logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo

Tag Asam Lambung

Asam lambung atau Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi yang menyebabkan munculnya rasa terbakar pada dada. Hal ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan.

Artikel asam lambung


Lihat Semua Artikel

Penyakit asam lambung


Lihat Semua Penyakit

Tindakan Medis asam lambung


Lihat Semua

Review asam lambung


Lihat Semua

Gejala Asam Lambung dan Cara Mengobatinya

Asam lambung atau Gastroesophageal reflux disease (GERD) merupakan kondisi yang menyebabkan munculnya rasa terbakar pada dada. Hal ini terjadi ketika asam lambung naik ke kerongkongan. 

Guna mengatasinya, penggunaan obat dapat menjadi salah satu solusi, selain itu prosedur lain seperti operasi mungkin diperlukan tergantung dengan tingkat keparahan atau keseriusan kondisi Anda. 

Gejala Asam Lambung

Berikut beberapa gejala umum GERD yang umum terjadi:

  • Sensasi terbakar pada dada. Umumnya muncul ketika habis makan, sensasi ini juga dapat semakin memburuk di saat malam
  • Dada terasa sakit
  • Terdapat benjolan di tenggorokan

Jika Anda mengalami refluks asam pada saat malam hari, Anda mungkin juga akan mengalami:

  • Batuk
  • Radang tenggorokan
  • Tidur terganggu

Penyebab Asam Lambung

Istilah "gastroesofageal" mengacu pada lambung dan juga kerongkongan. Refluks memiliki arti mengalir kembali atau dapat juga diartikan kembali. Jadi, refluks gastroesofagus adalah kondisi dimana apa yang ada pada pertu kembali ke kerongkongan. 

Penyakit asam lambung ini disebabkan oleh melemahnya  lower esophageal sphincter (LES) atau otot bagian bawah kerongkongan. Otot yang satu ini memiliki bentuk seperti cincin yang dapat menutup dan juga membuka saluran kerongkongan. 

Kekita makan LES akan mengendur sehingga makanan bisa masuk dari kerongkongan ke lambung. Jika makanan sudah masuk, maka LES akan menegeng kemudian menutup. 

Masalah yang terjadi pada GERD adalah LES menjadi melemah sehingga tidak bisa menutup. Dengan begitu, asam lambung kembali naik ke kerongkongan. 

Faktor Risiko Asam Lambung

GERD menjadi kondisi yang sangat umum terjadi pada banyak orang. Bahkan penyakit yang satu ini juga sering dialami oleh anak-anak menyebabkan mereka muntah secara berulang. 

Berikut beberapa faktor yang menyebabkan risiko asam lambung menjadi lebih tinggi:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Kehamilan
  • Pengosongan lambung yang tertunda (gastroparesis)
  • Penyakit jaringan ikat seperti, scleroderma, atau lupus dan  rheumatoid arthritis
  • Pilihan diet dan juga gaya hidup dapat memperburuk kondisi refluks asam.
  • Jika Anda sudah memiliki riwayat penyakit ini, risiko kambuh kembali juga dapat terjadi jika:
  • Sering merokok
  • Makanan dan minuman tertentu, seperti coklat dan makanan berlemak, gorengan, kopi, dan juga mengkonsumsi alkohol
  • Makan dalam porsi besar
  • Makan terlalu cepat sebelum Anda tidur
  • Obat-obatan tertentu, termasuk aspirin juga dapat berpengaruh.

Pengobatan Asam Lambung

Pengobatan penyakit asam lambung atau GERD dapat dilakukan dengan konsumsi obat, perubahan gaya hidup yang lebih sehat, dan juga operasi. Berikut sejumlah pengobatan asam lambung. 

1. Perubahan Gaya Hidup

Guna mengatasi asam lambung, dokter dapat menyerankan penderita untuk mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat terlebih dahulu. Berikut beberapa perubahan gaya hidup yang perlu Anda lakukan untuk mengatasi kondisi ini:

  • Bila berat badan berlebih, Anda perlu menurunkan berat badan
  • Hindari konsumsi makanan dan juga minuman yang menyebabkan asam lambung menjadi naik, seperti alkohol dan juga kafein
  • Makan dalam porsi yang lebih kecil namun lebih sering
  • Hentikan kebiasaan merokok
  • Hindari menggunakan pakaian yang terlalu kekat
  • Hindari bersandar, membungkuk, maupun berbaring setidaknya 3 jam setelah 

2. Konsumsi Obat

Selain mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat, dokter juga akan memberikan obat yang berguna untuk mengatasi asam lambung Anda. Berikut beberapa obat yang umumnya diberikan:

  • Obat yang berguna untuk menetralkan asam lambung

Guna membantu menetralkan kembali asam lambung yang naik, Anda bisa mengkonsumsi obat antasida. Ini adalah obat yang dijual bebas dan dapat mengatasi penyakit asam lambung dengan cukup cepat. 

  • Obat yang berguna untuk menurunkan jumlah asam lambung

Selain Antasida, obat lain yang bisa digunakan adalah obat obat antagonis H2. Lain dengan antasida yang bekerja dengan cepat, obat yang satu ini memang bekerja lebih lama, namun dapat meredakan gejala dalam kurun waktu yang lebih lama pula. 

Ini bukanlah obat yang hanya berguna untuk menetralkan asam lambung yang naik, namun juga menurunkan produksi asam lambung. Dengan begitu, peradangan yang terjadi pada kerongkongan pun akan ikut teratasi. 

Beberapa obat yang dapat menurunkan produksi asam lambung adalah obat antagonis H2, seperti  famotidine, atau ranitidin dan lainnya, serta obat penghambat pompa proton, seperti omeprazole dan juga lansoprazole. 

  • Obat yang berguna untuk mempercepat proses pengosongan lambung

Obat yang satu ini merupakan obat yang hanya bisa dibeli menggunakan resep dokter. Obat yang satu ini biasa disepbut obat prokinetik. Beberapa contoh obat yang satu ini adalah cisapride atau metoclopramide.

Obat yang satu ini akan mempercepat proses pengosongan lambung seghingga naiknya isi lambung ke kerongkongan bisa dicegah. 

Komplikasi Asam Lambung

Jangan diremehkan, GERD atau asam lambung yang tak kunjung sembuh juga dapat menimbulkan beberapa komplikasi, seperti:

1. Luka pada dinding kerongkongan

Komplikasi yang pertama adalah menyebabkan luka pada dinding kerongkoran. Ini karena asam lambung dapat mengikis dinding kerongkongan serta dapat pula menimbulkan luka (tukak).

Tukak yang terjadi pada kerongkongan tersebut dapat berdarah dan menyebabkan iritasi sampai dengan kesulitan untuk menelan. 

2. Penyempitan kerongkongan

Tahukah Anda, jika ternyata dinding kerongkongan dapat rusak karena iritasi dari asam lambung yang berlangsung lama.

Iritasi dalam jangka waktu tersebut akan menimbulkan luka dan jaringan parut pada kerongkongan Anda. Kondisi tersebut dapat menyebabkan esofagus menjadi menyempit.

3. Esofagus Barrett

Esofagus Barrett merupakan kondisi pra kanker kerongkongan. Kondisi yang satu ini timbul akibat perubahan sel yang terjadi pada dinding kerongkongan karena iritasi asam lambung yang berlangsung lama. Kondisi yang satu ini bahkan berisiko dapat menimbulkan kanker esofagus. 

Sumber: 

https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/reflux-disease-gerd-1

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved