Rapid Test COVID-19 - RS Cendana

464 melihat
Masa berlaku hingga 31 Desember 2021

Mulai dari
Rp 80.000

Kamu bisa hubungi kami untuk memesan promo ini
Booking Sekarang

Promo Berlaku di
RS CendanaJalan Kedoya Raya No. 2, RT.7/RW.3, Kedoya Selatan, Kec. Kebon Jeruk, Kota Jakarta Barat, Jawa Barat 11520

Rapid Test COVID-19 di RS Cendana

RS Cendana menyediakan promo rapid test antibodi dengan harga Rp 80.000,-

Informasi pemeriksaan

  • Waktu pemeriksaan pada Hari Senin - Minggu 24 Jam
  • Hasil akan keluar 30-60 menit setelah pengambilan sampel.
  • Hanya berlaku untuk pembayaran pribadi (Tunai, Debit, Kredit)
  • Harga sudah termasuk biaya administrasi dan surat hasil pemeriksaan
  • Hasil pemeriksaan akan di kirim melalui email atau bisa di ambil di lokasi terkait
Jika Anda berminat dengan promo ini, silahkan melakukan pendaftaran atau booking dengan klik tombol "Beli Sekarang" di bawah ini atau melalui layanan Customer Care SehatQ (021) 3199 0388 dan WhatsApp +62 812-8858-8167

Mengapa Anda membutuhkan rapid test COVID-19?

Rapid test antibodi merupakan tes diagnostik cepat COVID-19 yang dilakukan untuk mendeteksi keberadaan antibodi pada darah. Ketika terinfeksi virus corona, tubuh akan menghasilkan antibodi dalam beberapa hari atau pekan kemudian. Respon antibodi pada sebagian besar orang yang terinfeksi virus corona akan muncul pada pekan kedua setelah terinfeksi. Kekuatan respons ini berbeda setiap orang. Faktor yang mempengaruhi yaitu umur, nutrisi, tingkat keparahan penyakit, dan adanya penyakit bawaan.Tes cepat corona dilakukan sebagai skrining awal infeksi virus corona pada orang yang berisiko tinggi mengalaminya. Menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia, pasien dalam pengawasan (PDP) dengan hasil rapid test corona positif harus dianjurkan ke rumah sakit rujukan COVID-19 untuk menjalani pemeriksaan PCR.Pemeriksaan rapid test memiliki tingkat akurasi yang paling rendah, hanya 18% saja. Jika di bandingkan dengan pemeriksaan PCR Swab yang memiliki tingkat akurasi sekitar 80–90%, sementara itu pemeriksaan rapid test antigen memiliki tingkat akurasi sedikit di bawah tes PCR.

Apa informasi penting mengenai rapid test COVID-19?

Rapid test lebih efektif jika dilakukan pada tujuh hari setelah pasien terpapar virus corona. Jeda waktu ini diperlukan supaya pemeriksaan lebih efektif untuk mendeteksi antibodi yang terbentuk dalam tubuh pasien akibat infeksi, yakni IgG dan IgM. Berikut merupakan gejala-gejala seseorang terinfeksi oleh virus COVID-19 meliputi :
Pemeriksaan rapid test dilakukan sebagai skrinning awal untuk mengetahui adanya virus COVID-19, pemeriksaan ini di tujukan untuk :
  • Pasien yang sedang menjalani rawat inap di rumah sakit, terutama lansia dan pasien dengan penyakit penyerta.
  • Orang yang mengalami gejala sejenis  flu, khususnya demam 38 derajat Celcius ke atas dan batuk.
  • Orang tanpa gejala (OTG), terutama yang pernah melakukan kontak minimal 7 hari dengan pasien yang terinfeksi positif COVID-19 atau memiliki risiko tertular dari penderita. Misalnya, petugas kesehatan.
  • Orang yang berprofesi yang mengharuskan kontak dengan banyak orang, seperti polisi, tentara,kurir, pejabat publik,sopir kendaraan umum, petugas bandara, pengemudi ojek online, dan sebagainya.
  • Orang dengan penyakit penyerta (komorbid), terutama bagi yang tinggal di zona merah COVID-19. Beberapa jenis komorbid meliputi gangguan paru-paru, penyakit jantung, masalah ginjal, gangguan hatidiabetes, kelainan darah, dan lain-lain. Kalangan orang ini lebih berisiko untuk mengalami komplikasi bila terkena COVID-19
 

Yang harus diperhatikan sebelum melakukan rapid test COVID-19?

Sebelum melakukan pemeriksaan rapid test sebaiknya pasien perhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • Menggunakan masker pada saat pemeriksaan serta perlengkapan keamanan lainnya supaya terhindar dari penularan serta tidak menyebarkan virus pada orang lain.
  • Mematuhi protokol kesehatan pada saat pemeriksaan
Berikut merupakan upaya untuk mencegah terhadap virus COVID-19 :
  • Gunakan masker bila berpergian, dan hindari menyentuh bagian luar masker.
  • Rajin mencuci tangan.
  • Lakukan social distancing.
  • Olahraga secara rutin dan berjemur sekitar 15 menit untuk sumber vitamin D dari sinar matahari.
  • Hindari menyentuh area wajah.
  • Makan, minum, dan tidur secara teratur.

Bagaimana rapid test COVID-19 dilakukan?

Pemeriksaan rapid test antibodi sampel yang di gunakan yaitu menggunakan sampel darah pasien, dua jenis imunoglobulin di bawah ini yang akan diperiksa:
  • Imunoglobulin M (IgM)

Tubuh menghasilkan IgM setelah terjadinya paparan oleh virus maupun bakteri untuk pertama kalinya. Maka dari itu, antibodi ini merupakan perlindungan awal terhadap suatu infeksi. Ketika tubuh terinfeksi pertama kali, kadar IgM akan meningkat. Kadar ini lalu menurun dengan seiring meningkatnya kadar IgG untuk memberi perlindungan jangka panjang terhadap infeksi virus corona.
  • Immunoglobulin G (IgG)

IgG yaitu jenis antibodi yang paling umum ditemukan pada darah ataupun cairan tubuh lainnya. Antibodi ini akan menyimpan memori terhadap virus ataupun bakteri yang pernah masuk ke dalam tubuh, sehingga bisa memberi perlindungan terhadap infeksi selanjutnya.

Perlukah rapid test setelah vaksin Covid-19?

Walaupun Anda telah melakukan vaksin COVID-19, Anda masih berpotensi untuk tertular dan menularkan virus COVID-19. Oleh karena itu melakukan pemeriksaan tes corona seperti rapid test, swab antigen, dan PCR test masih perlu dilakukan. Tak cukup hanya itu, Anda juga perlu melakukan pola hidup sehat untuk memastikan tubuh tetap fit dan tidak mudah terserang penyakit.

Profil Faskes

Visi RS Cendana : Menjadi Rumah Sakit dengan teknologi terkini dan kualitas pelayanan terbaik dengan unggulan utama Brain dan Spain Center dan menjadi rumah sakit yang menyehatkan masyarakat dan memasyarakatkan kesehatan.
Misi RS Cendana :
  • Memberikan pelayanan kesehatan bermutu tinggi
  • Memberikan pelayanan yang berorientasi pada keselamatan pasien
  • Memberikan kenyaman dan pelayanan prima kepada pasien dan keluarga
  • Berperan aktif dalam upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat di kawasan wilayah kerja