logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Bayi Dehidrasi

dehidrasi parah dapat menyebabkan risiko membahayakan bayi bayi. ketahui berbagai penyebab dan ciri-ciri bayi dehidrasi berikut ini

Artikel bayi dehidrasi


Lihat Semua Artikel

Penyakit bayi dehidrasi


Lihat Semua Penyakit

Ketahui Berbagai Penyebab dan Ciri-ciri Bayi Dehidrasi

Tahukah Anda jika ternyata bayi dan juga anak-anak rentan mengalami dehidrasi? Ketika bayi dehidrasi, ia tidak dapat mengungkapkannya pada Anda. Ini karena komunikasinya yang masih terbatas.

Kondisi kekurangan cairan pada tubuh ini tidak dapat disepelekan bunda, pasalnya dehidrasi pada bayi dapat berbahaya terutama jika kondisi ini tidak segera ditangani dengan benar.

Penting untuk orang tua mengetahui berbagai tanda dehidrasi pada bayi. Berikut ulasan lengkapnya untuk Anda.

Penyebab dan Tanda Bayi Dehidrasi

Dehidrasi dapat terjadi saat tubuh tidak mendapatkan cairan yang cukup sehingga kinerja organ pun menjadi terganggu. Kondisi yang satu ini kerap dialami oleh bayi karena berat badan si kecil yang masih rendah.

Selain itu, metabolisme pada bayi juga lebih tinggi sehingga membuat si kecil lebih mudah kehilangan cairan tubuh. Selain itu, bayi juga masih memiliki kekebalan tubuh yang lemah dan membuatnya lebih rentan mengalami infeksi. Ketika sakit, tubuh si kecil menjadi lebih rentan mengalami dehidrasi.

Berikut beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko bayi dehidrasi, yakni:

1. Diare dan muntah

Baik muntah maupun diare kerap terjadi ketika terjadi masalah pada saluran cerna. Ketika mengalami diare, usus bayi menjadi tidak dapat menyerap cairan dengan baik, sementara cairan terus terbuang ketika si kecil terus buang air besar.

Bukan hanya diare, muntah juga dapat membuang banyak cairan tubuh bayi Anda. Kedua kondisi ini juga dapat membuat bayi menjadi demam dan cairan pun semakin banyak yang keluar.

2. Demam

Penyebab lainnya adalah demam. Ini merupakan salah satu kondisi yang kerap membuat bayi dehidrasi. Saat demam, penguapan pada kulit bayi akan terjadi. Ini diakibatkan karena suhu tubuhnya yang tinggi.

Kemudian, bayi pun akan lebih banyak berkeringat karena tubuh berusaha untuk menurunkan suhu yang tinggi tersebut. Semakin tinggi suhu tubuh si kecil maka risiko mengalami dehidrasi pun akan turut naik.

3. Kurang minum

Bayi yang kurang cairan termasuk tidak mendapatkan ASI yang cukup dapat membuatnya berisiko mengalami dehidrasi. Ada beberapa kemungkinan mengapa bayi tidak mau minum seperti sariawan, tumbuh gigi, penyakit mulut, dan juga pilek. Berbagai kondisi tersebut dapat membuat tenggorokan dan mulut bayi menjadi tidak nyaman dan nyeri sehingga ia enggan untuk minum.

4. Berkeringat

Udara yang panas juga dapat menyebabkan bayi kehilangan cairan yang cukup banyak. Ketika berkeringat berlebih, bayi akan lebih rentan mengalami dehidrasi. Sebaiknya, kenakan bayi dengan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat dengan baik.

Ciri-ciri Dehidrasi Pada Bayi

Dehidrasi memiliki beberapa tingkatan dari ringan, sedang sampai dengan parah. Untuk dehidrasi ringan biasanya mudah untuk diatasi, namun untuk dehidrasi parah, Anda perlu mewaspadainya karena ini dapat mengancam nyawa.

Berikut ciri-ciri dehidrasi ringan dan juga sedang:

  • Bibir dan mulut bayi tampak kering dan pecah pecah
  • Bayi menangis tanpa air mata
  • Lebih rewel dan enggan bermain
  • Lebih sedikit menyusu dibanding biasanya
  • Warna urin bayi lebih gelap dan menyengat
  • Popoknya tetap kering meski sudah dipakai lebih dari 6 jam

Ciri-ciri dehidrasi parah

Berikut beberapa ciri-ciri dehidrasi parah yang perlu Anda waspadai:

  • Tubuh tampak pucat
  • Kaki dan tangan terasa dingin
  • Sangat lemas dan juga mengantuk
  • Mengalami sesak napas
  • Tekanan darahnya rendah

Meskipun menangis tanda air mata merupakan salah satu gejala dehidrasi, namun kondisi ini juga normal dialami oleh bayi baru lahir. Jadi, jangan sampai keliru, ya bunda.


Cara Menangani Dehidrasi dengan Benar

Jika tidak segera ditangani, bayi yang mengalami dehidrasi dapat memiliki risiko yang membahayakan. Berikut beberapa penanganan yang dapat Anda lakukan jika melihat adanya tanda bayi dehidrasi.

Jika bayi mengalami demam, keringat berlebih dan diare, segera berikan ASI atau susu formula yang lebih banyak dari yang bisa diberikan pada bayi. Anda juga bisa memberikan minuman elektrolit jika bayi sudah berusia 3 bulan.

Jika bayi mengalami muntah yang menyebabkan cairan tubuh berkurang, jangan beri cairan sekaligus. Namun berikan dalam jumlah sedikit hanya saja lebih sering. Anda bisa memberikan ASI, air tajin, minuman elektrolit dan susu formula.

Jika bayi sudah bisa makan makanan padat, Anda bisa memberinya makanan jika bayi mengalami diare. Saat bayi merasa sakit pada mulut dan membuatnya enggan makan dan minum, Anda bisa memberikan paracetamol Ini berguna untuk meredakan demam. Obat ini dapat diberikan jika bayi telah berusia 6 bulan lebih ya.

Jika bayi mengalami diare yang disebabkan oleh virus, umumnya kondisi ini akan membaik seiring dengan berjalannya waktu dengan sendirinya. Namun, tentu saja jika perawatan di rumah memadai maka kondisi si kecil akan berangsur pulih.

Ini sebabnya sebenarnya tidak semua diare membutuhkan obat sakit perut kecuali memang dokter menganjurkannya. Jika diare si kecil disebabkan oleh bakteri pemberian obat antibiotik dapat menjadi cara yang efektif untuk mengatasi diare.

Namun pemberian antibiotik ini juga dilakukan oleh dokter. Ini sebabnya penting untuk memeriksakan kondisi bayi Anda guna mengetahui penyebab diare yang ia alami.

Selain berbagai cara tersebut. Anda juga bisa memberikan cairan yang lebih banyak untuk di kecil dan menggunakan AC atau kipas angin untuk menyejukannya. Cara ini dapat Anda gunakan jika dehidrasi bayi disebabkan karena udara panas.

Itulah sejumlah informasi mengenai bayi dehidrasi yang perlu Anda ketahui. Segera periksakan bayi Anda ke dokter jika bayi mengalami tanda dehidrasi parah dan tidak kunjung membaik. Pada kondisi berat, bayi dapat semakin lemah dan memerlukan pemantauan dan perawatan di rumah sakit.

 

TAG TERKAIT

Bayi Rewel

Bayi Menangis

Manfaat ASI

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved