Lifestyle

7 Cara Merawat Anak Ayam, Siapkan Brooder dan Lampu untuk Menghangatkan Tubuhnya!

10 Aug 2022|Fadli Adzani
Cara merawat anak ayamCara merawat anak ayam memerlukan brooder (kandang) dan lampu untuk menghangatkan tubuhnya.

Jika dibandingkan dengan kucing, anjing, atau kelinci, anak ayam mungkin lebih jarang dijadikan hewan peliharaan. Meski kelihatannya mudah, cara merawat anak ayam tidak boleh dilakukan sembarangan, lho.

Simaklah berbagai cara merawat ayam kecil yang baru menetas beserta tips menyiapkan rumah barunya berikut ini.

7 cara merawat anak ayam yang mudah dilakukan

1. Menyiapkan brooder

Dua hari sebelum anak ayam menetas dari telurnya, sebaiknya kamu telah menyiapkan brooder.

Brooder adalah tempat yang dapat menyediakan tempat tinggal hangat dan aman bagi anak ayam kecil.

Pastikan brooder yang kamu pilih dapat memberikan kenyamanan, keamanan, dan setidaknya memiliki lebar 3-4 kaki persegi per anak ayam.

Selain itu, kandang anak ayam ini perlu memiliki area yang melingkar dan bisa diperluas sewaktu-waktu mereka mulai tumbuh besar.

2. Menyiapkan lampu penghangat

Jika kamu tidak memiliki brooder dan ingin merawat anak ayam di dalam kardus, setidaknya siapkan lampu penghangat.

Cara merawat anak ayam dalam kardus ini dapat memastikan mereka merasa hangat di malam hari.

Gantungkan lampu penghangat di tengah kardus, sekitar 50 centimeter (cm) di atas permukaan. Suhu dari lampu penghangat ini perlu diatur agar bisa mencapai 35 derajat Celcius.

Jangan lupa memberikan ruang agar anak ayam bisa menghindar dari lampu penghangat ketika mereka merasa terlalu panas.

Setelah satu minggu, turunkan panasnya sebanyak 15 derajat Celcius, sampai mencapai suhu minimal 12 derajat Celcius.

BACA JUGA: 7 Cara Merawat Anjing dengan Benar agar Senantiasa Sehat

3. Menyiapkan alas tidur

Cara memelihara anak ayam selanjutnya adalah menyiapkan alas tidur di dalam brooder atau kardus. Alas tidur yang bisa digunakan dapat berupa serutan kayu.

Tempatkan alas tidur sedalam 7-10 cm untuk menjaga area tetap kering dan bebas bau.

Jangan lupa untuk mengganti alas tidurnya setiap hari, terutama jika sudah basah.

Meski begitu, kamu disarankan untuk tidak menggunakan serutan kayu cedar atau kayu lain yang memiliki bau menyengat karena bisa berdampak buruk pada kesehatan anak ayam dalam jangka panjang.

4. Menyediakan lampu

Cara memelihara ayam di rumah yang tidak boleh dilupakan adalah menyediakan lampu, setidaknya selama 18-22 jam untuk minggu pertama.

Setelah itu, kurangi cahaya menjadi 16 jam selama masa pertumbuhan di usia 20 minggu.

Jumlah intensitas cahaya yang disarankan dapat diberikan dengan bola lampu 40 watt untuk setiap 30 meter persegi (30 x 30) luas lantai.

5. Menyediakan tempat makan dan makanannya

Agar ayam cepat besar dan tinggi, kamu perlu menyiapkan makanan sekaligus tempat makan di dalam kandangnya.

Taruh tempat makan sebesar 10 cm untuk setiap anak ayam.

Kamu juga bisa memanfaatkan karton telur bersih yang diisi dengan pakan sebagai tempat makanannya.

Saat ayam masih kecil, taruhlah tempat makannya di permukaan agar mereka bisa mengambil makanan dengan mudah.

Seiring berjalannya waktu, kamu dapat meninggikan tempat makannya agar mereka bisa beradaptasi.

Terdapat sejumlah makanan anak ayam yang bisa kamu berikan, mulai dari ulat, tomat, oatmeal, pisang, apel, hingga selada. Selain itu, kamu bisa memberikan pur untuk anak ayam baru menetas.

Kamu juga bisa membeli vitamin untuk anak ayam atau makanan anak ayam baru menetas di toko-toko pakan ternak.

Cara merawat anak ayam baru menetas tanpa induk ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.

BACA JUGA: 8 Cara Merawat Kelinci yang Penting Diketahui Pemiliknya

6. Menyediakan tempat minum

Setelah mengetahui apa saja pakan anak ayam, sekarang saatnya menyiapkan tempat minum di dalam kandangnya.

Untuk setiap 25 anak ayam, isi dua tempat minumnya dengan 1 liter air suhu kamar. Lalu, taruh di dalam brooder.

Agar suhu air tetap terjaga, jangan posisikan di bawah lampu penghangat.

7. Memperhatikan gejala ayam sakit

Terdapat beberapa gejala ayam sakit yang perlu dicermati, di antaranya:

  • Bersembunyi
  • Tidak aktif
  • Jenggernya pucat
  • Kotoran yang tidak biasa
  • Postur yang tidak biasa
  • Lesu
  • Tidak nafsu makan
  • Produksi telur berkurang (jika sudah dewasa).

Kalau berbagai tanda-tanda di atas muncul, segera bawa anak ayam ke dokter hewan untuk diperiksa lebih lanjut.

Hewan PeliharaanHewan Peliharaan Anak

Purina Mills. https://www.purinamills.com/chicken-feed/education/detail/caring-for-baby-chicks-what-to-do-once-they-arrive
Diakses pada 25 Juli 2022

Cluckin. https://cluckin.net/what-is-a-brooder.html
Diakses pada 25 Juli 2022

Organic Feeds. https://organicfeeds.com/types-of-food-baby-chicks-can-and-cannot-eat/
Diakses pada 25 Juli 2022

The Chicken Chick. https://the-chicken-chick.com/how-to-help-sick-chicken/#:~:text=Common%20indications%20of%20a%20sick,that%20closer%20observation%20is%20needed
Diakses pada 25 Juli 2022

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email