Lifestyle

Cara Menanam Terong Ungu dengan Polybag

11 Oct 2021|Fadli Adzani
Cara menanam terong unguCara menanam terong ungu di rumah ternyata relatif mudah.

Menikmati sayur hasil panen sendiri tentu terasa memuaskan, apalagi jika kualitasnya baik dan jumlahnya melimpah ruah. Salah satu sayur yang bisa kamu tanam di rumah adalah terong ungu.

Terong ungu adalah sayur yang sering diolah menjadi makanan sehari-hari masyarakat Indonesia. Selain rasanya lezat, sayur ini punya teksturnya unik dan berkhasiat untuk kesehatan.

Sebelum mengintip cara menanam terong ungu di polybag, pahami dulu berbagai manfaatnya untuk kesehatan berikut ini.

Manfaat terong ungu, si lezat yang bernutrisi tinggi

Di samping menghemat pengeluaran uang belanja, menanam terong ungu sendiri di rumah dapat mempermudah kamu dalam menyajikan makanan sehat kepada keluarga.

Jika kamu belum tau apa saja manfaat terong ungu, tak ada salahnya menyimak penjelasan berikut ini.

1. Bernutrisi tinggi

Di dalam satu cangkir (82 gram) terong ungu mentah, terdapat berbagai kandungan nutrisi berikut ini.

  • Kalori: 20
  • Karbohidrat: 5 gram
  • Serat: 3 gram
  • Protein: 1 gram
  • Mangan: 10 persen dari angka kecukupan gizi (AKG)
  • Folat: 5 persen dari AKG
  • Kalium: 5 persen dari AKG
  • Vitamin K: 4 persen dari AKG
  • Vitamin C: 3 persen dari AKG.

Terlebih lagi, terong ungu juga mengandung magnesium dan tembaga yang baik untuk kesehatan tulang.

2. Mencegah kanker

Kandungan polifenol yang dimiliki terong ungu dianggap mampu menjaga tubuh dari kanker. Selain itu, antosianin dan asam klorogenat-nya dinilai bermanfaat dalam menjaga sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Dalam sebuah studi yang dimuat dalam jurnal HHS Author Manuscripts, antosianin terbukti mampu mencegah terbentuknya pembuluh darah pada tumor, meredakan peradangan, dan menghambat enzim yang merangsang pertumbuhan sel kanker.

3. Menurunkan berat badan

Terong ungu mengandung serat yang bisa membantu menurunkan berat badan. Sebab, serat dapat membuatmu merasa kenyang lebih lama. Terlebih lagi, terong ungu tidak mengandung kalori sehingga berat badan bisa dijaga.

Namun, kamu perlu tahu kalua terong ungu adalah sayur yang bisa menyerap banyak minyak saat digoreng. Jika kamu ingin memakannya, cobalah masak dengan panggangan tanpa minyak.

4. Menyehatkan mata

Tidak hanya wortel saja yang dapat menyehatkan mata, terong ungu pun bisa. Pasalnya, terong ini mengandung lutein dan zeaxanthin, dua jenis antioksidan yang baik untuk indra penglihatan.

Sebuah riset yang dimuat dalam jurnal Nutrients mengungkapkan bahwa lutein bisa mencegah penyakit degenerasi makula yang kerap menyebabkan kebutaan pada orang lanjut usia (lansia).

5. Menurunkan kolesterol

Terong ungu juga dipercaya bisa menurunkan kolesterol karena kandungan seratnya yang berlimpah.

Tak hanya itu, sebuah penelitian hewan uji yang dimuat dalam jurnal Phytotherapy Research juga menyatakan bahwa asam klorogenat yang dikandung terong ungu diklaim mampu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).

Cara menanam terong ungu di polybag

Berbagai manfaat terong ungu di atas bisa kamu dapatkan dengan menanamnya sendiri di rumah. Sebelum melakukan budidaya terong ungu di polybag, pahami dulu berbagai syarat untuk menanamnya.

Syarat menanam terong ungu di rumah

  • Temperatur atau suhu udaranya harus berkisar antara 22 -30 derajat Celcius.
  • Jenis tanahnya harus yang terbaik, seperti jenis tanah liat berpasir, subur, banyak bahan organik, serta punya aerasi dan drainase yang baik.
  • Tanahnya harus memiliki tingkat pH antara 6,8 hingga 7,3.
  • Pastikan ada banyak sinar matahari saat kamu menanamnya karena terong ungu paling cocok untuk ditanam saat musim kemarau.

Cara memilih bibit terong ungu yang unggul

Terdapat berbagai cara untuk memilih bibit terong ungu unggul agar hasil panennya berkualitas, di antaranya:

Membeli bibit di toko pertanian

  • Lihat dulu tanggal kedaluwarsa pada kemasan bibit terong ungu. Kalau bisa, carilah kemasan yang masih baru dan tanggal kedaluwarsanya masih lama.
  • Pilih kemasan bibit yang tidak berlubang. Bisa jadi lubang itu telah dimasuki oleh hama yang merusak bibit terong.

Melakukan pembibitan sendiri

  • Cari pohon terong, lalu pilih satu terong ungu yang akan diambil bijinya. Pastikan dulu bahwa terong ungu tersebut sehat dan tidak digerogoti hama.
  • Biarkan terong itu menggantung di pohonnya, dan diamkan hingga matang dan busuk.
  • Kalau sudah busuk, petik dari pohon dan ambil biji-bijinya.
  • Jemur biji terong di bawah sinar matahari setidaknya selama dua jam.
  • Angkat biji-biji tersebut ke dalam ruangan yang tak terkena sinar matahari selama 4-5 hari.
  • Jika sudah kering, bibit siap untuk dipakai.

Proses penyemaian bibit

  • Rendamlah biji terong yang sudah kering di dalam air hangat selama 10 menit.
  • Campurkan arang sekam dan tanah dengan perbandingan yang sama ke dalam polybag atau pot.
  • Ambil biji yang sudah direndam tadi dan taruh di atas polybag. Beri jarak sekitar 2 centimeter (cm) agar tumbuhnya baik dan tidak terlilit.
  • Semprotkan dengan air setiap pagi dan sore hari. Jangan disiram dengan air yang banyak karena bibit dapat terbawa arus air.
  • Tunggu selama kurang lebih satu bulan. Nantinya, helai daun dapat mulai bermunculan dan bibit siap untuk ditanam.

Menyiapkan polybag

Cara menanam terong ungu yang baik dan benar cukup mudah dilakukan. Kamu hanya perlu menyiapkan polybag jika bibit terong ungu sudah berhelai dan siap ditanam.

  • Sediakan polybag atau pot berukuran sedang (40x50 cm)
  • Campurkan tanah gembur dengan pupuk kandang, perbandingannya adalah 3:1. Masukkan ke dalam polybag, tapi sisakan sekitar 10 cm di atasnya.
  • Bawa polybag ke tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari. Diamkan selama dua hari sebelum ditanamkan bibit terong ungu.

Penanaman bibit terong ungu

  • Pilihlah waktu di sore hari untuk memindahkan bibit yang sudah memiliki helai.
  • Sebelum mengangkatnya, siram dulu tanahnya dan cabut bibit terong yang sudah berhelai dengan perlahan. Jangan sampai merusak akarnya.
  • Selanjutnya, buat celah lubang di dalam polybag dengan jari atau tongkat sedalam 5-10 cm.
  • Masukkan bibit ke dalam lubang tersebut. Masing-masing lubang hanya boleh diisi satu bibit saja.
  • Terakhir, siramlah bibit terong tersebut secukupnya.

Cara merawat terong ungu agar berbuah lebat

Sambil menunggu terong ungu bisa dipanen, sebaiknya kamu merawatnya dengan baik. Siramlah tanah di pagi dan sore hari setiap hari. Jangan lupa juga untuk mencabut gulma dan rumput liar

Berikan juga pupuk kandang alami secara rutin agar terong yang panen lebih sehat. Kalau ada beberapa terong yang terlihat busuk atau terkena hama, petiklah secara perlahan dan buang. Hal ini dilakukan agar hama tidak menyebar ke terong lainnya.

Setelah menunggu sekitar 3-4 bulan, terong ungu siap dipanen. Kamu bisa memasaknya untuk keluarga atau bahkan menjualnya jika jumlah panennya banyak.

Makanan SehatBuah Dan Sayuran

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/eggplant-benefits#TOC_TITLE_HDR_2
Diakses pada 25 September 2021

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/279359#benefits
Diakses pada 25 September 2021

Cybex Pertanian. http://cybex.pertanian.go.id/mobile/artikel/90671/BUDIDAYA-TERONG-UNGU-DALAM-POLYBAG/
Diakses pada 25 September 2021

Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email