logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Coronavirus

coronavirus masih menjadi perhatian dunia. Simak berbagai informasi dan fakta terbaru COVID-19 termasuk delta dan omicron

Artikel coronavirus


Lihat Semua Artikel

Penyakit coronavirus


Lihat Semua Penyakit

Tindakan Medis coronavirus


Lihat Semua

Review coronavirus


Lihat Semua

Fakta-fakta Delta dan Omicron Serta Informasi Coronavirus Terlengkap

Coronavirus masih perlu diwaspadai mengingat angka penularan yang semakin meningkat. Dua varian virus COVID-19 dengan penyebaran cepat saat ini adalah Delta dan Omicron. Lantas apa sebenarnya dua varian virus tersebut dan fakta lainnya? Berikut ulasannya.

Fakta Delta Virus, varian Coronavirus

Dilansir dari CDC berikut sejumlah informasi mengenai Delta virus yang perlu Anda ketahui:

1. Infeksi dan penyebaran yang cepat

Varian Delta menyebabkan lebih banyak orang menderita COVID. Selain itu, penyebarannya juga lebih cepat dibandingkan dengan bentuk awal yakni SARS-CoV-2, virus yang menyebabkan COVID-19.

2. Varian Delta lebih menular dibanding varian sebelumnya

Delta dinilai 2 kali lebih menular dibandingkan dengan varian sebelumnya. Beberapa data juga menunjukan bahwa varian yang satu ini dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah dibanding dengan varian sebelumnya pada orang yang tidak divaksinasi.

Dalam dua penelitian berbeda yang dilakukan di Skotlandia dan Kanada, pasien yang terinfeksi Delta lebih mungkin memerlukan perawatan di rumah sakit dari pada mereka yang terinfeksi Alpha maupun virus asli penyebab COVID-19. Namun, sebagian besar pasien rawat inap dan angka kematian terjadi pada orang yang tidak divaksin.

3. Orang yang belum divaksin masih menjadi perhatian terbesar

Risiko penularan terbesar adalah pada orang yang belum divaksin selain itu mereka juga lebih berisiko menyebarkan atau menularkan virus. Orang yang sudah divaksin lebih jarang terinfeksi coronavirus dibandingkan mereka yang belum.

Namun perlu diingat, orang yang terinfeksi varian Delta, baik yang belum divaksin atau yang sudah divaksin dan bergejala tetap dapat menularkan virus ke orang lain.

Fakta-Fakta Omicron

Jumlah kasus COVID-19 kembali melonjak termasuk di Indonesia. Apalagi, dengan varian Omicron yang sangat menular. Lantas apa saja fakta-fakta dari varian Coronavirus yang satu ini? Berikut ulasannya.

1. Omicron lebih menular dibandingkan dengan Delta

Kecepatan penyebaran Omicron menjelaskan bahwa varian yang satu ini lebih menular daripada Delta. Ini sebabnya pencegahan ekstra dilakukan dengan lebih maksimal termasuk digencarkannya vaksinasi.

Dengan kecepatan penularan yang tinggi, sebaiknya Anda perlu waspada untuk tetap menerapkan protokol kesehatan di mana pun Anda berada. Tetap gunakan masker dan jaga jarak serta lakukan vaksin untuk memberikan perlindungan yang lebih maksimal.

2. Gejala dan tingkat keparahan

Dilansir dari healthtalk.unchealthcare terdapat bukti awal yang menunjukan bahwa Omicron memiliki gejala yang lebih ringan dibandingkan dengan Delta. Namun, bukan berarti Anda jadi mengabaikannya.

Pasalnya, meskipun gejala yang ditimbulkan lebih ringan, namun penularannya lebih tinggi sehingga rumah sakit dan tenaga kesehatan cukup kewalahan dalam merawat pasien.

Orang yang lebih rentan mengalami gejala yang lebih serius adalah lansia dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang kurang baik.

Dilansir dari CDC, tingkat keparahan gejala dari orang yang terkena Omicron dipengaruhi oleh status vaksinasi, dan kondisi kesehatan lain, riwayat infeksi sebelumnya, sampai dengan dipengaruhi oleh usia.

3. Tingkat penyebaran

Varian Omicron lebih mudah menyebar dari pada virus asli penyebab COVID-19 dan juga varian Delta. Orang yang terinfeksi Omicron baik yang sudah divaksin atau belum tetap dapat menyebabkan penularan ke orang lain, bahkan jika orang tersebut terinfeksi tanpa gejala.

4. Peran vaksin dalam menghadapi Omicron

Vaksin COVID-19 tetap menjadi langkah kesehatan masyarakat terbaik untuk melindungi orang dari COVID-19 dan mengurangi kemungkinan munculnya varian baru. Ini termasuk seri utama, suntikan booster dan dosis tambahan bagi mereka yang membutuhkannya.

Para ilmuwan masih mempelajari seberapa efektif vaksin COVID-19 dalam mencegah infeksi dari Omicron. Vaksin saat ini diharapkan dapat melindungi terhadap penyakit parah, rawat inap, dan kematian akibat infeksi varian Omicron.

Namun, infeksi terobosan pada orang yang divaksinasi kemungkinan akan terjadi. Orang yang mengetahui vaksin COVID-19 mereka dan mendapatkan COVID-19 lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan penyakit serius daripada mereka yang tidak divaksinasi dan terkena COVID-19.

Penting untuk melakukan vaksinasi dan booster untuk melawan varian COVID-19 termasuk Omicron. Ada bukti kuat dari penelitian laboratorium maupun pelaporan dunia bahwa vaksin memang dapat melindungi terhadap infeksi terutama gejala atau penyakit parah yang disebabkan oleh varian ini.

Vaksin booster juga sudah terbukti dapat sangat membantu. Peneliti dari Massachusetts General Hospital menerbitkan sebuah studi baru yang belum ditinjau sejawat. Penelitian itu menunjukkan bahwa suntikan penguat mRNA sangat efektif dalam menetralkan Omicron (yakni Pfizer dan Moderna).

Mereka juga menemukan bahwa darah orang-orang yang mendapat suntikan vaksin namun tidak mendapat booster memiliki aktivitas yang lebih sedikit melawan virus. Data juga menunjukkan bahwa vaksin dan juga booster tetap menjadi kunci untuk menghindari sakit parah.

5. Perawatan

Para ilmuwan sedang berusaha untuk menentukan seberapa efektif perawatan yang ada untuk menangani COVID-19. Beberapa perawatan antibodi monoklonal dinilai masih efektif untuk melawan Omicron.

Langkah Pencegahan COVID-19

Berikut beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk menghindari Coronavirus.

Lakukan vaksinasi karena efektif untuk mencegah gejala parah, sakit parah sehingga Anda tidak perlu melakukan rawat inap. Vaksinasi juga berguna untuk memperlambat penyebaran Coronavirus

  • Gunakan masker sekalipun Anda sudah mendapatkan vaksinasi
  • Tetap jaga jarak, hindari kontak dengan orang yang sakit. Jika Anda harus merawat orang yang sakit pastikan untuk menggunakan masker dan rajin cuci tangan.
  • Hindari berada di tempat yang ramai dan hindari pula berada di ruang dengan ventilasi buruk.
  • Jika Anda berada di ruangan, usahakan untuk membuka jendela atau pintu jika memungkinkan.
  • Rajin cuci tangan
  • Saat Anda batuk dan bersih tutupi mulut dan hidung Anda dengan tisu. Jika Anda menggunakan masker, Anda bisa ganti masker Anda dengan yang baru.

Pantau kesehatan Anda setiap hari

Sumber:

https://www.covidcaregroup.org/blog/the-truth-about-Deltacron

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/variants/Delta-variant.html

https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/variants/Omicron-variant.html

 

TAG TERKAIT

Vaksin Corona

Isolasi Mandiri Isoman

Sesak Napas

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved