang mereka mulai.

Anak dengan ADHD mungkin juga lebih mudah melamun atau berlama-lama untuk melakukan sesuatu. Selain itu, mereka juga kerap linglung dan pelupa serta kehilangan barang-barangnya.

  • Hiperaktif

Andak yang hiperaktif merupakan anak yang gelisah dan juga mudah bosan. Mereka mungkin juga sulit untuk berdiam diri. Anak hiperaktif mungkin cenderung cepat berpindah dalam melakukan kegiatan dan kerap ceroboh.

Selain itu, mereka juga senang memanjat, melompat dan bermain hal-hal pada saat yang tidak seharusnya. Terkadang, sikap tersebut dapat mengganggu orang lain.

  • Impulsif

Anak yang impulsif dapat bertindak terlalu cepat sebelum mereka berpikir. Anak yang impulsif juga kerap menyela, mendorong atau melakukan hal yang ingin mereka lakukan cepat terburu-buru karena mereka tidak suka menunggu.

Selain itu, anak-anak juga kerap melakukan sesuatu tanpa meminta izin, mengambil barang yang bukan miliknya serta bertindak dengan cara yang berisiko. Bahkan, mungkin anak yang impulsif memiliki reaksi emosional yang terlalu kuat dapat situasi yang mereka hadapi.

3. Gangguan spektrum autisme (ASD).

Gangguan spektrum autisme merupakan kondisi neurologis yang muncul pada anak usia dini, umumnya dialami anak dengan usia dibawah 3 tahun.

Meskipun tingkat keparahan ASD bervariasi, namun umumnya, anak dengan gangguan ini mengalami kesulitan berkomunikasi dan juga kesulitan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Keterampilan komunikasi dan interaksi sosial dapat menjadi tantangan bagi orang-orang dengan ASD.

Contoh karakteristik komunikasi sosial dan interaksi sosial yang terkait dengan ASD dapat mencakup:

  • Menghindari atau tidak menjaga kontak mata
  • Tidak merespons nama pada usia 9 bulan
  • Tidak menunjukkan ekspresi wajah sepertisedih, senang, marah, dan juga terkejut pada usia 9 bulan
  • Menggunakan sedikit atau tidak sama sekali gerakan pada usia 12 bulan contohnya tidak melambaikan tangan
  • Tidak menunjuk atau memperhatikan apa yang Anda tunjuk pada usia 18 bulan
  • Tidak memperhatikan ketika orang lain terluka atau sedih pada usia 24 bulan
  • Tidak melakukan permainan pura-pura seperti memberi makan boneka pada usia 30 bulan
  • Hanya menunjukkan sedikit minat pada teman sebaya
  • Memiliki kesulitan untuk memahami perasaan orang lain atau sulit untuk berbicara tentang perasaan sendiri pada usia 36 bulan atau bahkan lebih

Perilaku dan minat

Orang dengan ASD memiliki minat atau perilaku yang mungkin tampak tidak biasa. Perilaku atau minat ini yang umumnya dapat membedakan ASD dengan kondisi lain yang berhubungan dengan masalah interaksi sosial dan juga komunikasi.

Contoh minat dan perilaku terbatas atau berulang yang terkait dengan ASD seperti:

  • Mengulangi kata atau frasa berulang-ulang
  • Bermain dengan mainan dengan cara yang sama setiap saat
  • Difokuskan pada bagian objek
  • Marah karena adanya perubahan kecil
  • Memiliki minat obsesif
  • Harus mengikuti rutinitas tertentu
  • Mengepakkan tangan, mengayunkan tubuh, atau berputar sendiri
  • Memiliki reaksi yang tidak biasa terhadap suara, bau, rasa, tampilan, atau rasa

Karakteristik lain

Kebanyakan orang dengan ASD memiliki karakteristik lain. Ini mungkin termasuk:

  • Keterampilan bahasa yang tertunda
  • Keterampilan gerakan yang juga dapat tertunda
  • Keterampilan kognitif atau pembelajaran yang tertunda
  • Perilaku hiperaktif, impulsif, dan/atau lalai
  • Dapat mengalami gangguan epilepsi atau kejang
  • Kebiasaan makan dan juga tidur yang tidak biasa
  • Masalah gastrointestinal
  • Suasana hati atau reaksi emosional yang tidak biasa
  • Kecemasan, stres, atau memiliki kekhawatiran yang berlebihan
  • Kurangnya rasa takut atau justru terlalu takut pada hal yang tidak semestinya

Sumber:

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/mental-illness-in-children/art-20046577

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/panic-attacks/symptoms-causes/syc-20376021

https://kidshealth.org/en/parents/adhd.html#:~:text=ADHD%20stands%20for%20attention%20deficit,at%20home%2C%20and%20in%20friendships.

https://www.nhs.uk/mental-health/children-and-young-adults/advice-for-parents/anxiety-disorders-in-children/

https://www.cdc.gov/ncbddd/autism/signs.html

 

TAG TERKAIT

Gangguan Kepribadian 

Gangguan Panik

Kesehatan Anak

 

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved