Rapid Test COVID-19 - Oi Clinic

199 melihat
Masa berlaku hingga 31 Agustus 2021

Mulai dari
Rp 50.000

Kamu bisa hubungi kami untuk memesan promo ini
Booking Sekarang

Promo Berlaku di
OI ClinicJalan Janur Kuning 2 WG 1 No. 1, RT.8/RW.15, Kelapa Gading Timur, Kec. Kelapa. Gading, Kota Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14240

Rapid Test COVID-19 di Oi Clinic

Oi Clinic menyediakan promo untuk pemeriksaan COVID-19 yaitu Rapid Test Antibodi  dengan harga Rp 50.000

Informasi pemeriksaan

  • Waktu perawatan setiap hari Senin - Minggu pukul 08:00 - 17:00 WIB
  • Harga promo sudah termasuk biaya administrasi dan surat keterangan
  • Tindakan pemeriksaan dilakukan oleh petugas laboratorium yang profesional
  • Hanya berlaku untuk pembayaran pribadi (melalui tunai, debit, kartu kredit)
Jika Anda berminat dengan promo ini, silahkan melakukan pendaftaran atau booking dengan klik tombol Booking Sekarang diatas atau melalui layanan Customer Care SehatQ (021) 3199 0388 dan WhatsApp +62 812-8858-8167

Mengapa Anda membutuhkan rapid test COVID-19?

Rapid test antibodi merupakan tes diagnostik cepat COVID-19 yang dijalankan untuk mendeteksi keberadaan antibodi dalam darah. Ketika terinfeksi virus corona, tubuh akan menghasilkan antibodi dalam beberapa hari atau pekan kemudian.Dalam penelitian, respons antibodi pada sebagian besar pasien Covid-19 baru muncul pada pekan kedua setelah infeksi. Kekuatan respons ini berbeda pada setiap orang. Faktor yang berpengaruh antara lain umur, nutrisi, tingkat keparahan penyakit, dan adanya penyakit penyerta.Respon antibodi pada sebagian besar orang yang sudah terinfeksi virus corona akan muncul pada pekan kedua setelah terinfeksi. Kekuatan respons ini setiap orang berbeda. Faktor yang mempengaruhi yaitu umur, nutrisi, tingkat keparahan penyakit, dan adanya penyakit bawaan.Pemeriksaan rapid test memiliki tingkat akurasi yang paling rendah, hanya 18% saja. Jika di bandingkan dengan pemeriksaan PCR Swab yang memiliki tingkat akurasi sekitar 80–90%, sementara itu pemeriksaan rapid test antigen memiliki tingkat akurasi sedikit di bawah tes PCR.

Apa informasi penting mengenai rapid test COVID-19?

Dalam penelitian, respon antibodi pada sebagian besar pasien COVID-19 baru muncul pada pekan kedua setelah infeksi. Kekuatan respons ini setiap orang berbeda-beda. Faktor yang berpengaruh antara lain umur, nutrisi, tingkat keparahan penyakit, dan adanya penyakit penyerta. Pemeriksaan rapid test dilakukan sebagai skrinning awal untuk mengetahui adanya virus COVID-19, pemeriksaan ini di tujukan untuk :
  • Orang tanpa gejala (OTG), terutama yang pernah melakukan kontak minimal 7 hari dengan pasien yang terinfeksi positif COVID-19 atau memiliki risiko tertular dari penderita. Seperti, petugas kesehatan.
  • PDP (Pasien dalam pengawasan)
  • ODP (Orang dalam pemantauan) 
  • Orang yang berprofesi yang mengharuskan kontak dengan orang banyak, seperti polisi, tentara, sopir kendaraan umum, petugas bandara, kurir, pejabat publik, pengemudi ojek online, dan sebagainya.
Berikut merupakan gejala-gejala seseorang terinfeksi oleh virus COVID-19 meliputi :

Yang harus diperhatikan sebelum melakukan rapid test COVID-19?

Sebelum melakukan pemeriksaan rapid test sebaiknya pasien perhatikan hal-hal sebagai berikut :
  • Menggunakan masker pada saat pemeriksaan serta perlengkapan keamanan lainnya supaya terhindar dari penularan serta tidak menyebarkan virus pada orang lain.
  • Mematuhi protokol kesehatan pada saat pemeriksaan
Berikut merupakan upaya untuk mencegah terhadap virus COVID-19 :
  • Gunakan masker bila berpergian, dan hindari menyentuh bagian luar masker.
  • Rajin mencuci tangan.
  • Lakukan social distancing.
  • Olahraga secara rutin dan berjemur sekitar 15 menit untuk sumber vitamin D dari sinar matahari.
  • Hindari menyentuh area wajah.
  • Makan, minum, dan tidur secara teratur.

Bagaimana rapid test COVID-19 dilakukan?

Pemeriksaan rapid test antibodi sampel yang di gunakan yaitu menggunakan sampel darah pasien, dua jenis imunoglobulin di bawah ini yang akan diperiksa:
  • Imunoglobulin M (IgM)
Tubuh menghasilkan IgM setelah terjadinya paparan oleh virus maupun bakteri untuk pertama kalinya. Maka dari itu, antibodi ini merupakan perlindungan awal terhadap suatu infeksi. Ketika tubuh terinfeksi pertama kali, kadar IgM akan meningkat. Kadar ini lalu menurun dengan seiring meningkatnya kadar IgG untuk memberi perlindungan jangka panjang terhadap infeksi virus corona.
  • Immunoglobulin G (IgG)
IgG yaitu jenis antibodi yang paling umum ditemukan pada darah ataupun cairan tubuh lainnya. Antibodi ini akan menyimpan memori terhadap virus ataupun bakteri yang pernah masuk ke dalam tubuh, sehingga bisa memberi perlindungan terhadap infeksi selanjutnya.

Perlukah rapid test setelah vaksin COVID-19?

Meskipun Anda telah mendapatkan vaksin COVID-19, Anda masih berpotensi untuk tertular dan menularkan virus COVID-19. Oleh karena itu melakukan tes corona seperti rapid test, swab antigen, dan PCR test masih perlu dilakukan.