Artikel Kesehatan Mengenai Depresi

Depresi di Tempat Kerja? Cari Tahu Dampak dan Pertolongannya

Mengalami depresi di tempat kerja bisa memberikan efek pada produktivitas Anda. Setelah mengenali gejalanya, berbicaralah dengan teman satu tim, atasan, dan juga HRD perusahaan untuk dapatkan bantuan.Baca selengkapnya
Berhati-hati dengan depresi di tempat kerja

8 Masalah dalam Dunia Kerja dan Solusi untuk Mengatasinya

Masalah dalam dunia kerja, seperti perundungan, komunikasi yang buruk, atau tidak puasa dengan perusahaan dapat menurunkan kinerja dan produktivitas.Baca selengkapnya
Masalah dalam dunia kerja bisa menyebabkan depresi

Tak Hanya Wanita, Kenali Gejala Depresi Postpartum pada Pria dan Cara Mengatasinya

Gejala depresi postpartum pada pria yaitu menghabiskan banyak waktu dengan bekerja, mudah marah, hingga berperilaku kasar ke pasangan. Cara mengatasinya dengan terapi, konsumsi obat-obatan tertentu, atau kombinasi antara keduanya.Baca selengkapnya
Tidak hanya terjadi pada wanita, depresi postpartum ternyata juga bisa dialami oleh pria

Sering Mengalami Pikiran Kosong? Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya

Pikiran kosong bisa menjadi tanda kurang istirahat, gangguan kecemasan, serta menderita masalah kesehatan tertentu. Cara mencegahnya dengan istirahat cukup, menerapkan teknik relaksasi, dan latihan otak secara rutin.Baca selengkapnya
Pikiran kosong bisa menjadi tanda kurang istirahat, gangguan kecemasan, serta menderita masalah kesehatan tertentu

Cara Memilih Psikolog yang Bisa Memberikan Rasa Nyaman

Cara memilih psikolog sebaiknya tidak mengandalkan rekomendasi dari orang lain. Sebab apa yang cocok bagi mereka, belum tentu sama bagi Anda. Perlu diingat pula bahwa ada proses trial and error ketika memilih psikolog atau psikiater. Ini wajar dan merupakan bagian dari proses hingga menemukan yang benar-benar cocok.Baca selengkapnya
Terapis yang tepat dapat membuat sesi jadi lebih nyaman

Bahaya Self Deprecation, Merendahkan Diri Sendiri dalam Balutan Candaan

Self deprecation adalah pernyataan merendahkan diri sendiri yang dibalut dengan lelucon dan candaan. Tindakan ini dapat memicu gangguan kecemasan dan depresi jika terus dilakukan.Baca selengkapnya
Self deprecation adalah pernyataan merendahkan diri sendiri yang dibalut dengan lelucon dan candaan

Tanda-tanda Depresi yang Perlu Diwaspadai

Merasa tidak bahagia bukan berarti Anda sedang depresi. Pasalnya, ini adalah dua hal yang berbeda. Ini sebabnya penting untuk mengetahui tanda-tanda depresi yang mungkin sedang alami.

Namun tidak disarankan untuk melakukan self diagnosis. Jika Anda merasakan beberapa tanda ini. Anda bisa konsultasi dengan psikolog atau profesional yang akan membantu memahami kondisi Anda dan membantu Anda untuk merasa lebih baik.

Tanda-tanda Depresi

Berikut sejumlah tanda depresi yang perlu Anda perhatikan.

1. Tidak memiliki harapan

Depresi berat merupakan gangguan suasana hati yang mempengaruhi bagaimana penderitanya merasa tentang kehidupan secara umum.

Umumnya, orang kondisi ini akan memiliki pandangan putus asa dan rasa tidak berdaya dalam hidup. Ini merupakan salah satu gejala depresi yang paling umum.

Selain itu, orang dengan kondisi ini juga mungkin merasa tidak berharga, memiliki rasa bersalah yang tidak seharusnya dan membenci diri sendiri. Berbagai pikiran negatif tersebut dapat berulang sehingga mereka juga akan merasa bahwa semua keadaan buruk tersebut salah mereka dan mereka merasa tidak berguna.

2. Kehilangan minat

Tanda lainnya adalah kehilangan akan kesenangan atas hal-hal yang biasanya disukai. Hilangnya minat atau penarikan diri dari berbagai aktivitas yang biasa dijalani merupakan tanda atau gejala depresi lainnya.

Biasanya orang dengan kondisi ini kehilangan minat akan melakukan hobi, olahraga, jalan bersama teman atau berbagai hal lain yang biasanya membuat mereka senang.

Bahkan, salah satu gejala depresi berat juga membuat penderitanya kehilangan akan minat seks. Umumnya mereka akan mengalami penurunan gairah seksual sampai dengan mengalami impotensi.

3. Peningkatan kelelahan dan mengalami masalah tidur

Sebagian alasan mengapa orang berhenti untuk melakukan berbagai hal atau rutinitas yang disukai adalah karena tubuh yang merasa sangat lelah.

Orang yang mengalami depresi juga biasanya mengalami perasaan lelah yang teramat sangat dan juga kekurangan energi sehingga mereka cenderung untuk tidak melakukan kegiatan apapun.

Karena energi yang lemah dan rasa lelah yang mereka rasakan, orang dengan kondisi ini juga dapat mengalami tidur berlebihan.

Namun, pada satu sisi depresi juga terkait dengan insomnia. Pikiran mereka yang kalut membuat susah tidur. Selain itu, keduanya juga memang saling mempengaruhi. Ini dapat membuat kondisi kesehatan mental semakin memburuk.

Perlu diketahui kurangnya kualitas tidur yang nyenyak juga dapat menyebabkan kecemasan. Namun, rasa cemas yang Anda rasakan juga dapat membuat sulit tidur. Ini sebabnya, keduanya terkait.

4. Kecemasan

Depresi sendiri belum terbukti dapat menyebabkan kecemasan. Namun, kedua kondisi tersebut dapat terjadi secara bersamaan. Berikut beberapa gejala kecemasan:

  • Gugup, gelisah, atau perasaan tegang
  • Detak menjadi lebih jantung cepat
  • Perasaan bahaya, panik, atau rasa takut
  • Pernapasan juga menjadi lebih cepat
  • Keringat meningkat atau berat
  • Tubuh gemetar atau otot berkedut
  • Kesulitan untuk bisa fokus atau berpikir jernih tentang apa pun selain hal yang dikhawatirkan

5. Iritabilitas pada pria

Perlu diketahui bahwa depresi dapat mempengaruhi jenis kelamin dengan berbeda. Penelitian menunjukan pria yang mengalami depresi mungkin memiliki gejala seperti melakukan perilaku berisiko seperti penyalahgunaan zat.

Mereka juga dapat memiliki gejala lain seperti cepat marah, dan marah pada tempat yang tidak seharusnya.

Selain itu, pria juga memiliki kemungkinan yang lebih kecil untuk mengenali depresi mereka dan mencari pengobatan untuk mengatasinya.

6. Perubahan nafsu makan dan berat badan

Gejala selanjutnya adalah perubahan nafsu makan dan juga berat badan. Pada penderita depresi, mereka cenderung mengalami nafsu makan dan berat badan yang berfluktuasi.
Namun, pengalaman tersebut dapat berbeda pada setiap orang.

Beberapa orang yang mengalami depresi dapat memiliki nafsu makan yang lebih tinggi sehingga mengalami kenaikan berat badan.

Namun, pada beberapa orang lainnya, mereka justru mengalami penurunan nafsu makan, tidak merasa lapar sehingga berat badan akan turun.

7. Emosi yang tidak terkendali

Gejala selanjutnya adalah emosi yang tidak terkendali. Mereka dapat marah dan sedih hingga tidak terkendali. Bahkan, depresi juga dapat membuat perubahan suasana hari dimana Anda akan merasa emosi dapat naik dan juga turun pada waktu yang berdekatan.

8. Memiliki pikiran untuk bunuh diri

Depresi juga kerap kali dihubungkan dengan bunuh diri. Bahkan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit pada tahun 2013 dari 42.000 orang meninggal karena bunuh diri di Amerika.

Orang yang meninggal karena bunuh diri umumnya akan menunjukan gejala terlebih dahulu. Orang di sekeliling perlu waspada akan berbagai tanda bunuh diri yang muncul pada mereka yang depresi.

Umumnya, mereka membiacarakan mengenai bunuh diri. Selain itu, mereka juga dapat melakukan percobaan sebelum benar-benar melakukan bunuh diri yang sebenarnya.

Jika Anda menemukan berbagai gejala tersebut pada orang yang Anda kenal atau memiliki risiko akan menyakiti diri sendiri dan orang lain maka Anda perlu harus lebih waspada karena mereka dapat melakukan perbuatan nekat untuk bunuh diri tersebut.

Lantas apa yang bisa Anda lakukan? Anda bisa mencari bantuan, pastikan untuk bersama orang tersebut sampai dengan bantuan datang.

Selain itu, pastikan untuk menyingkirkan semua senjata yang dapat digunakan untuk upaya bunuh diri dan menyakiti dirinya seperti obat-obatan, pisau dan benda berbahaya lain.

Dengarkan apa yang ingin mereka bicarakan, namun ingat untuk tidak berdebat, menghakimi dan berteriak, Anda cukup dengarkan apa yang ada di pikiran mereka.

Sumber:

https://www.healthline.com/health/depression/recognizing-symptoms#fatigue

 

TAG TERKAIT

Kesehatan Mental

Kesepian

Bunuh Diri