Paket Isoman A (Awal Isoman) - Kiara Healthcare Clinic

126 melihat
Masa berlaku hingga 30 Oktober 2021

Mulai dari
Rp 2.285.000

Kamu bisa hubungi kami untuk memesan promo ini
Beli Promo

Promo Berlaku di
Kiara Healthcare ClinicJalan Letjen MT. Haryono No. Kav 20, RT010/RW002, Cawang, Kec. Kramat Jati, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, 13630Apartment Signature Park Grande Tower The Light Unit TL-R/GF /06

Paket Isoman A (Awal Isoman) di Kiara Healthcare Clinic

Kiara Healthcare Clinic menyediakan promo layanan kesehatan berupa Paket Isoman A (Awal Isoman) dengan harga Rp. 2.285.000,- meliputi pemeriksaan :
  • Darah rutin 
  • D-dimer 
  • Vitamin D-25OH 
  • CRP 
  • SGOT 
  • SGPT 
  • Ureum 
  • Kreatinin 

Informasi Pemeriksaan

  • Paket yang telah dibeli tidak dapat dikembalikan (non-refundable)
  • Setelah menyelesaikan pembayaran, Anda akan mendapatkan voucher untuk ditukarkan di hadapan petugas Faskes saat akan melakukan pemeriksaan
  • Voucher berlaku 2 (dua) minggu setelah pembelian
  • Silahkan melakukan booking terlebih dahulu untuk mendapat slot pemeriksaan di faskes terkait
  • Customer Care SehatQ akan menghubungi Anda untuk membantu proses pendaftaran/booking jadwal pemeriksaan
  • Waktu pemeriksaan di Kiara Healthcare Clinic pada hari Senin - Jum'at pukul 08:00 - 21:00 WIB, Sabtu Pukul 08:00 - 13:00 WIB (Hari Llibur Nasional Tutup)
  • Harga promo sudah termasuk biaya home visit dan APD (Alat Pelindung Diri)
  • Tindakan dilakukan oleh tenaga kesehatan profesional

Mengapa Anda membutuhkan Paket Isolasi Mandiri A (Awal Isoman)?

Jumlah kasus COVID-19 masih mengalami peningkatan hingga hari ini. Banyak sekali pasien yang telah terkonfirmasi positif COVID-19 namun tidak bergajala. Biasanya pasien COVID-19 dengan gejala ringan hingga tidak bergejala akan direkomendasikan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah.Isolasi mandiri untuk pasien yang terinfeksi virus COVID-19 mengharuskan pasien tersebut untuk tidak bepergian. Tujuannya adalah untuk mencegah terjadinya penyebaran COVID-19 terhadap orang lain. Namun dengan berdiam diri di rumah dan tidak memiliki gejala sedang atau berat, bukan berarti pasien tidak mendapatkan perawatan kesehatan sama sekali. Pasien tetap harus mendapatkan perawatan kesehatan dari fasilitas kesehatan untuk memantau perkembangan kondisi kesehatan pasien selama melakukan isolasi mandiri.Dengan adanya paket isoman Anda tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan tanpa harus bepergian. Pasien juga bisa memantau kondisi perkembangan kesehatan selama masa isolasi mandiri di rumah. Pasien bisa berkonsultasi melalui chat dengan dokter mengenai gejala yang di alami atau yang di rasakan.

Apa informasi penting mengenai Paket Isolasi Mandiri A (Awal Isoman)?

Isolasi mandiri di rumah berarti pasien harus menghindari bepergian ke luar rumah. Hal ini agar pasien tidak menularkan kepada orang lain atau anggota keluarga yang tinggal satu rumah. Meskipun sedang melakukan isolasi mandiri pasien juga diharuskan untuk tetap melakukan protokol kesehatan seperti memakai masker saat berinteraksi dengan orang lain di rumah, menjaga jarak minimal 1 meter, mengurangi mobilitas dan menjaga kebersihan.Umumnya pasien COVID-19 tanpa gejala harus melakukan isolasi mandiri paling tidak 10 hari dan tambahan 3 hari untuk bebas gejala. Sedangkan pasien COVID-19 dengan gejala ringan harus melakukan isolasi mandiri paling tidak 10 hari dengan tambahan 3 hari bebas gejala dan hasil pemeriksaan swab PCR yang negatif.

Yang harus diperhatikan sebelum melakukan Paket Isolasi Mandiri A (Awal Isoman)?

Adapun persiapan khusus yang perlu Anda lakukan sebelum melakukan perawatan Paket Isoman A (Awal Isoman) di Kiara Healthcare Clinic, yaitu:
  • Perhatikan setiap gejala yang Anda rasakan selama melakukan isolasi mandiri dan informasikan kepada petugas kesehatan saat pemeriksaan
  • Catat dan informasikan kepada petugas kesehatan obat-obatan, vitamin, suplemen atau produk herbal lainnya yang sedang Anda konsumsi
  • Tetap terapkan protokol kesehatan selama pemeriksaan guna mencegah terjadinya penyebaran COVID-19

Bagaimana prosedur Paket Isolasi Mandiri A (Awal Isoman)?

Tahap-tahap pemeriksaan isolasi mandiri di Kiara Healthcare Clinic sebagai berikut :
  • Pemeriksaan darah rutin (pemeriksaan hemoglobin, hematokrit, trombosit, sel darah merah, sel darah putih, dan gula darah)
  • Pemeriksaan D-Drimer (D-dimer adalah hasil pemecahan fibrin pada bekuan darah dari hasil fibrinolisis. Fibrin berguna untuk pembentukan bekuan darah (trombus) saat terjadinya luka pada jaringan tubuh)
  • Vitamin 25OH (Vitamin D adalah vitamin yang sangat penting utuk tubuh sebab ia berfungsi untuk membantu penyerapan kalsium dan mempertahankan tulang agar tetap kuat.)
  • CRP (Pemeriksaan high sensitivity CRP (hs-CRP) dapat mendeteksi konsentrasi CRP yang sangat kecil)
  • SGOT, SGPT (Serum glutamic oxaloacetic transaminase (SGOT) adalah enzim yang biasanya ditemukan pada organ hati (liver), jantung, ginjal, hingga otak. Sementara itu, SGPT atau serum glutamic pyruvic transaminase adalah enzim yang paling banyak dijumpai dalam liver.)
  • Ureum (Blood urea nitrogen (BUN) atau tes kadar ureum bertujuan untuk mengukur kadar ureum di dalam darah. Ureum adalah zat sisa metabolisme protein yang seharusnya dibuang melalui urine)
  • Kreatinin (kreatinin merupakan pemeriksaan yang mengungkapkan informasi penting tentang kesehatan ginjal seseorang. Kreatinin adalah produk limbah kimia yang diproduksi oleh metabolisme otot dan sebagian kecil dari konsumsi daging. Ginjal yang sehat menyaring kreatinin dan produk limbah lainnya dari darah)

Setelah Isolasi Mandiri Apa Yang Harus Di Lakukan?

Setelah melakukan masa ilosasi mandiri selama 10-14 hari dan tidak mengalami gejala, pasien sudah bisa melakukan kontak dengan orang lain dan tentunya tetap melakukan protokol kesehatan. Swab antigen atau swab PCR test setelah isolasi mandiri selesai tidak perlu lagi pasien melakukan pemeriksaan ini.Karena di khawatirkan adanya kemungkinan hasil positif atau negatif palsu. Meskipun pasien sudah sembuh dan tidak mengalami gejala, sisa-sisa partikel virus corona yang sudah tidak aktif atau tidak lagi menular mungkin masih bisa berada di dalam tubuh pasien selama berminggu-minggu. Begitupun virus yang sudah mati juga mungkin masih tetap ada di tubuh pasien hingga 3 bulan setelah terinfeksi COVID-19.