logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Bullying

Bullying adalah bentuk kekerasan pada remaja atau yang kerap kali dialami pada masa kanak-kanak. Bentuk perundungan dapat berupa kekerasan fisik, verbal, Bentuk relasional/sosial, sampai cyberbullying

Artikel bullying


Lihat Semua Artikel

Pencegahan dan Tanda Bullying pada Anak yang Perlu Diketahui

Bullying adalah bentuk kekerasan pada remaja atau yang kerap kali dialami pada kanak-kanak. Merujuk pengertian dari CDC, bullying diartikan sebagai perilaku agresif yang tidak diinginkan oleh remaja. Perilaku tersebut dilakukan secara berulang dan dapat menyebabkan tekanan baik secara fisik maupun secara mental. 

Jenis intimidasi perilaku ini dapat meliputi:

  • Bentuk fisik, perilaku seperti menendang, memukul, menyandung dengan sengaja maupun serangan fisik lainnya
  • Bentuk verbal, mengejek dan memanggil dengan sebutan yang tidak disukai korban
  • Bentuk relasional/sosial seperti menyebarkan rumor atau fitnah
  • Kerusakan harta benda korban
  • Selain dilakukan secara langsung, perilaku ini juga dapat terjadi melalui teknologi, yang disebut dengan electronic bullying atau yang lebih dikenal dengan cyberbullying. Segala bentuk perilaku tersebut tidaklah dibenarkan karena dapat membawa kerugian besar bagi korban. 

Apa Dampak Bullying Bagi Korban?

Memahami bahwa bullying adalah bukan sesuatu yang dianggap enteng adalah hal yang penting. Perilaku merundung dapat menyebabkan dampak berkepanjangan bagi anak. Bullying dapat menyebabkan tekanan sosial, emosional, dan juga cedera fisik. Bukan hanya itu, korban juga dapat menyakiti diri sendiri dan dapat berujung pada kematian. 

Risiko depresi yang lebih tinggi, kesulitan tidur, kecemasan dan penurunan prestasi akademik adalah berbagai dampak yang dapat dialami korban. Bukan hanya berpengaruh buruk bagi korban, ini juga akan menyebabkan dampak bagi pelaku seperti masalah akademik, penyalahgunaan zat, dan menggunakan kekerasan di masa mendatang. 

Pentingnya Peran Orang Tua dalam Pencegahan Bullying

Pencegahan dapat dilakukan jika anak-anak tahu bahkan perilaku perundungan adalah hal yang salah dan merugikan sehingga mereka dapat mengidentifikasi lebih mudah. Berikut beberapa peran orang tua dalam pencegahan pembullyan. 

1. Sering berbicara secara terbuka dengan anak

Berkomunikasi atau bicara terbuka dengan anak dapat menumbuhkan rasa percaya sehingga anak dapat menceritakan kesehariannya termasuk ketika ia mendapatkan prilaku perundungan maupun menyaksikan orang lain yang mengalaminya. 

Tanyakan keseharian mereka di sekolah, aktivitas apa saja yang mereka lakukan. Orang tua juga perlu bertanya mengenai perasaan mereka, apakah hari ini ia merasa senang, sedih, atau perasaan mengganggu yang tidak membuatnya nyaman. 

2. Bantu anak untuk menjadi lebih positif

Dalam bullying ada 3 pihak yang terlibat di dalamnya, yakni pelaku, korban dan juga saksi. Bukan hanya mencegah anak sebagai pelaku dan korban, anak juga perlu mengerti pentingnya perannya dalam mencegah bullying saat ia menyaksikan perundungan tersebut. 

Bantulah anak untuk menjadi sosok yang positif, baik pada teman, dan juga menghargai mereka. Ini akan membantu anak untuk tumbuh dengan rasa empati untuk membela koran dan memberikan dukungan bagi korban. 

3. Bantu anak untuk bangun rasa percaya dirinya

Membangun rasa percaya diri juga adalah hal yang penting. Anda bisa dukung anak untuk melakukan kegiatan yang ia senangi dengan mengikuti les maupun kegiatan lainnya. Kepercayaan diri yang baik akan membantu anak untuk berani tampil dan menambah teman. 

4. Jadilah sosok teladan

Orang tua adalah sosok yang menjadi panutan untuk anak. Perilaku orang tua dapat berpengaruh pada anak. Jadilah sosok teladan yang memperlakukan semua orang dengan rasa hormat, menghargai, dan mengayomi. Jadilah sosok yang berani untuk berada di sisi yang benar. 

Contoh yang diberikan orang tua dapat diikuti oleh anak. Bukan hanya berperilaku secara langsung, Anda juga harus menjadi contoh teladan di dunia maya. Biasakan diri dengan platform yang sering digunakan anak, jelaskan pula bagaimana harus bersikap di dunia online layaknya bersikap baik di dunia offline. 

Selain itu, Anda juga perlu memberi tahu anak apa saja risiko yang akan mereka hadapi dari dunia online. Ajari mereka untuk tetap bersikap baik, sopan, dan menghargai meskipun pada orang yang tidak mereka kenal secara langsung, seperti teman di dunia maya. 

Tanda-Tanda Bullying

Meskipun pencegahan telah dilakukan, namun bagi korban pembullyan mengungkapkan perundungan yang mereka terima adalah hal yang sulit untuk diungkapkan. Ada berbagai gejolak dalam dirinya yang sulit untuk menceritakan kondisinya, termasuk untuk meminta pertolongan.

Sebagai sosok yang paling sering bertemu dengan anak, orang tua dapat mengenali adanya perundungan yang diterima anak. Berikut beberapa tanda yang dapat Anda kenali:

  • Perhatikan tanda fisik seperti goresan, memah, luka, sampai patah tulang yang anak alami
  • Takut pergi ke sekolah atau enggan mengikuti acara sekolah
  • Menjadi gelisah, waspada, dan juga cemas
  • Tidak melihat sosok teman yang menemani anak Anda atau anak justru cenderung menghindari situasi sosial
  • Hilangnya barang pribadi seperti benda elektronik
  • Lebih sering meminta uang untuk alasan yang mencurigakan atau sesuatu yang tidak bisa ia jelaskan
  • Prestasi yang menurun
  • Kerap kali bolos atau sering pulang sekolah terlebih dahulu
  • Tidur tidak nyenyak atau sering mimpi buruk
  • Kerap kali mengeluh sakit fisik seperti sakit perut atau sakit kepala
  • Menjadi lebih tertutup, menjadi lebih banyak menyimpan rahasia
  • Menjadi lebih agresif atau menjadi meledak-ledak ketika marah

Jika Anak memiliki tanda-tanda adanya perundungan yang menimpanya. Cobalah untuk berbicara secara perlahan dan terbuka, jangan terlalu memaksa anak untuk langsung bercerita. Berilah pemahaman supaya ia dapat menceritakan apa yang terjadi padanya tanpa adanya tekanan. 

Biasakan untuk melakukan komunikasi yang lebih terbuka sehingga anak akan lebih merasa nyaman untuk menyampaikan berbagai hal yang ia lalui, termasuk mengenai perundungan yang menimpanya. 

Sumber:

https://www.cdc.gov/violenceprevention/youthviolence/bullyingresearch/fastfact.html

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved